Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Sisi lain Arka


__ADS_3

"Rencana kita berhasil sempurna tuan, sesuai dengan apa yang tuan inginkan."


Zen duduk di kursi kerjanya memainkan pulpen yang sedang di pegangnya. Ia memasukkan tangannya di kantong celana dan berdiri mendekati jendela. Membuka sedikit hordeng melihat suasana luar dari lantai atas perusahaannya.


"Entahlah Ken aku harus bahagia atau tidak. Aku belum merasa puas dengan rencana itu."


Kenan berusaha menerka ucapan bosnya. Mungkin karena Arka tidak menanggapi bosnya, ia lebih memilih diam dan pergi.


"Tuan, masih ada lain waktu kita bisa menyusun rencana yang lain."


"Ya Ken, mungkin aku akan memikirkan rencana selanjutnya. Tapi untuk sekarang kita santai saja dulu. Kita harus menyusunnya perlahan tapi pasti," ucap Zen.


***


Sesampainya di rumah Sofi


"Hai bangun! bisa-bisanya tertidur pulas."


"Ehh sudah sampai ya," ucap Sofi yang beberapa kali menguap dan mengeliatkan tubuhnya.


Arka memperhatikan Sofi. Sofi tersadar dirinya sedang di perhatikan bosnya dan langsung membuka matanya lebar-lebar.

__ADS_1


"Maaf aku ketiduran, aku turun dulu bos. Terima kasih sudah mengantar."


Arka menarik tangan Sofi hingga tubuhnya jatuh ke pelukan Arka. Arka memeluk Sofi erat. Sofi berusaha melepaskan pelukan Arka namun tidak bisa, pelukannya terlalu kuat. Ia pun pasrah tubuhnya berada dalam pelukan bosnya.


"Sebentar saja, aku butuh orang yang bisa mengerti aku, yang bisa membuatku merasa bahagia setiap waktu, aku butuh kamu Sofi."


Apa maksud ucapan bos ya, aku tidak mengerti. Tentu saja kamu butuh aku, bukannya setiap hari kamu selalu menyuruhku. Pelukanmu begitu kuat sampai aku susah bernafas. Hey sudah lepaskan aku, kenapa lama sekali, gumam Sofi dalam hati.


Arka melepaskan Sofi dari pelukannya. Sofi menghela nafas dan tertegun melihat bosnya yang langsung tersenyum padanya setelah melepaskan pelukannya.


Wah orang sepertimu ternyata bisa juga tersenyum lebar. Ehh kenapa aku jadi memujimu.


Sofi mengalihkan wajahnya dari pandangan Arka, ia membuka pintu mobil dan keluar. Sofi berjalan masuk ke dalam gang tanpa menoleh ke belakang. Hatinya masih kesal karena bosnya tiba-tiba memeluknya. Arka turun dan mengikutinya dari belakang. Sofi berhenti dan menoleh ke belakang mengetahui Arka mengikutinya.


"Aku akan pulang setelah memastikanmu selamat sampai rumah."


Mereka saling menatap untuk beberapa saat. Tatapan Sofi tajam dan sedikit kesal kepada bosnya membuat Arka menghampirinya dan jalan lebih dulu meninggalkan Sofi.


"Hei cepat jalannya!" seru Arka.


Kenapa malah dia duluan yang jalan. Dasar menyebalkan!"

__ADS_1


"Hei bos, sebaiknya anda pulang saja. Tidak baik malam-malam masih di sini."


Arka berhenti dan menyentil kening Sofi.


"Beraninya kamu mengaturku, mau aku potong gajimu. Sudahlah bukannya kamu senang aku antarkan sampai rumah."


"Aku sarankan mending cari kosan saja yang dekat dengan kantor. Rumahmu jauh sekali dari kantor membuatmu sering telat," lanjut Arka.


"Ahh kapan aku telat bos, kan baru sekali itu saja tidak sengaja."


"Berani membantah ucapan bos."


"Hah, tentu tidak berani bos." Sofi berjalan sambil menundukkan kepala. Ia merasa kalah dengan bosnya, dan merasa dirinya selalu salah di depan bosnya.


Kamu terlihat berbeda Sofi, tingkahmu, cara bicaramu, membuatku melupakan semua masalah yang ada, gumam Arka.


Mereka pun sampai di depan rumah Sofi. Arka memegang pundak Sofi dari belakang. Sofi kaget dan mengangkat kepalanya yang dari tadi tertunduk. Matanya terbelangak, tangannya mengepal takut bosnya mau melakukan hal-hal yang di luar dugaannya. Arka berdiri didepan Sofi dan mengucapkan terima kasih padanya. Terima kasih untuk hari ini karena sudah menghiburnya. Arka pergi meninggalkan Sofi dan mengucapkan selamat malam padanya.


Sofi yang masih terdiam menoleh ke belakang melihat bosnya berjalan semakin jauh, ia hanya melihat punggung bosnya. Sofi menghela nafas sambil mengelus dadanya, lega tidak terjadi apa-apa.


Kasian bos, hidupnya bergelimang harta namun hatinya sepertinya hampa kosong, kekurangan kasih sayang dari orang terdekatnya.

__ADS_1


Sofi masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya kembali. Ia melihat rumahnya sudah sepi. Semua penghuninya sudah tidur. Ia pun langsung bergegas mandi dan berganti pakaian, setelah itu ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memejamkan mata dan terhanyut dalam mimpinya.


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2