Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Kecemburuan Arka


__ADS_3

Malam yang di nanti tiba, mobil Zen sudah terparkir di pinggir jalan. Sekretaris Ken keluar dari mobil dan pandangannya ke arah gang sempit yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Ia masuk ke dalam gang menuju rumah Sofi. Tentunya Ken tahu betul letak rumah Sofi karena ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya Ken pernah ke sini untuk mencari tahu tentang Sofi dan keluarganya, yang pasti semua yang ia lakukan atas perintah bosnya. Zen hanya ingin tahu gadis seperti apa Sofi, karena Zen merasa Arka ada sesuatu dengan Sofi. Setiap yang Arka suka, Zen akan lebih menyukainya. Zen tidak ikut dengan Kenan, ia hanya menunggunya di dalam mobil.


Sementara Sofi, ia masih bersiap diri di dalam kamar.


Tok..tok.. bunyi ketukan pintu terdengar sampai ke kamar. Sofi yang selesai merapikan rambut terlihat sudah rapi. Ia keluar untuk mengecek siapa yang datang.


"Ehh sekretaris Ken, ini masih jam delapan kurang." Sekretaris Ken tersenyum menyeringai menunjukkan wajah dinginnya. Sofi tertegun melihat sekretaris Ken.


Sepertinya Rama jauh lebih ramah dari pada sekretaris Ken. Mungkin menyapanya jauh lebih baik.


"Selamat malam, sekretaris Ken?"


"Selamat malam nona Sofi. Apa nona sudah siap? Tuan Zen sudah menunggu di dalam mobil."


"Aku sudah siap, ehh tapi tunggu dulu ya. Aku ambil tas dulu."


Sofi kembali ke kamar untuk mengambil tas dan hp nya. Sebelum keluar kamar, ia mengecek hp nya terlebih dahulu. Terlihat satu pesan dari Rama.


Rama\= "Nona, tuan Arka ingin nona mengirimkan dokumen yang tadi siang di kerjakan, karena tuan membutuhkannya sekarang."


Apa! benar-benar keterlaluan. Di luar jam kerja masih saja menyuruhku. Sofi membalas pesan dari Rama.

__ADS_1


Sofi\= "Tolong bilang sama bos, aku akan mengirimnya setelah aku pulang. Maaf aku ada urusan penting."


Ahh sepertinya Rama sudah membaca pesanku. Dia tidak membalasnya, syukur deh. Ehh tidak membalas, jangan- jangan bos marah lagi. Ahh biarkan sajalah, biar aku urus nanti. Tidak enak sekretaris Ken pasti sudah lama menunggu. Sofi keluar kamar dan menghampiri Ken yang dari tadi sudah menunggunya di depan pintu.


"Maaf sekretaris Ken, membuat anda lama menunggu."


Bahkan ini sangat lama nona. Kalau bukan karena urusan dengan bos. Aku malas menunggu lama seperti ini! gumam Kenan.


"Tidak apa-apa nona, silahkan nona." Ken mempersilahkan Sofi untuk jalan duluan dan ia berjalan di belakang Sofi. Mereka keluar dari gang dan menghampiri Zen yang sudah menunggunya di dalam mobil.


Zen, melihat Sofi yang terlihat berbeda memakai gaun pemberiannya.


Tidak heran Arka mengagumimu. Di balik ke sederhanaanmu tersimpan banyak keunikan yang tidak di miliki oleh wanita lain. Kamu terlihat berbeda dari biasanya malam ini, gumam Zen.


Zen mengitari mobil dan duduk di samping Sofi. Ia menyuruh Kenan untuk melajukan mobilnya ke tempat tujuan.


***


Kediaman Arka


"Bagaimana Ram, apa ada balasan dari Sofi." Arka keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk piyama. Sebelum Arka mandi, ia menyuruh Rama mengirim pesan pada Sofi.

__ADS_1


"Nona Sofi lagi ada urusan penting tuan, ia akan mengirimnya setelah pulang."


"Beraninya dia mengabaikan perintahku! apa kamu sudah menyelidiki tentang kotak itu."


"Sudah tuan, aku dapat kabar dari bagian receptionis. Kotak yang di bawa nona Sofi adalah sebuah gaun yang di berikan tuan Zen untuk nona Sofi, Sekretaris Ken yang mengantarkannya langsung ke Wijaya grup."


"Sebuah gaun? untuk apa gaun itu. Apa kamu mengetahuinya Ram?"


"Aku tidak sengaja mendengar obrolan nona Sofi tentang ajakan makan malam dari tuan Zen."


"Apa!" Arka mengepalkan tangannya, perasaannya campur aduk. Antara cemburu dan tidak suka dengan Zen yang mendekati Sofi. Karena Arka tahu, bukan tanpa alasan Zen mendekati Sofi. Ia yakin Zen mendekati Sofi untuk balas dendam padanya.


Arka bergegas ke ruangan ganti untuk mengganti bajunya. Tak butuh waktu lama, ia keluar dengan menggunakan baju sehari-hari yang ia pakai. Arka mengajak Rama keluar untuk mengecek keberadaan Zen dan Sofi. Ia tidak mau terjadi apa-apa dengan Sofi.


"Rama, kira- kira mereka makan malam di mana?"


"Untuk tempatnya aku kurang tahu bos."


Arka berfikir untuk itu. Tiba-tiba ia mengingat satu tempat yang dulu sering di kunjunginya bersama Zen dan Sandra. Sebuah restoran pinggir sungai yang di hiasi dengan lampu warna warni dan air mancur yang terdapat di tengah sungai. Arka yakin Zen mengajak Sofi makan malam di situ.


"Baiklah Ram, kita ke situ saja." Tanpa bertanya lebih detail pun Rama tahu tempat yang di maksud. Arka sebelumnya sudah menceritakan semua hal tentangnya pada Rama, asisten kepercayaannya itu.

__ADS_1


Rama pun bergegas mengambil mobil. Ia mengantarkan bosnya ke tempat yang di perintahkan.


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2