Boy For Rent

Boy For Rent
Pipa Rucika


__ADS_3

Jeesany menatap sebal Langit yang menatapnya tanpa merasa bersalah sedikit pun. “Kamu tahu jika membuka ponsel orang lain tanpa izin adalah tindakan yang ilegal! Di tambah lagi kamu sudah membuka ...” Jeesany tidak melanjutkan ucapannya, ia mengutuki dirinya sendiri karena tidak pernah memasang kode pengaman di ponselnya.


“Sudah marahnya?” tanya Langit, lalu menjalankan mobilnya tanpa memedulikan Jeesany yang berteriak ingin turun dari mobilnya.


“Hei! Kenapa kamu menjadi pria yang sangat menyebalkan?! Apakah kamu di ciptakan dari pipa Rucika!!” umpat Jeesany, bahkan ia tidak peduli jika sudah bersikap tidak sopan kepada dosennya itu.


Langit masih terlihat tetap tenang, bahkan ia seolah tidak menganggap kehadirannya. Namun percayalah, di dalam hati Langit yang paling dalam, ia sangat gemas dengan sikap Jeesany yang sedang marah-marah seperti itu.


“Apakah dia terbuat dari es batu? Sikapnya dingin sekali!” batin Jeesany melirik Langit yang terlihat tenang menyetir mobil. Ia tiba-tiba memperhatikan wajah Langit yang terlihat babyface.


Di usia 35 tahun pasti akan terlihat tua bukan? Tapi tidak untuk Langit, pria tersebut terlihat sangat tampan.


“Ish! Kenapa aku menjadi memujinya!” kesal Jeesany di dalam hati seraya memalingkan wajahnya ke arah jalan raya.


Mobil yang di kendarai Langit sudah keluar dari area kampus. “Di mana rumahmu?” tanya Langit tanpa menoleh.


“Berhenti di depan saja!” jawab Jeesany.


“Di mana rumahmu?” tanya Langit lagi tanpa memedulikan keinginan Jeesany yang ingin turun dari mobilnya.

__ADS_1


“Apakah kamu tuli, jika aku ingin turun di depan sana!” sentak Jeesany dengan perasaan kesal.


Rasanya dirinya sebentar lagi akan menjadi gila sungguhan, karena menghadapi pria kaku, dingin dan menyebalkan seperti dosennya ini.


“Aku tidak akan pernah mendengarkanmu! Kenapa kamu selalu berkata tanpa berpikir menggunakan otakmu!” balas Langit, mengeraskan rahangnya.


“Hih! Kenapa kamu marah denganku?!” Jeesany tidak terima dengan ucapan Langit.


“Karena kamu bodoh!” jawab Langit.


“What!” Jeesany memiringkan kepalanya dan menatap Langit dengan tajam.


“Dasar manusia aneh!” umpat Jeesany sebelum keluar dari mobil Langit dengan perasaan kesal.


Jeesany menatap mobil Langit yang melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan dirinya.


Jeesany mendongak ke atas saat merasakan tetesan air hujan mulai mengguyur bumi. Ia segera mencari tempat bertedu di bawah pohon rindang yang tumbuh di dekat trotoar jalan jalan raya.


Oke, kini dirinya menyesali karena sudah turun dari mobil Langit. Hujan semakin deras dan membuat tubuhnya kini basah kuyup.

__ADS_1


“Sial banget hidup gue!” umpat Jeesany, ia segera mengambil ponselnya untuk memesan taksi online, namun karena saat ini hujan deras membuatnya kesulitan untuk menemukan driver.


“Ayah, Bunda ...” Rasanya Jeesany ingin menangis di bawah rindangnya pohon beringin yang katanya banyak penunggunya, entah kenapa tubuhnya tiba-tiba merinding.


“Pait ... pait ... jangan sampai ada hal gaib seperti itu!” ucap Jeesany sembari memeluk dirinya sendiri.


Tidak berselang lama ada sebuah mobil yang berhenti di tepat di depannya.


“Masuk!” titahnya dengan suara yang datar dan dingin.


Jeesany tertegun saat melihat Langit kembali lagi untuknya. Dan tidak di suruh dua kali, ia segera masuk ke dalam mobil Langit dengan keadaan basah kuyub.


“Terima kasih, dan maaf mobilmu menjadi basah,” ucap Jeesany dengan perasaan yang tidak menentu.


***


Ciee ... Diam-diam perhatian 😆😆


Vote-nya keluarin semua dong🥺🥺

__ADS_1


__ADS_2