Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Bermalam di hotel part 3


__ADS_3

Arka merebahkan badannya ke Sofa, memejamkan mata, merasa nyaman dengan udara AC yang memenuhi ruangan membuatnya cepat tertidur. Sofi selesai sholat mendapati bosnya yang sudah tidur pulas, tentunya ia tidak berani membangunkannya. Membangunkan Arka itu sama saja dengan membangunkan macan yang sedang tertidur. Membayangkannya saja membuatnya merasa merinding dan takut. Tapi ia tidak berani tidur di kasur, besok bisa menjadi ancaman buatnya. Apalagi bosnya sudah menyuruh dirinya tidur di sofa. Arka lupa memberi tahu Sofi bahwa dirinya yang tidur di sofa dan mengikhlaskan kasur empuk itu untuk Sofi.


Bagaimana ini, aku harus tidur di mana? gumamnya. Dari pada cari masalah, mending tidur di sini saja.


Sofi memilih tidur di pojokan sofa, punggungnya bersandar ke sofa dan kakinya di tekuk ke depan dadanya sebagai alas untuk menopang kepalanya. Karena sudah merasa sangat lelah dengan posisi itu pun Sofi bisa cepat larut dalam mimpinya. Akhirnya kasur empuk terbengkalai tidak ada yang menempati.


🍁🍁🍁


Bunyi hp berdering membuat Arka yang masih tertidur di balik selimutnya kaget dan terjatuh ke lantai.


Buggghh!!


"Aww, sakit!!" teriak Arka membuat Sofi terbangun. Mata Sofi terbelangak melihat sekeliling, mencari sumber suara itu. Sesekali ia mengucek matanya dan mulutnya menguap sambil menggerakkan badan dan tangannya keatas.


Bunyi apa itu!! sepertinya tidak jauh dari sini. Apa cuma perasaanku saja ya. Hah ini sudah jam berapa? gumam Sofi.


Arka yang sudah beranjak bangun dari lantai langsung mengambil hp nya di atas meja dan melihat ada satu pesan dari Rama, Arka segera membukanya. Sofi berdiri membalikkan badan dan melihat bosnya meringis kesakitan.


Kenapa ekspresinya seperti itu. Seperti orang kesakitan saja.


"Sedang apa kamu di situ," seru Arka.

__ADS_1


"Ehh, iya aku baru bangun tidur," jawab Sofi.


"Semalam kamu tidur di mana? kenapa tiba-tiba muncul dari balik sofa."


"Aku tidur di situ," jari Sofi menunjuk ke arah di mana ia tidur.


"Kamu semalem tidur di situ, dan membiarkan kamar kosong. Tahu begitu aku tidur di kamar saja. Tidur di sofa bikin badan sakit dan apesnya lagi terjatuh."


"Ohh, tadi bunyi tuan jatuh dari Sofa? aku pikir bunyi apa suaranya begitu keras. Lagian bukannya semalam menyuruhku tidur di sofa."


"Ahh, sudahlah lupakan saja."


Tidak mungkinkan aku bilang mengalah padamu dan membiarkanmu tidur di kasur, membuatku terlalu lemah di matamu.


Asisten horor itu ke sini, sepagi ini? memang benar kalian berdua tidak bisa terpisahkan. gumam Sofi.


Arka menyuruh Rama membelikan sarapan dan mengantarkannya ke kamar. Setelah mandi dan sholat subuh, Sofi membuat tiga cangkir teh hangat untuk bosnya, Rama dan dirinya.


Tok.. tok... terdengar suara orang mengetuk pintu, Sofi segera menghampiri dan membukakan pintu. Rama dengan muka datar masuk ke dalam kamar meninggalkan Sofi yang masih berdiri di pintu.


Tidak ada basa-basinya langsung nyelonong saja. Huh dasar!!

__ADS_1


Sofi mengikuti Rama dari belakang. Arka yang keluar dari kamar langsung menghampiri Rama.


"Tuan, ini sarapannya," ucap Rama. Tatapan Rama begitu tajam melihat bosnya dan Sofi. Seperti mengisyaratkan sesuatu.


"Ehh, apa yang kau pikirkan? kami tidak melakukan apa-apa. Sudah ayo kita sarapan, setelah itu pergi ke rumah sakit mengecek keadaannya sebelum kembali ke kantor. Kita pastikan dulu keadaannya baik-baik saja." ucap Arka.


Rama melirik Sofi, menatapnya penuh curiga.


Lirikannya seram sekali melebihi lirikan hantu di film horor. Aku kan perempuan baik-baik tidak mungkin menggoda bosmu. Lagian kamu juga tahu bagaimana sikap osmu itu, mana mungkin tertarik denganku.


Sofi masih mencoba mencerna maksud dari lirikan Rama, sambil menikmati roti yang di bawakannya. Roti sandwich dengan isian coklat dan selai strawberry, mengisi perut mereka. Tiba-tiba Sofi mengingat sesuatu.


"Ahh sebentar, apa setelah pulang dari sini aku tetap bekerja?" tanya Sofi.


"Tidak, kamu boleh pulang untuk istirahat."


"Benarkah? terima kasih." Sofi sangat senang mendengar jawaban dari bosnya.


Mereka menikmati sarapan dan setelah itu pergi ke rumah sakit.


Bersambung ❤️❤️❤️

__ADS_1


Dukung Author terus ya readers dengan like,komen,and vote... terima kasih 😊


__ADS_2