
Sofi hari ini bekerja seperti biasa. Tapi entah kenapa perasaan Sofi tidak enak tidak seperti biasanya.
"Pagi Sof...?" sapa Alena yang baru datang.
"pagi Len, gimana keadaanmu?"
"Sudah lebih enakan Sof, cuma masih agak sedikit pusing."
"Istirahat saja dulu Len di klinik." ucap Sofi
"Tidak apa-apa Sof, aku kuat ko. Liat nih," ucap Alena sambil menunjukkan tangannya bak atlet binaragawan. Sofi ketawa geli melihat Alena seperti itu.
Tiba-tiba terdengar bunyi Hp berdering dari tas Sofi. Di lihatnya satu panggilan dari nomer yang di kenalnya.
"Assalamualaikum, ada apa Ra?"
"Mba Sofi...Ayah sesak nafas, Ini ayah lagi di bawa ke rumah sakit mba.
"Ya Ra, mba langsung ke rumah sakit ya."
Sofi pun langsung menutup telponnya dan memberi tahu pada Alena bahwa ayahnya sakit dan sedang di bawa ke rumah sakit.
Alena menyuruh Sofi untuk cepat ke rumah sakit melihat keadaan ayahnya.
"Sudah sana Sof, nanti biar aku yang ngasih tahu pak Arka."
"Ya Len, terima kasih ya," ucap Sofi sambil meninggalkan Alena.
# Rumah sakit
Ayah Sofi sudah masuk ke ruang perawatan. Tidak lama kemudian dokter datang memeriksa ayah Sofi. Ara dan Dika keluar ruangan.
Sofi yang baru datang, menghampiri Ara dan Dika.
*Ibu tiri Sofi bernama Tiyas
*Ayah Sofi bernama Agung
Biar lebih gampang manggilnya.
__ADS_1
"Dok, gimana keadaan ayah saya?"
"Keadaannya sudah lebih baik non. Ayah nona hanya kecapaian saja sehingga jantungnya melemah dan membuatnya susah bernafas.
"Syukur lah kalau begitu dok, terima kasih banyak," ucap Sofi.
"Kalau begitu saya permisi dulu. Kalau nona mau melihat ayah nona silahkan masuk." ucap dokter, lalu meninggalkan Sofi yang berdiri di depan pintu.
Sofi dan adiknya masuk ke dalam ruangan dan menghampiri ayahnya yang belum sadar.
"Ara...ibu dan Vina mana? kenapa mereka tidak kelihatan."
Ibu tadi langsung pulang setelah dokter memberi tahu ayah harus di rawat. Ibu pulang mengambil pakaian dan keperluan lain, sedangkan Vina berjaga di rumah.
Arka mendengar kabar dari Alena bahwa ayah Sofi di rawat, dia bergegas menyuruh Rama mengantarnya ke rumah sakit.
"Ram, antarkan aku ke rumah sakit."
" Baik tuan," jawab Rama.
"Kamu tunggu dulu di depan, aku ada urusan sebentar."
Monica heran dengan sikap Arka yang diam-diam perhatian pada Sofi akhir-akhir ini. Tapi Monica masih melihatnya hanya karena Arka bosnya Sofi, jadi wajar kalau Arka perhatian padanya.
Bu Tiyas sampai di rumah sakit dan langsung menuju kamar suaminya di rawat. Ia melihat Sofi duduk di kursi dekat ayahnya.
"Bu," ucap Sofi.
"Hemm....," jawab bu Tiyas dengan muka datar.
Sofi pun mengerti dengan sikap ibunya itu. Dan dia tidak bertanya apa-apa lagi pada ibu tirinya.
🍁🍁🍁
Tak lama Arka sampai di rumah sakit. Rama bertanya pada receptionist kamar di mana ayah Sofi di rawat. Setelah tahu mereka langsung menuju kamar tersebut.
Tok..tok..tok.. Rama dan Arka membuka pintu kamar pelan dan masuk ke dalam kamarnya. Arka melihat Sofi duduk di sebelah ayahnya.
Sofi langsung terkejut melihat kedatangan Arka dan Rama.
__ADS_1
"Tuan Arka," Ucap Sofi pelan.
Arka melihat ke arah Sofi dan menghampirinya, namun langkahnya terhenti.
"Ehh...ada tuan Arka," seru bu Tiyas yang baru keluar dari kamar mandi.
"Silahkan duduk tuan." ucapnya, menyuruh Arka duduk di sofa yang ada di situ.
Arka pun duduk di sofa dekat dengan Ara dan Dika. Ara terkagum- kagum melihat Arka.
*Ganteng banget tuan Arka. Kak Sofi beruntung banget punya bos seganteng ini, bikin betah kerja*.
Arka sedikit tersenyum melihat tingkah Ara yang tidak berkedip melihatnya.
"Kasian ayah Sofi sudah tua tapi harus bekerja keras untuk membiayai kami. Bahkan di hari liburnya pun harus bekerja," ucap bu Tiyas.
Arka hanya terdiam mendengarkan ucapan bu Tiyas. Arka bangun dan menghampiri Sofi.
"Bagaimana keadaan ayahmu?"
"Alhamdulillah sudah membaik," jawab Sofi.
"Syukur kalau begitu," ucap Arka.
"Terima kasih tuan sudah datang menjenguk ayah," lanjut Sofi.
"Ini sudah tugasku memperhatikan keluarga karyawan. Semoga ayahmu cepat sembuh ya. Kamu tidak usah kembali ke kantor, hari ini kamu jagain ayah kamu di sini. Untuk urusan kerjaan tidak usah kamu pikirkan."
"Terima kasih tuan," jawab Sofi.
Arka menghampiri bu Tiyas memberi tahu bahwa untuk biaya rumah sakit semua di tanggung perusahaan.
Setelah itu Arka dan Rama pamit.
"Kami permisi dulu," Ucap Arka.
Arka dan Rama pun meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantor.
🍁 Bersambung... tunggu kelanjutan ceritanya ya readers...❤️❤️❤️
__ADS_1