Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Terlambat


__ADS_3

Hari ini Wijaya grup mulai ramai lagi dengan para karyawan yang sudah mulai masuk kerja setelah libur cuti bersama.


"Jam berapa ini!! Sofi belum datang juga." Ucap Arka pada staffnya sambil melihat jam tangan yang di pakainya.


"Katakan pada Sofi untuk langsung ke ruanganku saat dia datang."


"Baik tuan," ucap Alena.


"Aduh Al kemana Sofi, jam segini belum datang juga. Di telponin tidak di angkat. Sudah sepuluh menit dia telat, tapi belum kelihatan juga batang hidungnya."


"Tuh si Sofi datang," ucap Al. Semua staff fokus melihat ke arah Sofi.


"Sofi, akhirnya kamu datang juga. Bos mencarimu tadi. Kenapa kamu telat Sof?"


"Maaf Len, ojek online yang mengantarkanku ban motornya bocor di perjalanan. Terpaksa deh aku harus menunggunya sampai selesai menambal ban di bengkel."


"Ya sudah taruh tasmu dan langsung ke ruangan bos Sebelum bos marah besar."


"Ya baiklah," ucap Sofi menghela nafas panjang. Membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya.


"Permisi tuan?"

__ADS_1


"Kamu terlambat lima belas menit," jawab Arka dengan tatapan tajam.


"Maaf pak, tadi ban motor ojek online yang mengantarkanku bocor."


"Alasan!!" ucap Arka yang tidak menerima alasan apapun.


Lagian kan cuma Lima belas menit telatnya, gumam Sofi.


"Belajarlah menghargai waktu, jangan pernah meremehkan sedetik pun waktu yang kamu lewatkan, karena kamu tidak pernah tahu bahwa sedetik pun kamu telat bisa mebuatmu kehilangan semuanya," ucap Arka.


Ehh, kenapa dengan kata-katanya? seperti seorang motivator saja yang sedang memberikan motivasi. Lagian cuma telat Lima belas menit saja perhitungan sekali.


Arka memang terkenal sangat disiplin dalam kehidupannya, baik tentang pekerjaan maupun urusan pribadinya. Dia tidak bisa mentoleransi sebuah waktu yang terbuang sia-sia. Dia selalu memanfaatkan semua waktu yang ia lewati.


Dia paling benci dengan orang yang tidak tepat waktu dalam bekerja. Arka sangat profesional dalam bekerja bahkan dia tidak pernah mencampur adukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadinya.


Namun berbeda pada saat ini, Ia berhadapan dengan Sofi. Dia terlihat tidak profesional.


"Ok, kali ini aku maafkan. Tapi ingat, aku tidak mau kamu terlambat lagi apapun alasannya."


"Ah iya tuan, aku tidak akan mengulanginya lagi."

__ADS_1


Kenapa dia kelihatan lebih manis saat merasa ketakutan, gumam Arka saat melihat raut ketegangan di wajah Sofi.


Sofi meninggalkan ruangan bosnya dan membuatkan kopi latte kesukaannya. Kemudian Sofi kembali lagi untuk mengantarkan kopi itu.


"Hari ini aku tidak ingin minum kopi, buatkan aku secangkir teh," ucap Arka.


Hah!! apa-apaan dia, kenapa tidak dari tadi bilangnya. Jadi bolak balik kan.


"Ya, baiklah. Sofi pun membuatkan lagi minuman untuk bosnya. Setelah mengantarkannya, Sofi kembali ke meja kerjanya.


🍒🍒🍒


Ruangan Monica


Arka menghampiri Monica di ruangannya.


Memberikan laporan perusahaan yang harus dikerjakannya. Monica kelihatan tidak senang dengan kedatangan Arka. Monica tahu apa yang terjadi tadi. Arka memaafkan kesalahan Sofi begitu saja. Entah kenapa hati Monica terasa ada yang sakit.


Monica senang dengan perubahan Arka yang jauh lebih baik. Tapi Monica tidak suka perubahannya karena Sofi. Menurutnya Perhatian Arka padanya berubah semenjak kedatangan Sofi di Wijaya grup.


Bersambung ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2