
Sepertinya aku harus mencari kosan saja. Jarak rumah ke kantor lumayan jauh. Ini saja aku sudah telat. Sampai aku telat lagi bisa di pecat untuk ke dua kalinya, gumam Sofi dalam hati.
"Hey!! kamu ngelamunin apa say?" tanya Alena.
"Ih, kamu ngagetin aja!! aku sedang merencanakan kabur dari rumah.
"Apa!!" seru Alena kaget dengan jawaban Sofi.
"Hahaha.... tentu saja tidak."
Kalau saja aku kabur dari rumah sudah pasti ibu tiriku orang yang paling bahagia. Apalagi kalau aku tidak kembali lagi.
"Aku mau cari kosan saja yang dekat dengan kantor. Supaya tidak telat lagi. Aku sudah berjanji sama bos untuk tidak mengulanginya lagi," lanjut Sofi.
"Ahh, iya aku jadi ingat. Aku punya kenalan ibu kos." ucap Alena.
"Wihh, Alena temanannya sama emak-emak," ledek Al.
"Ehh, ini bukan temen aku tahu?? ini teman ibuku, namanya ibu Desi. Kosannya tidak jauh dari sini. Kalau kamu mau, nanti aku tanyakan langsung padanya. Tenang saja di situ bagus dan bersih kosannya, dan yang paling penting harga sewanya terjangkau."
"Ya baiklah, maaf selalu merepotkan kamu Alena."
"Tidak apa-apa, lagian cuma nyari kosan."
🍁🍁🍁
Mendapat sms banking
Yeay, gaji bulan pertama Sofi sudah masuk. Rencananya Sofi akan mentraktir Anita.
"Assalamualaikum, Anita?"
"Wa'alaikum salam, Sofi."
"Nit, makan siang bareng ya? aku traktir. Alhamdulillah gaji pertama ku sudah masuk."
__ADS_1
"Ahh Sofi sudah tidak usah. Kamu gunakan saja uangnya untuk keperluanmu."
"Aku sudah nazar, kalau gaji pertamaku masuk akan mentraktirmu Nit," ucap Sofi.
"Ok baiklah, kamu masakin buat aku saja untuk makan siang. Kebetulan kantor kita lumayan dekat dan aku sudah ngekos juga dekat kantor."
"Ohh, kamu ga ngabarin aku Nit pindah ke kosan. Rencananya aku juga mau ngekos."
"Belum lama aku pindah ke kosan Sof. Wah, kamu mau ngekos juga."
"Ya Nit InsyaAllah. Baiklah, nanti aku masakin makanan yang ingin kamu makan ya?
"Siap bos."
Setelah menutup telepon, Sofi membuatkan secangkir kopi ke ruangan Arka. Tidak ada orang di ruangan itu. Sofi berdiri di depan meja kerja bosnya dan melihat ke sekeliling.
"Apa yang kamu lakukan?"
Sofi kaget mendengar suara itu, Sofi menoleh ke belakang dan menumpahkan kopi yang ia bawa ke baju bosnya yang sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Bisakah kamu katakan apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Arka menegaskan.
"Saya membawa secangkir kopi untuk tuan."
Sejak kapan dia masuk, kenapa tidak ada suara? seperti kucing, gumam Sofi dalam hati.
"Kalau kamu punya waktu, sebagai asistenku sebaiknya kamu lakukan pekerjaanmu dengan baik, ucap Arka sambil berjalan menuju kursinya.
Apakah kamu kira menjadi asistenmu adalah hal yang baik. Kalau bukan karena uang, aku malas menghiraukanmu, gumam Sofi.
"Katakan dengan suara keras kalau kamu ingin mengatakan sesuatu. Kalau tidak tutup mulutmu!!"
"Aku sudah menyelesaikan laporan keuangan pak, aku akan pergi mengambilnya sekarang."
Sofi pergi meninggalkan ruangan bosnya.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Jam makan siang
"Sudah siap," seru Sofi yang muncul dari dapur membawa semangkok Sop, ayam goreng dan sambal kecap.
"Hemm, wangi sekali?"
"Tentu saja, liat siapa yang memasaknya. Apakah lezat??" tanya Sofi.
"Tentu lezat, kemampuan memasakmu benar-benar luar biasa. Aku mengatakannya dengan jujur. Apakah kamu tidak berencana membuat rumah makan? aku pasti menanam modal untuk kamu. Dengan kemampuan memasakmu ini, pasti banyak pelanggan setiap hari. Pada saat itu aku akan membantumu mempromosikannya. Dan menyebarluaskan secara online. Dan saat itu aku akan memanggilmu bos Sofi. Untuk apa kamu masih melayani bos Arkamu itu.
"Alangkah baiknya kalau benar-benar ada hari itu. Sayang sekali, itu semua cuma khayalanmu."
"Apakah hubunganmu dengan tuan Arka akhir-akhir ini cukup baik?"
"Kenapa bertanya seperti itu??"
"Biasanya kamu mengirimkan lebih dari 10 chat wa kepadaku setiap hari untuk memarahinya. Sekarang aku liat sudah berkurang."
"Sungguh? aku sendiri tidak menyadarinya. Hah, maaf sudah mempersulit kamu. Menjadi tempat pembuangan amarahku. Ayo makan lebih banyak, ucap Sofi.
"Itu tidak masalah, bagaimanapun juga kamu sahabatku. Aku akan mendengarkan apapun yang kamu katakan."
"Aku suka kamu yang seperti itu, alangkah baiknya suatu saat nanti aku bisa sepertimu."
"Kamu hanya perlu belajar denganku."
"Aku bisa belajar banyak darimu. Bosku terlalu dingin dan angkuh. Namun begitu dia bos yang tegas dan profesional walaupun kadang menyebalkan. Sikapnya yang dingin dan angkuh itu membuatku selalu ingin memukulnya. Aku penasaran kenapa dia seperti itu. Apakah terjadi sesuatu sebelumnya?" ucap Sofi.
"Seorang CEO yang dingin, angkuh, dan tegas kalau ini di masukkan ke dalam anime seperti karakter Inuyasha sombong dan memberontak, jujur dan hebat selain itu sedikit konyol," ucap Anita.
Mereka pun selesai makan siang dan kembali ke kantor masing-masing.
🍁 Jangan lupa dukung Author dengan like and vote. Terima kasih ❤️
__ADS_1