
"Kamu turuti saja kata-kataku dan jangan membantah. Lagi pula tidak akan terjadi apa-apa. Jadi perempuan jangan kepedean. Walaupun menginap di hotel dan tinggal satu kamar itu bukan berarti aku akan melakukan sesuatu yang buruk padamu?
Emangnya kalau jadi bos bisa bersikap seenaknya apa. Apa tadi dia bilang, satu kamar berdua!! apa dia kehilangan akal sehatnya? apa yang dia pikirkan, tidur dengannya? Sofi menghela nafas sambil berkacak pinggang.
Apa!! satu kamar, emangnya tidak bisa pesan dua kamar." tanya Sofi
"Kamu tanyakan sendiri saja pada receptionist, dan jangan sekali-kali berkacak pinggang di depanku, dasar tidak sopan." jawab Arka
Sofi tidak begitu peduli dengan ucapan Arka, ia menuju receptionist untuk menanyakan langsung. Dan benar saja kamar di hotel ini tidak banyak dan sudah ada yang mengisi semua, tinggal satu kamar yang tersisa.
Bagaimana ini, apa aku akan membiarkan diriku satu kamar dengannya?
Arka melangkahkan kaki menuju kamar yang sudah ia pesan, diikuti dengan langkah kaki asistennya yang dari tadi masih memikirkan sesuatu. Sofi menggigit bibir bawahnya, menyapu rambutnya yang terurai. Ia melepaskan nafas panjang dengan mulut membulat. Sofi mengambil hp nya dan melakukan panggilan. Dia khawatir ayah dan adiknya akan cemas memikirkannya karena tidak pulang semaleman ini.
Arka berhenti tepat di kamar no 156, dan membuka pintu. Sofi yang sudah selesai telepon berdiri mematung di belakang bosnya.
__ADS_1
"Hei!! kamu melamun ya? buang jauh-jauh apa yang ada di pikiranmu dan cepatlah masuk," seru Arka dari balik pintu kamar.
"Baiklah," jawab Sofi pasrah.
Arka menjatuhkan badannya di sofa, duduk bersandar melepaskan kelelahan.
"Sudah kamu mandi saja sana, pergi seharian ini kamu belum mandi kan?"
Selama ini dia tidak pernah dekat dengan perempuan, walaupun kamu tampan, sukses, pria yang jarang aku temui, tapi tak segampang itu kamu mendapatkanku. Lagian aku sama sekali tidak tertarik padamu.
"Masih mematung di situ!!" Arka menghampiri Sofi dengan tatapan tajam membuat Sofi mengeluarkan keringat dingin, menyilangkan tangannya ke depan menutupi bagian dadanya. Arka semakin mendekat ke arah Sofi menyisahkan jarak setengah meter saja, membuat Sofi menutup matanya dan badannya sedikit gemetar. Tiba -tiba Arka menyentil jidat Sofi.
"Ya baiklah," jawab Sofi mencoba untuk menghilangkan ketakutannya. Ia langsung lari ke kamar mandi. Melihat wajahnya di depan kaca yang tersedia di dalam kamar mandi.
Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan nanti. Ya Allah mudah-mudahan dia tidak akan berbuat yang macam-macam padaku, gumam Sofi.
__ADS_1
Sofi segera mandi, membersihkan badannya yang terasa lengket karena seharian beraktivitas. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Sofi keluar kamar mandi. Melihat dari jauh Arka yang sedang tertidur di sofa, ia menghampirinya melihat dengan jelas wajah bosnya yang sekalipun tidur masih tetap terlihat tampan, Sofi sedikit tersenyum. Setelah puas menatap bosnya yang tertidur pulas dengan mulut terbuka, ia mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat maghrib. Sofi masih belum berani membangunkan bosnya untuk mengajaknya sholat.
Setelah sholat, Sofi membuat teh hangat dan duduk di sofa sambil menonton tv. Arka membuka matanya dan melihat asistennya sedang tertawa melihat acara di tv.
"Apa bagusnya acara itu membuatmu begitu bahagia," ucapnya mengagetkan Sofi.
"Ehh tuan sudah bangun? bagaimana tidurnya, mimpi indah tidak?" Ledek Sofi
"Aku ketiduran di sini, benar saja badanku pada sakit. Aku mau mandi dulu, kamu lanjutkan saja tertawamu itu. Awas jangan sampai kebablasan." Arka masuk kamar mandi namun suara tertawanya masih terdengar.
Bukan aku yang gila, tapi kamu bos. Dasar aneh!!
Tak lama kemudian, Arka keluar kamar mandi dan mengambil wudhu untuk sholat. Sofi melihat bosnya sholat hatinya merasa senang.
Ehh ada apa ini, bukannya dia muslim kan sholat memang kewajiban. Kenapa aku merasa senang seperti ini melihatnya sholat.
__ADS_1
Setelah selesai sholat, Arka duduk di Sofa dan menyuruh Sofi membuatkan teh hangat untuknya. Sofi pun bergegas ke dapur untuk membuatnya. Arka menelepon salah satu layanan pemesanan makanan online, karena perutnya sudah merasa lapar.
Bersambung ❤️❤️❤️