Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Hari yang melelahkan


__ADS_3

Setelah selesai istirahat Sofi kembali bekerja. Alena yang dari tadi menunggunya menyuruhnya untuk cepat duduk dan melanjutkan mempelajari laporan keuangan perusahaan sebelum Arka kembali ke ruangannya.


Alena non muslim, sedangkan Sofi muslim jadi setelah makan siang Sofi sholat dhuhur dulu.


"Ayo Sof cepat sedikit masih banyak yang harus kamu pelajari."


"Ya Len sebentar, aku tidak terbiasa dengan sepatu high heels ini bikin susah jalan, merepotkan."


Alena pun mengajari Sofi dengan telaten sampai Sofi mengerti dan memahami tentang laporan keuangan.


Dari kejauhan terlihat Arka yang berjalan menuju ruangannya. Segera Aldi memberi tahu Sofi untuk cepat merapikan dokumennya.


"Ayo Sofi rapikan dokumenmu, sebelum tuan Arka sampai ke sini dan menyuruhmu ke ruangannya," seru Aldi pada Sofi.


Dan benar saja Arka berhenti di depan meja kerja Sofi dan menyuruh ke ruangannya segera. Sofi pun mengiyakan dan langsung membawa dokumen laporan keuangan membuntuti Arka dari belakang.


"Sekarang tidak ada alasan lagi. Aku sudah memberikan waktu banyak untukmu untuk mempelajari laporan keuangan perusahaan ini. Dan saya mau kamu mempresentasikanny sekarang."


"Baik tuan," ucap Sofi.


Sofi mempresentasikan laporan keuangan perusahaan tiga bulan terakhir didepan Arka.


Namun Arka kurang puas dengan cara Sofi mempresentasikannya.


"Kalau cara kamu seperti itu tidak ada yang percaya dengan laporanmu. Kamu harus lebih tegas dan percaya diri dalam mempresentasikan. Baiklah aku memakluminya, karena kamu karyawan baru di sini. Tapi ingat besok kamu harus lebih baik lagi. Besok jam 10 kamu ikut rapat bersamaku. Jangan sampai lupa, siapkan semuanya," ucap Arka menegaskan.


"Baik bos, permisi...." Ucap Sofi meninggalkan ruangan Arka.

__ADS_1


"Tunggu dulu, aku belum selesai ngomong."


"Ada apa lagi bos."


"Mulai besok kamu antarkan minuman ke ruanganku."


Apa, hah!! Sofi kaget dengan ucapan Arka.


"Kenapa? berani menolak perintahku!!" seru Arka.


"Tentu saja tidak berani. Baik tuan, permisi?" jawab Sofi.


Mana mungkin ada yang berani menentangmu, kecuali kalau sudah tidak betah lagi kerja di sini.


Sofi pun kembali ke tempat kerjanya. Alena dan Aldi sudah menunggunya. Penasaran bagaimana hasil presentasinya. Lebih tepatnya bagaimana reaksi Arka dengan presentasi yg Sofi tunjukkan padanya.


"Dari ekspresimu sepertinya tidak terlalu buruk," ucap Al menebak.


"Sok tahu kamu Al," timpa Alena.


"Sudah-sudah tidak penting juga membahas big bos yang angkuh dan ngeselin itu. Besok aku ikut rapat bersamanya. Dan dia juga menyuruhku untuk membuatkan minum untuknya setiap hari mulai besok."


"Cie...cie...," ledek Al pada Sofi.


"Plak..," tangan Alena mengeplak pundak Al.


"Aww..sakit tahu Len," keluh Al kesakitan.

__ADS_1


Mereka pun kembali bekerja. Sofi berterima kasih kepada Alen karena sudah membantunya mempelajari laporan keuangan.


"Terima kasih Len, kalau kamu tidak telaten mengajariku pasti aku sudah habis kena Omelan. Walaupun tetap saja tuan Arka masih kurang puas dengan presentasiku tapi setidaknya dia masih memaklumiku karena aku karyawan baru di sini."


"Tidak usah sungkan Sof, kita kan Sekarang teman. Aku pasti bantuin kamu," ucap Alena sambil tersenyum.


Sofi pun memeluk Alena teman barunya itu. Walaupun baru kenal tapi mereka langsung akrab.


Arka mendapatkan telepon dari Monica. Bahwa dia besok sudah mulai masuk kerja, tidak jadi mengambil cuti tambahan.


Alhamdulillah hari ini selesai. Sofi membereskan meja kerjanya dan bergegas pulang.


"Sof, Alen...aku pulang dulu ya?" seru Al pamit pulang.


"Ya Al, hati-hati di jalan," jawab mereka kompak.


"Ayo Sof kita keluar bareng," ajak Alena.


"Yuuk...," jawab Sofi.


Hari ini hari pertama Sofi bekerja. Hari yang melelahkan baginya. Sofi pulang ke rumah menggunakan ojek online pesanannya.


Sesampainya di rumah Sofi disambut oleh Ibu tirinya yang entah kenapa tiba-tiba bersikap baik padanya. Perubahan sikapnya membuat Sofi bingung. Tapi Sofi merasa senang.


Hari ini Sofi di bebas tugaskan dari pekerjaan rumah. Jadi Sofi bisa istirahat lebih cepat.


🍁 Pengalaman adalah guru terbaik. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Dan besok harus lebih baik dari hari ini. Tetap semangat menjalani hidup walau apa pun yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2