
Rumah sakit
Arka duduk di kursi yang berjejer di depan kamar pasien di rumah sakit. Arka terlihat lebih tenang, di bandingkan Sofi yang dari tadi mondar-mandir tidak tenang sambil sesekali melihat dari kaca pintu kamar di mana pak Soni di rawat. Sofi khawatir memikirkan keadaan pak Soni.
"Tuan Arka, aku benar-benar tidak melakukan apapun. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, kenapa pak Soni mendadak pingsan setelah berteriak memanggil nama Zen. Maaf," ucap Sofi merasa bersalah.
Arka bangun dari tempat duduknya dan berdiri tepat di depan Sofi, memegang pundak asistennya yang dari tadi merasa cemas karena merasa bersalah.
Ehh apa-apaan ini, mencari kesempatan dalam kesempitan. Untung saja hatiku sedang berdamai dengan keadaan. Kalau tidak! tentu saja aku menolak kamu memegang pundakku. Hemm, dasar kura-kura, gumam Sofi.
"Tidak ada hubungannya denganmu. Tidak apa-apa, jangan khawatir aku di sini,"
Dokter keluar dari kamar pasien, menghampiri Arka dan Sofi.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Arka.
"Untung kalian mengantarkannya tepat waktu, jd bisa di selamatkan. Tapi pasien punya tekanan darah tinggi masih perlu di rawat di sini untuk beberapa hari."
"Baik dok, terima kasih."
"Apakah tuan dan nona keluarga pasien? kalau benar silahkan untuk mengurus administrasi pasien."
"Aku adalah teman keluarga pasien," jawab Arka.
"Kalau begitu hubungi keluarga pasien, suruh mereka mengurus administrasi dan merawat pasien."
"Keluarga pasien mungkin berada di luar negeri sekarang."
__ADS_1
"Meski begitu tuan harus memberi tahu mereka," lanjut dokter.
"Aku yang akan menanggung semua biaya pasien. Sofi cepat pergi urus administrasi," perintah Arka.
"Baik," Sofi langsung lari ke bagian administrasi untuk mengurusnya.
"Ya sudah saya permisi dulu." Dokter pergi meninggalkan Arka.
Arka duduk kembali di kursi. Menundukkan kepalanya, mengusap wajahnya dengan kedua tangan sembari menghela nafas dan menyenderkan badannya ke belakang kursi.
🍁🍁🍁
Bagian administrasi rumah sakit
Sofi selesai mengurus semua biaya rumah sakit. Tangan kirinya memegang kwitansi bukti pembayaran, sedangkan satu tangannya lagi mengambil hp yang ada di tasnya dengan pandangan masih tertuju ke beberapa kertas yang di pegangnya. Tak sengaja Sofi menjatuhkan dompetnya dari dalam tas. Sofi yang tidak sadar dompetnya terjatuh, terus berjalan sambil menelepon seseorang. Entah siapa yang di teleponnya.
🍁🍁🍁
Zen, tuan muda dari keluarga Anggara yang sudah lama tinggal di luar negeri karena sesuatu hal, kini telah kembali. Namun kembalinya Zen tidak di ketahui oleh Arka.
Zen masuk ke dalam rumah sakit, langkahnya yang terburu-buru langsung menuju ke bagian receptionist yang letaknya tak jauh dari bagian administrasi.
"Barusan apakah ada pasien yang bernama Soni Anggara di antarkan ke sini? tanya Zen pada staff receptionist.
"Anda tunggu sebentar tuan, saya cek dulu."
__ADS_1
🍁🍁🍁
Sofi sampai di kamar pasien, menghampiri Arka yang sudah berdiri melihat keadaan tuan Anggara dari balik kaca pintu.
"Tuan, aku sudah menyelesaikan semua biaya rumah sakit tuan Anggara, termasuk biaya perawatan untuk beberapa hari."
"Kalau begitu ayo kita pergi."
"Hah, kenapa kita tidak menunggu sampai tuan Anggara bangun? Apakah sudah menghubungi keluarganya?"
"Keluarganya tidak mau melihat kita."
"Apa kalian ada dendam?" lanjut Sofi.
"Ya," jawab Arka. Ia melangkahkan kakinya meninggalkan kamar itu. Sofi mengikuti bosnya dari belakang tanpa bertanya lagi.
Zen sampai di kamar ayahnya. Melihat ke arah Arka dan Sofi yang belum begitu jauh. Terdiam di depan pintu sambil melihat dompet yang di temukannya tadi di dekat receptionist. Arka tidak mengetahui kedatangan Zen.
Arka dan Sofi keluar dari rumah sakit. Perjalanan kali ini tidak di kawal Rama asisten pribadinya. Hanya Arka dan Sofi saja. Arka membawa mobilnya menuju salah satu hotel yang tidak begitu jauh dari rumah sakit.
"Tuan, untuk apa kita ke hotel, apakah kita harus menginap satu malam?" tanya Sofi.
"Tuan Anggara masih di rumah sakit, aku masih khawatir. Kita pergi setelah melihat keadaannya besok. Pastikan tidak ada masalah dulu baru pulang."
"Kita bisa pulang dulu dan datang lagi besok, atau aku sendiri pulang dengan naik bus dan datang lagi besok," ucap Sofi.
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1
Hai readers... dukung Author terus ya dengan like, komentar, dan vote
Terima kasih 😊