Bosku Yang Angkuh

Bosku Yang Angkuh
Menemui Sofi


__ADS_3

Malam ini Arka tidak bisa tidur. Banyak hal yang melintas di pikirannya. Proyek yang sudah lama ia rancang belum bisa terwujud.


Arka harus mencari investor baru yang mau bekerja sama dengan dirinya untuk proyek baru Wijaya grup.


Nama Sofi terlintas di pikiran Arka. Ia fikir semua ini bukan kesalahan Sofi. Mungkin pak Leo bukan orang yang tepat untuk di ajak kerja sama. Arka jadi merasa bersalah pada Sofi. Sofi berhak di beri kesempatan kerja lagi di Wijaya grup. Karena menurut Arka, Sofi orang yang pintar dalam membuat laporan. Walaupun terkadang dia suka teledor.


Setelah memikirkan semuanya, Arka baru bisa memejamkan mata.



Malam sunyi senyap bertaburkan bintang


Membawa suasana hati yang tak mampu ku ungkapkan


Sinar bintang begitu cemerlang


Hanya malam yang memberikan ketenangan dalam Kegalauan


🍁🍁🍁


Malam pun berlalu berganti menjadi pagi.


Para pelayan di rumah Arka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Walaupun hari minggu, Rama tetap bekerja untuk Arka. Hari ini bosnya minta diantarkan ke suatu tempat. Rama datang lebih cepat dari biasanya sesuai perintah Arka.


Arka yang keluar dari kamar sepagi ini membuat Rama dan para pelayan di rumahnya bingung dan terkejut.Tidak biasanya bosnya bangun sepagi ini. Tapi mereka tidak ada yang berani menanyakan perihal itu. Karena takut Arka marah.


"Ram, aku sarapan dulu," ucap Arka.


"Baik tuan," jawab Rama.


Pak Minto datang menghampiri Arka.


"Tuan, silahkan ke meja makan sarapan sudah siap."


"Ya pak min," jawab Arka.


Arka berjalan menuju meja makan, Rama pun mengikuti bosnya dari belakang.


"Kamu sudah sarapan belum, Ram?" tanya Arka.


Rama kaget dengan pertanyaan Arka. Biasanya bosnya tidak pernah peduli dengan siapa pun yang ada di sampingnya ketika makan.


"Sudah tuan," jawab Rama sedikit tersenyum.


Hari ini Arka bersemangat sekali. Seperti ada sesuatu yang istimewa. Tapi semua orang tidak ada yang tahu kenapa Arka bersikap seperti itu tidak seperti biasanya.


Setelah selesai sarapan, Arka langsung mengajak Rama untuk mengantarkannya ke rumah Sofi. Rama menuruti perintah bosnya tanpa menanyakan apa pun.

__ADS_1


Sebuah mobil sedan dengan merk terkenal melaju dengan cepat, menelusuri jalan menuju rumah Sofi.


🍁🍁🍁


Satu jam kemudian, Arka sampai di gang masuk rumah Sofi. Rama segera turun dan membukakan pintu mobil untuk bosnya.


"Antarkan aku ke dalam, Ram."


"Baik tuan."


Mereka pun berjalan menuju rumah Sofi. Mereka berjalan kaki, karena gang masuk rumah Sofi tidak bisa di lalui mobil. Sampai depan rumah Sofi, Arka sempat ragu.


Tiba-tiba ada Vina keluar dari rumah.


Vina kaget melihat dua laki-laki bertubuh tinggi, putih, bersih, tampan bak model berdiri di depan rumahnya. Rama menanyakan Sofi kepadanya.


"Permisi, apa nona Sofinya ada?"


Vina masih terhanyut dalam lamunan, melihat Arka yang berdiri tepat di belakang Rama.


Laki-laki yang di belakang itu lebih tampan dan keren.


"Bruugh," Rama menjatuhkan tong sampah untuk menyadarkan Vina yang dari tadi melamun sambil memandangi bosnya.


"Ehh...iya tuan," jawab Vina kaget."


"Ada perlu apa kalian mencari kak Sofi. Kalau jam segini kak Sofi itu sibuk di dapur, jadi tidak bisa di ganggu," lanjut Vina ketus.


Sepertinya anak ini tidak menyukai Sofi, gumam Arka.


"Baik lah kami akan menunggu sampai Sofi menyelesaikan pekerjaannya," jawab Rama.


"Silahkan saja kalau mau menunggu," ucap Vina.


Kenapa laki-laki itu mencari kak Sofi. Beruntung sekali kak Sofi di cariin orang setampan mereka.


Vina pun pergi meninggalkan Arka dan Rama.


Arka dan Rama masih menunggu Sofi di depan rumah Sofi.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Sofi keluar rumah untuk membuang sampah.


Sofi terkejut, sudah ada Arka dan Rama depan rumahnya. Sofi langsung menghampiri mereka.


"Tuan Arka," sedang apa di sini."


"Aku dari tadi menunggumu keluar," jawab Arka.


"Kenapa tidak ketuk pintu atau pencet bel saja."

__ADS_1


"Kata perempuan yang keluar dari rumahmu tadi, kamu lagi sibuk di dapur. Jadi aku tidak mau mengganggu. Dan menunggu di sini sampai kamu keluar."


Rama tersenyum mendengarkan ucapan bosnya yang sedikit gugup, berbeda dari biasanya.


"Ohh...mungkin maksud tuan Arka, Vina ya."


"Mungkin Sof, dia sedikit jutek."


"Ya pasti itu Vina, adik tiriku." ucap Sofi meyakinkan.


"Tuan Arka ke sini ada keperluan apa ya?"


"Ada yang mau aku bicarakan sebentar sama kamu Sof, kamu ada waktu tidak."


"Baik lah, silahkan masuk tuan," Sofi mempersilahkan Arka dan Rama masuk ke dalam rumahnya.


"Silahkan duduk, Sebentar ya? aku ke dalam dulu."


"Sofi....!!" terdengar teriakan cukup keras memanggil Sofi. Arka kaget dengan teriakkan itu.


"Ehh...ada tamu," ucap ibu tiri Sofi.


"Cari siapa ya, sepertinya bukan orang sini." lanjutnya.


"Ini tuan Arka, bosnya Sofi." jawab Rama.


"Oh...anda bosnya Sofi," ucap ibu tirinya.


Sofi pun datang dengan membawakan dua cangkir teh hangat untuk Arka dan Rama.


"Ya sudah kalau begitu, aku tinggal dulu ya tuan," ucap ibu tiri Sofi.


Arka hanya tersenyum dan tidak menjawab apa-apa.


"Sofi jangan lupa nanti lanjutkan pekerjaan rumah yang belum selesai." Bisik ibu tirinya pelan, lalu meninggalkan Sofi.


Arka tidak sengaja mendengarkan ucapan ibu tiri Sofi.


"Silahkan di minum tehnya tuan."


"Ya Sof, terima kasih."


Arka menjelaskan tujuan kedatangannya ke rumah Sofi. Ia pun sangat senang di beri kesempatan lagi untuk bekerja di Wijaya grup.


"Alhamdulillah, terima kasih tuan Arka."


"Ya Sof, sama-sama. Baiklah, kami permisi dulu. Kamu bisa mulai kerja besok," ucap Arka.


Arka dan Rama keluar dari rumah Sofi. Namun Arka masih kepikiran dengan keadaan Sofi. Sepertinya Sofi di perlakukan seenaknya oleh ibu tirinya.

__ADS_1


"Silahkan tuan," Rama membukakan pintu mobil untuk Arka. Arka masuk ke dalam mobil, dan mereka pun pulang ke rumah Arka.


🍁 Dukung Author terus ya....jangan lupa vote ya reader, terima kasih ❤️❤❤


__ADS_2