
Zen sampai di villanya. Kenan sudah menunggunya di ruang tamu. Melihat bosnya datang Kenan bangun dan menundukkan kepala. Zen duduk di sofa dan mempersilahkan Kenan duduk kembali.
"Bagaimana dengan rencana kita," tanya Zen.
"Sudah saya atur tuan, tuan Niko menyetujui tawaran kita dan mau bekerja sama dengan kita."
"Bagus kalau begitu, segera kamu atur rencana selanjutnya. Aku serahkan padamu Ken," jawab Zen.
"Baik tuan, barusan tuan Zen dari mana?"
"Tadi saya keluar sebentar ada urusan," ucap Zen sambil tersenyum.
Kenan melihat raut wajah bosnya tidak seperti biasanya, senyumnya sumringah. Entah urusan apa yang membuat bosnya sepertinya bahagia sekali.
Apa karena ayahnya sudah tinggal di sini? atau mungkin karena hal lain.
Kenan mencoba menebak situasi yang ada. Namun dia tahu benar bosnya tidak pernah sebahagia ini.
🍁🍁🍁
Arka kembali ke kantor setelah menjenguk Monica. Ia langsung menghampiri Al dan menyuruhnya ke ruangan. Al langsung mengikuti bosnya dari belakang.
Arka masuk ke ruangan dan duduk di kursinya. Menyenderkan punggungnya ke kursi, matanya melihat ke langit-langit ruangan. Al berdiri di depan meja Arka. Menunggu bosnya yang masih terdiam. Al tahu bosnya sangat lelah karena pekerjaannya yang begitu banyak.
"Al, tolong lanjutkan laporanmu tadi."
"Baik bos, tuan Niko dari Nikolas grup mengajak kerja sama untuk proyek Wijaya grup. Ia mau berinvestasi besar untuk proyek itu."
Arka langsung bangun dari kursinya dan mendekati Al.
"Ini berita bagus Al, akhirnya kita punya investor juga untuk proyek kita setelah gagal bekerja sama dengan Leo grup. Aku harap kali ini tidak mengecewakan lagi."
"Mudah-mudahan bos, ohh ya tuan Niko ingin bertemu dengan bos untuk membicarakan lebih lanjut kerja sama kita."
"Segera atur jadwal Al, Sofi besok tidak ke kantor. Dia akan ku suruh menemani Monica di rumah sakit. Orang tua Monica tidak bisa pulang, jadi Monica sendirian tidak ada yang menemani. Kamu gantikan Sofi untuk mengatur semua itu."
"Baik tuan." jawab Al
"Ya sudah, kamu boleh kembali bekerja."
"Permisi, tuan." Al meninggalkan ruangan Arka.
Apes deh, aku yang di suruh mengurus semuanya.
Alena melihat Al keluar ruangan Arka dengan wajah cemberut langsung menanyakan ada apa gerangan yang terjadi padanya.
"Kenapa kamu Al?" tanya Alena."
"Aku harus mengurus semuanya menggantikan Sofi."
__ADS_1
"Ehh, emang Sofi kenapa? Sofi ga di pecat lagi kan?"
"Tidak, Sofi hari ini free dan besok harus nemenin Non Monica di rumah sakit."
"Ohh, kirain Sofi di pecat. Aku sudah khawatir sekali."
"Kamu tidak khawatir sama aku Len."
"Hehe... maaf deh Al, itu si derita luh." Alena tertawa dan pergi meninggalkan Al.
"Jahat kamu Len!!" seru Al.
Alena duduk di kursinya dan menelepon Sofi.
"Hallo, Sofi?"
"Hai Alena, kamu pasti kangen sama aku ya. Hayo ngaku," jawab Sofi.
"Pastinya dong, ga ada kamu ga rame Sof,"
"Ahh yang bener?"
"Serius deh, oiya besok kamu di suruh bos nemenin nona Monica di rumah sakit."
"Hah, nona Monica sakit apa?"
"Emangnya kamu baru tahu, ahh nanti juga bos ngasih tau."
"Tidak terjadi apa-apa, yang ada badanku pada cape, lelah, untung hari ini aku di kasih free."
"Bos di kantor ya?"
"Ciee.. ada yang kangen baru sebentar tidak ketemu?"
"Apaan si, mana mungkin aku kangen dengannya. Aku cuma kasian saja padanya, pulang dari perjalanan langsung kerja."
"Ya deh, ok deh Sof udah dulu ya. bentar lagi pulang nih."
"Ok, baiklah. hati-hati di jalan." Sofi menutup teleponnya."
🍁🍁🍁
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Kantor Wijaya grup sudah mulai sepi di tinggal pulang para karyawannya. Termasuk Arka yang tidak biasanya pulang jam 5. Mungkin karena kelelahan Arka pulang lebih cepat.
Rama mempersilahkan tuannya untuk masuk mobil yang sudah terparkir di depan pintu. Setelah bosnya masuk, ia langsung menutupnya kembali. Rama duduk di kursi pengemudi dan menjalankan mobil menuju rumah bosnya.
🍁🍁🍁
Kediaman Arka
__ADS_1
Seperti biasa setelah gerbang terbuka semua pelayan mendekati mobil majikannya dan melaksanakan tugasnya masing-masing.
Arka malam ini tidak ingin di ganggu, ia menyuruh pak Minto untuk memijatnya nanti malam. Badannya lelah dan kepalanya pusing. Membuatnya sedikit pucat. Namun Arka tidak mau di panggilkan dokter. Ia hanya perlu istirahat sebentar.
Arka masuk ke dalam kamar. Ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya. Arka keluar dari kamar mandi dan mengusap-usap rambutnya dengan handuk. Ia meraih hp nya yang ada di meja dan mengirimkan pesan kepada Sofi bahwa besok ia langsung ke rumah sakit untuk menemani Monica. Satu pesan sudah terkirim tapi belum ada balasan dari Sofi.
Ini perempuan kemana si, di wa ga langsung di balas.
Arka duduk di sofa sambil memainkan hp nya. Satu pesan wa masuk, ia langsung melihatnya. Balasan pesan yang ditunggu-tunggu nongol juga. Sofi mengiyakan perintah bosnya. Arka mencoba mengetik lagi untuk membalas wa Sofi tapi baru di ketik langsung di hapus, ketik lagi langsung di hapus lagi begitu terus. Entah apa yang ada di pikirannya. Akhirnya ia keluar dari no wa Sofi dan menelepon pak Minto untuk datang ke kamarnya.
Tak lama menunggu pak Minto mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar, ia sudah memegang minyak untuk memijat. Minyak yang di racik langsung olehnya, aromanya berbeda dari minyak yang biasa orang pakai untuk memijat.
"Permisi, tuan."
"Iya pak Min."
Arka langsung tengkurap di atas tempat tidurnya, sudah tidak sabar di pijat pak Minto. Pijatannya sangat enak membuatnya cepat larut dalam mimpinya. Pak Min meninggalkan kamar Arka, setelah tahu majikannya sudah terlelap.
Sania keluar dari kamar dan melihat pak Minto keluar dari kamar kakaknya.
"Pak habis ngapain?"
"Habis memijat tuan Arka."
"Hah, kak Arka sudah pulang? tumben sekali dia pulang cepat."
"Aku samperin ahh."
"Maaf nona, tuan Arka sudah tertidur setelah di pijat. Lebih baik nona jangan mengganggunya."
"Tidak seperti biasanya tidur cepat, baik lah." Sania pergi meninggalkan pak Minto. Ia menuruni tangga dan menuju meja makan.
Mau ga mau deh makan malam sendirian
Sania duduk di meja makan. Matanya tertuju pada lelaki yang sedang duduk di ruang tamu.
Itukan Rama, ngapain dia masih di sini. Biasanya ia pulang kalau bosnya sudah tidur.
Sania bangun dan menghampiri Rama.
"Eheem... " Rama melirik Sania sebentar dan pandangannya fokus lagi ke hp nya.
"Tumben masih di sini, biasanya langsung pulang kalau kak Arka sudah tidur."
"Nona sebaiknya makan saja, tidak baik seorang gadis makan larut malam.
Ehh kenapa dia malah menasehatiku. Lagian kan masih jam setengah 8 belum malam-malam banget. Ahh sudahlah bicara dengannya seperti bicara sama tembok.
Sania meninggalkan Rama dan kembali ke meja makan.
__ADS_1
Bersambung ❤️❤️❤️