Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Kantin


__ADS_3

"Hai Sof, hai Len kalian sudah di sini. Kamu tumben langsung ke kantin dulu, biasanya sholat dulu. Tadi kan aku bertemu bos di mushola. Selama kerja di sini baru kali ini lihat bos ke mushola.


"Ia Al, aku lg haid jadi tidak sholat. Kamu tidak boleh ngomong gitu Al, harusnya bersyukur sesama muslim merasa senang lihat muslim yang lain berubah lebih baik."


"Emangnya kalau lagi haid itu tidak boleh sholat ya?" tanya Alena.


"Ya Len di ajaran kami seperti itu. Kalau seorang wanita sedang haid kan mengeluarkan darah haid, sedangkan darah haid itu dianggap kotor dan najis sehingga perempuan yang sedang haid tidak boleh sholat.


"Ohh , aku baru tahu Sof. Setiap agama mempunyai ajaran masing-masing, walaupun begitu kita tetap rukun ya.


"Iya dong, ya sudah ayo kita makan dulu.


Mereka mengambil makanan dan mencari tempat duduk yang kosong. Di kantin perusahaan tersedia juga mini market yang menjual kebutuhan sehari- hari. Tak jarang karyawan datang ke mini market hanya untuk membeli minuman, snack atau pun pulsa.


Di sebelah mini market juga tersedia ATM untuk karyawan yang ingin mengambil uang atau sekedar transfer antar bank.


Mereka duduk bersama dan menikmati makan siang.


"Sof, sebenarnya apa yang terjadi kemarin? ceritakan pada kami." ucap Alena.


"Tidak terjadi apa-apa Len, kami hanya mengunjungi seseorang saja.


"Siapa?"


"Aku juga tidak tahu, mungkin kerabat bos."


Alena dan Al tidak tahu kalau temannya tidak pulang dan sampai menginap semalam di hotel bersama bosnya. Sofi sengaja tidak memberitahukan pada yang lain takut jadi gosip di perusahaan. Lagian Alena juga tidak menanyakan, jadi aman.


Mereka selesai makan siang dan kembali ke ruangan. Memasuki lift, mereka bertemu bosnya. Arka sekilas melirik Sofi dan masuk ke dalam lift, di susul Al dan Alena.


"Al, nanti kamu langsung ke ruanganku." ucap Arka.


"Baik, bos."


Lift sudah penuh Sofi tidak masuk dan masih berdiri di depan lift. Seseorang memencet tombol lift dan pintu mulai tertutup perlahan. Namun sebelum pintu tertutup semua, Arka tiba-tiba memencet tombol, membuat pintu lift terbuka lagi. Arka keluar lift dan mempersilahkan Sofi masuk duluan ke dalam lift. Semua karyawan yang ada di dalam lift membicarakan mereka dan merasa iri dengan Sofi, karena bosnya perhatian sekali sama Sofi. Pandangan mereka terhadap Sofi sangat sinis, terkecuali Al dan Alena yang hanya tersenyum kecil. Pintu lift tertutup dan Arka menunggu berikutnya. Lift bergerak naik ke atas.


Ting, pintu lift terbuka. Karyawan yang ada di dalam lift keluar semua, mereka masih saling berbisik sambil memperhatikan Sofi.


Kenapa dengan mereka, apa ada yang salah. Hei, bos kan hanya mengalah saja pada perempuan apa itu menurut kalian hal yang aneh. Dasar fans club Arka.


"Lihat itu Sof mereka semua iri melihat perlakuan bos padamu tadi." ucap Alena.


"Apa yang mereka iri kan, hal seperti itukan wajar." jawab Sofi

__ADS_1


"Sof, aku mau bicara sebentar," seru Al.


"Ada apa Al, biasanya kalau mau ngomong tinggal ngomong aja pakai izin segala." celetuk Alena


"Ahh, aku tahu pasti soal Anita." jawab Sofi menebak


"Al tersenyum tersipu malu."


"Apa yang ingin kamu tanyakan soal Anita. Bukannya kalian sudah dekat, kenapa mesti bertanya padaku."


"Aku hanya ingin mengajaknya nonton di bioskop, kira-kira dia mau ga ya Sof. Aku takut di tolak."


"Yah Cemen," jawab Alena.


"Apaan si Len, sudah kamu ke sana duluan. Ini urusan pribadi tidak untuk di publikasikan," ucap Al.


"Ya baiklah, kalian lanjutkan saja, aku duluan ya." ucap Alena dan pergi meninggalkan Sofi dan Al.


"Coba kamu tanyakan langsung ke Anita, Al. Siapa tahu dia mau. Kalau aku yang bilang kurang pantas. Kan kamu yang punya urusan."


"Aku sedikit canggung, tapi akan aku coba. Tapi apa dia suka nonton?"


"Anita suka nonton, hanya saja dia belum punya pendamping dan dia perempuan sibuk jadi hanya bisa menonton di hari libur itu pun di kosannya."


"Wahh kebetulan ya, aku juga suka nonton. Sepertinya kita berjodoh."


"Sofi, terima kasih ya." Al berlari menuju ruangan bosnya.


"Sama-sama Al." Sofi berjalan menuju meja kerjanya.


🍁🍁🍁


Ruangan Arka


Al, masuk ke dalam ruangan bosnya yang masih sepi. Ia duduk menunggu bosnya datang. Tidak lama ia menunggu, Arka muncul dari balik pintu.


"Bos," ucap Al yang langsung berdiri sambil menundukkan kepala.


"Duduklah kembali Al, ada yang ingin aku bicarakan padamu."


"Baik tuan," Al duduk kembali di kursi yang ia duduki tadi.


"Sofi sudah kembali, dan tidak jadi menemani Monica di rumah sakit. Jadi untuk urusan bertemu klien besok Sofi yang akan pergi bersamaku. Kamu tinggal hubungi pihak klien saja, besok ingin bertemu jam berapa. Kali ini aku yang akan menuruti mereka."

__ADS_1


"Siap bos, aku akan mengurusnya."


"Hari ini kamu kelihatan bahagia sekali Al."


"Ahh tidak bos, aku masih seperti biasa." ucap Al.


'Ya sudah, kamu boleh kembali ke tempat kerjamu."


"Permisi bos," Al pergi meninggalkan ruangan bosnya.


🍁🍁🍁


"Halo Sofi," terdengar suara Anita dari dalam telepon.


"Hei Nit, apa kabar? sudah seminggu lebih kita tidak bertemu. Bagaimana keadaanmu?"


"Alhamdulillah baik. Kamu sendiri bagaimana kabarmu?"


"Aku juga baik Sof,"


"Sof, kamu jadi ngekos ga? kalau jadi, kamu ngekos bareng aku saja kalau mau. Lagian kosanku cukup besar cukuplah untuk dua orang."


"Serius Nit, aku si pengen banget ngekos, tapi aku belum bilang sama keluarga. Aku bilang dulu sama mereka, nanti aku kabari lagi ya?" ucap Sofi.


"Ok Sof, aku tunggu kabar baiknya. Sudah dulu ya aku mau kembali kerja."


"Ya Nit, aku juga." Mereka mengakhiri teleponnya.


Aldi kembali ke meja kerjanya.


"Hah, lega."


"Kenapa Al, apanya yang lega." tanya Alena.


"Semua urusan dengan klien aku serahkan padamu lagi Sof, karena kamu tidak jadi nemenin Nona Monica. Itu tadi perintah bos, Aku bebas, hehe....Aku hanya di suruh mengatur jadwal meeting saja dengan klien."


Sudah ku duga, pasti begini. Sofi menghela nafas panjang, menyenderkan punggung dan kepalanya ke kursi yang sedang ia duduki.


"Harusnya tugas itu tetap kamu yang mengerjakan Al, kasian Sofi tiap hari sibuk." ucap Alena


"Sudah.. sudah tidak apa-apa, aku sudah terbiasa. Ini bukan kesalahan Al, ia hanya menuruti perintah bosnya."


"Tuh dengerin kata Sofi, Len. Tenang saja Sof kalau ada kesulitan aku akan selalu membantumu," ucap Al bersemangat.

__ADS_1


"Ahh, kamu mah membantu karena ada maunya Al," ucap Alena yang berdiri membawa laporan yang akan di berikan pada bosnya untuk di tandatangani.


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2