Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Melihat sunset


__ADS_3

Semua karyawan di Wijaya grup sangat bersemangat karena mereka akan cuti bersama selama 2 hari.


"Yeeaayyy, akhirnya cuti bersama pun tiba.


Sofi, gimana kalau kita pergi bersama besok," ajak Alena.


"Boleh juga, kemana ya enaknya?"


"Gimana kalau kita pergi ke spa saja. Di sana kita di pijat, berendam air hangat dengan taburan bunga pasti rasanya akan sangat menyenangkan sekali."


"Ok, kita besok ke spa saja.


"Siip," jawab Alena.


Tak terasa seharian ini dilalui dengan cepat tanpa drama, mungkin karena besok cuti bersama jadi bigbos tidak memberi banyak tugas.


"Ok Len, aku pulang dulu ya. Sampai jumpa," ucap Sofi.


"Sampai jumpa besok Sof," jawab Alena.


Sofi menuruni tangga dan keluar dari kantor.


Sofi berdiri dekat jalan melihat dari kejauhan Arka sedang bicara dengan Rama asisten pribadinya. Seketika Arka memergoki Sofi yang sedang memperhatikan dirinya.


Bagaimana ini, aku malu. Sofi menjejakkan kakinya berulang di area jalan tempatnya berdiri. Sofi pasang wajah sok tidak tahu saja.


Arka menghampiri Sofi.


Kenapa dia berjalan ke sini, bagaimana aku bisa bersikap seperti biasa saja. Sofi menghembuskan nafas pelan dan perlahan menghilangkan rasa gugupnya.


Rama berhenti tepat di tempat mereka berdiri.


Arka pun masuk ke dalam mobil.


Syukurlah Rama datang disaat yang tepat.


Masuk!! Arka memberikan perintah pada Sofi saat dia sudah duduk di dalam mobil di belakang kemudi.


Ehh kenapa dia menyuruhku masuk, gumam Sofi.


Tanpa bertanya sepatah kata apapun Sofi mengikuti perintah Arka masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Arka.

__ADS_1


Mobil melaju dengan cepat meninggalkan Wijaya grup. Sofi melirik Arka dan pengemudi mobil yang tak bergeming sama sekali.


Apa sepanjang jalan mereka akan diam begini, apa harus aku yang mulai pembicaraan, tapi aku harus bicara apa ya?


Tiba-tiba Sofi terkejut melihat jalan yang bukan menuju arah rumahnya.


"Tuan Arka, kita mau kemana?"


Arka melirik ke arah Sofi tanpa mengucapkan apapun. Seketika Sofi langsung menundukkan kepalanya dan menutupi mukanya dengan tas yang ia pegang.


Tatapannya tajam sekali, membuatku takut saja.


Sampailah mereka ke bibir pantai yang ombaknya menari-nari menampar pantai. Laut sangat menenangkan walaupun di lihat dari kejauhan. Anugerah Tuhan yang sangat luar biasa yang patut untuk kita syukuri. Apalagi saat hatimu sedang dalam kegundahan melihat air laut di pinggir pantai sudah membuat hatimu nyaman dan tenang.


"Kita berhenti di sini, ucap Arka." Arka pun turun dan berjalan menuju bibir pantai.


Untuk apa dia mengajakku ke sini, buang-buang waktuku saja, ini kan sudah di luar jam kerja, gumam Sofi.


"Heyy!! kenapa kamu masih di situ, cepat kemarilah." Seru Arka.


"Ya, baiklah." Ucap Sofi sambil menghampiri Arka.



"Wahh sunset, indahnya??"


"Tiba-tiba Arka mendekati Sofi.


Ehh, kenapa dia mendekatiku


Sofi langsung lari, dan Arka mengejarnya.


"TuanArka apa yang kamu lakukan," teriak Sofi.


"Aku akan mengejarmu sampai ke manapun kamu lari," jawab Arka.


Wahh.. bos sudah tidak waras ya, bahkan tingkahnya seperti anak kecil. Dia tidak sadar apa, asistennya sampai tertawa geli melihatnya. Kelihatan aneh si Rama ketawa begitu, biasanya dia hanya bisa diam. Ada apa dengan kalian? kenapa menunjukkan sikap tidak biasanya di depanku.


"Stop!!" Sofi berhenti, nafasnya terengah-engah. Arka pun berhenti tepat di depannya.


"Aku capai tahu!! lagian ngapain juga kita main kejar-kejaran." lanjut Sofi.

__ADS_1


Arka menarik tangan Sofi dan mengajaknya lari bersama.


"Ehh...,"ucap Sofi kaget.


"Sekarang kita tidak kejar-kejaran lagi, kita lari bersama." teriak Arka


"Tuan Arka, aku cape!!"


Mereka pun berhenti dan mengatur nafas yang tidak teratur setelah berlari. Menjelang maghrib, mereka duduk di saung dekat pantai. Melihat matahari yang mulai terbenam.


Sesungguhnya keindahan alam adalah bukti kekuasaanNya.


Adzan magrib pun berkumandang, lantunan suara adzan terdengar begitu merdu.


"Alhamdulillah, sudah adzan magrib," ucap Sofi.


"Maaf Tuan Arka, boleh aku bertanya sesuatu?" lanjut Sofi.


"Tentu saja boleh," jawab Arka.


"Tuan Arka muslim atau bukan?" tanya Sofi.


"Ya, aku muslim. Tapi??" Arka tidak melanjutkan ucapannya.


"Tapi kenapa??


"Aku tidak terbiasa sholat." jawab Arka lirih.


Melihat muka Arka yang tertunduk malu, Sofi merasa tidak enak sudah menanyakan hal tersebut pada bosnya.


"Bukankah kewajiban kita sebagai umat Islam harus menunaikan sholat 5 waktu dalam sehari. Maaf, tidak ada maksud untuk menggurui. Tapi sebagai sesama muslim kita wajib saling mengingatkan.


"Ya, terima kasih Sof sudah mengingatkanku," Arka tertegun mendengar ucapan Sofi.


"Baiklah, aku tinggal ke masjid dulu ya.


"Tunggu, Aku mau ikut sholat," ucap Arka.


"Ayo," ajak Sofi sambil tersenyum. Sofi senang bosnya mau ikut sholat dengannya.


Akhirnya tuan Arka ada yang menuntunnya untuk melaksanakan sholat, gumam Rama yang membuntuti mereka dari belakang.

__ADS_1


🍁 Jika pekerjaan adalah alasanmu melalaikan sholat, maka tidak ada keberkahan dari penghasilan yg kamu peroleh dari pekerjaanmu itu.


Dukung Author terus ya readers ❤️❤️❤️


__ADS_2