
Satu panggilan dari layar Hp Sofi dari Anita.
"Sofi, bagaimana kabarmu?
"Aku baik-baik saja Nit, terima kasih ya sudah meneleponku."
"Kamu lagi di mana Sof?" tanya Anita.
"Aku sedang di kantor, oiya hampir saja aku lupa memberi taumu, aku sudah bekerja di perusahaan yang kamu rekomendasikan ke aku waktu itu."
"Wah syukur deh, akhirnya penantian panjangmu membuahkan hasil."
"ini berkat kamu Nit."
"Ahh kamu terlalu memuji, itu rezeki kamu Sof, oiya aku dengar ayahmu di rawat ya?"
"Iya kemaren Sof, tapi sekarang Alhamdulillah sudah sehat dan sudah pulang ke rumah."
"Alhamdulillah kalau begitu."
"Ya sudah Nit, aku mau ke ruangan bosku dulu ya, gampang nanti kita telponan lagi." Sofi pun menyudahi teleponnya dengan Anita.
Sofi menemui Arka di ruangannya. Arka menyuruh Sofi menemaninya menghadiri jamuan makan siang bersama para kliennya di sebuah restoran mewah yang cukup jauh dari kantornya.
Monica yang mendengar kabar itu, langsung menemui Arka. Monica bingung dengan sikap Arka pada Sofi akhir-akhir ini.
"Ka, kenapa kamu mengajak Sofi ke jamuan makan siang bersama para pengusaha terkenal."
"Kenapa?" jawab Arka.
"Aku tidak mengerti dengan sikap kamu sekarang, kenapa harus Sofi yang kamu ajak? kenapa kamu tidak mengajak...?? sudahlah lupakan." Monica tidak melanjutkan ucapannya.
"Dia asistenku, jadi aku berhak mengajaknya kemana saja."
__ADS_1
"Kenapa kamu jadi seperti ini, kemarin kamu menerima Sofi kerja lagi di sini setelah kamu memecatnya. Padahal dalam sejarah Arka putra wijaya tidak pernah memaafkan karyawan yang sudah berbuat kesalahan dan membuatmu marah. Tapi Sofi? kamu sudah berubah ka, bahkan kamu sudah tidak menghargaiku lagi. Kamu tidak menganggapku lagi."
"Kamu tetap teman baikku. Aku selalu menghargai semua pendapatmu."
Monica pun meninggalkan Arka dengan raut wajah kecewa padanya.
Arka menghubungi Rama untuk mengantarkan baju untuk Sofi.
"Nona... ini baju yang harus nona pakai untuk acara makan siang. Tuan sudah menunggu nona di mobil."
"Ya baiklah." Sofi pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya dengan gaun yang di berikan bosnya.
Tak lama Sofi pun turun ke bawah dengan menggunakan gaun berwarna putih yang sangat cocok di badannya. Sofi menemui Arka yang sudah menunggunya di dalam mobil.
Dari kaca mobil Arka melihat Sofi berjalan menghampirinya.
Ternyata dia lumayan juga, gumamnya sambil sedikit tersenyum.
"Silahkan masuk nona." ucap Rama sembari membukakan pintu mobil. Sofi masuk ke dalam mobil dan menyapa Arka. Kemudian Rama membawa mereka ke restoran tujuan.
2 jam kemudian sampailah di restoran tujuan. Sofi kagum melihat megahnya restoran itu.
Arka dan Sofi turun dari mobil dan berjalan ke dalam restoran, sedangkan Rama pergi memarkirkan mobil.
"Di sini banyak para bos dan aku hanya seorang asisten," ucap Sofi merasa tidak pantas berada di sini.
"Di sini semuanya orang hebat, posisi saya rendah aku cukup duduk di sudut sana saja," lanjutnya.
"Kamu harus ingat, kamu adalah asistenku jadi kamu harus menurutiku," ucap Arka.
Mereka pun duduk bersama dengan para pengusaha terkenal dari berbagai kota.
"Terima kasih semuanya, bersulang untuk kita semua." ucap tuan Li.
__ADS_1
"Terima kasih tuan."
"Ayo di makan selagi masih panas," lanjutnya.
"Nona makanlah cepat jangan sungkan," ucap salah satu tamu pada Sofi.
Sofi pun makan dengan lahap dan para tamu melihat ke arah Sofi yang tidak berhenti melahap makanan yang ada di meja.
"Ayo tambah lagi, makan yang banyak," ucap Arka pada Sofi dengan ekspresi yang tidak suka melihat tingkah Sofi.
"Terima kasih," jawab Sofi.
"sayuran ini enak, dagingnya juga ini, ayo habiskan semua." lanjut Arka tersenyum sinis melihat Sofi.
Sofi pun mengunyah makanan sambil tersenyum melihat Arka. Dia tahu bosnya kesal dengannya.
Para tamu yang satu meja memperhatikan Arka dan sofi sambil tersenyum. Mereka pun menikmati jamuan makan siang.
Tuan Li pamit pada para tamu. Tuan merupakan salah satu klien bisnis tuan Wijaya.
"Baiklah aku pergi dulu, kalian makan dan mengobrol saja dengan santai."
"Hati-hati di jalan tuan," jawab salah satu tamu.
"Terima kasih tuan Li, sampai jumpa." Jawab tamu lainnya.
Para tamu undangan pun keluar dari tempat jamuan makan siang. Mereka saling menyapa dan pulang.
"Kalau begitu aku juga pamit pulang dulu," ucap Sofi pada Arka.
"Ehh tunggu, kamu mau kemana?" kamu tetap di sini, bos belum pergi kamu asisten tidak boleh pergi duluan." ucap Arka sambil berjalan pergi meninggalkan Sofi dan tersenyum lebar.
"Wahh dasar nyebelin, kenapa kamu malah meninggalkanku, gerutu Sofi kesal."
__ADS_1
🍁 Bersambung ❤️