
Sarah mendatangi Sofi ke klinik untuk meminta maaf karena merasa bersalah menyuruhnya mengecek semua laporan administrasi pembangunan.
"Permisi Sof," ucap Sarah.
Sofi melihat ke arah Sarah
"Kamu yang tadi pagi mengantarkan laporan administrasi pembangunan kan," tanya Sofi.
"Ya Sof, aku ke sini mau minta maaf padamu."
Sofi bingung, Sarah tiba-tiba datang dan minta maaf kepadanya.
"Kenapa minta maaf, kamu tidak melakukan kesalahan." jawab Sofi.
"Aku sudah bersalah, karena menyuruhmu mengecek laporan administrasi pembangunan. Padahal itu harusnya tugas bu Monica. Aku pikir tidak masalah kamu yang mengecek laporan itu, tapi pak Arka marah karena gara-gara itu kamu pingsan."
"Sudah tidak apa-apa, aku maafin kamu."
"Terima kasih Sof," aku permisi dulu ya.
"Ya Sar," Sofi menjawabnya sambil tersenyum."
Ternyata bukan Arka yang menyuruhnya mengecek laporan administrasi pembangunan, aku sudah salah paham.
Sofi tidak habis pikir dengan sikap Arka, terkadang dia ngeselin tapi terkadang dia menunjukkan sikap baiknya.
Sofi sudah merasa baikkan. Dia kembali ke tempat kerjanya.
"Sofi, bagaimana keadaan kamu?" tanya Aldi.
"Aku tidak apa-apa Al, aku baik-baik saja. Tadi mungkin aku kelelahan dan juga tidak makan siang, jadi badanku lemes dan pingsan."
__ADS_1
"Ohh... Alhamdulillah kalo begitu, tadi tuan Arka sangat khawatir, dan menanyakan padaku apa yang kamu kerjakan hari ini."
"Wajar dong Al, dia kan bos. Kalo terjadi apa-apa sama bawahannya ya pasti dia yang bertanggung jawab."
"Itu menurut pandanganmu, tapi menurutku tidak seperti itu, hehe...."
"Yang paling penting kamu sudah baikkan. Kamu mending izin pulang Aja Sof, dari pada dipaksakan kerja takut pingsan lagi."
Tiba-tiba Rama datang menghampiri Sofi.
Rama menyuruh Sofi merapikan tasnya dan ikut bersamanya. Sofi bingung Kenapa Rama mengajaknya keluar, padahal ini masih jam kerja.
"Nona ikuti saja aku, tidak usah khawatir."
Sofi diam tidak menjawabnya dan terus mengikuti Rama, asisten pribadi Arka.
Ini pasti kerjaan bosnya. Apalagi yang akan dilakukan si angkuh itu. Tidak cukup apa dia sudah menyiksaku. Aku kan habis pingsan, tidak bisa apa menunggu sampai aku punya tenaga full lagi. Setidaknya memberiku waktu untuk makan dulu, lapeeer!! gumam Sofi sambil memegangi perutnya yang dari tadi teriak-teriak minta di isi.
"Silahkan masuk mba Sofi."
Tapi lagi-lagi Sofi tidak mau ada masalah dengan bosnya, jadi ia menuruti Rama dan masuk ke dalam mobil.
Rama membawa Sofi dengan mobil Arka.
"Ram, aku mau di bawa kemana."
Rama tidak menjawab pertanyaan Sofi.
Apa dia tidak mendengar ucapanku tadi. Ternyata bukan hanya bosnya saja yang bersikap dingin, asistennya juga sama.
Setelah lima belas menit kemudian, Rama menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran mewah.
__ADS_1
"Sudah sampai, silahkan turun nona."
Sofi turun dari mobil dan terkejut, Rama membawanya ke restoran mewah.
Percuma juga Sofi menanyakan pada Rama tidak bakalan di jawab juga, mending diam dan ikuti saja langkahnya.
Rama menyuruhnya masuk ke dalam restoran dan duduk di meja yang sudah di pesannya.
Di situ sudah di sediakan beberapa makanan mahal dari restoran itu.
"Nona silahkan makan," perintah Rama.
Sofi masih bingung, mau makan makanan ini atau tidak.
Makanan sebanyak ini, apa aku harus membayarnya setelah makan, tapi perutku sudah memanggil mereka.
Hati dan mulut Sofi pun tidak sinkron, mulut bilang iya tapi hati bilang jangan.
"Kenapa nona, apa makanannya tidak sesuai dengan selera nona. Apa mau aku pesenkan yang lain."
"Ehh...tidak usah," jawab Sofi.
"Iya aku makan," lanjutnya.
Kenapa Rama masih berdiri di situ, emangnya dia tidak ikut makan, ucap Sofi lirih."
"Saya sudah makan nona," jawab Rama mengagetkan Sofi dan membuatnya tersedak.
Pendengarannya tajam sekali, gumam Sofi.
__ADS_1
Sofi pun menikmati makanan yang ada di atas mejanya. Sesekali Sofi melirik Rama yang berdiri mematung di dekatnya.
🍁 Dukung Author dengan vote ya reader... terima kasih ❤️❤️❤️