
Menjelang sore hari. Jeesany dan Risya bersiap untuk pulang karena kelas mereka sudah usai.
Hari yang melelahkan dan juga sangat menguras pikiran.
“Dosen killer itu memang sangat menyebalkan!” ucap Risya bersungut-sungut.
“Hu-um! Kita sepertinya batal ke rumah Bela jika begini. Tugas yang di berikan Pak Dika seabrek!!!” keluh Jeesany berjalan menuju parkiran sembari menggandeng tangan Risya.
“Kamu kok maki-maki ayang beb sih? Nanti nggak di kasih kiss loh,” ledek Risya lalu tergelak keras.
“Risya!!!” kesal Jeesany lalu memukul lengan temannya itu dengan perasaan kesal, karena sejak tadi pagi dirinya selalu di goda.
“Ha ha ha.” Risya segera melarikan diri menuju mobilnya yang kebetulan terparkir bersebelahan dengan mobil Langit.
“Awas kamu ya!!” seru Jeesany mengejar Risya hingga mengelilingi mobil Risya sendiri. Aksi mereka terhenti saat melihat Langit berjalan ke arah mereka.
“Gue, masuk mobil dulu!” seru Risya segera memasuki mobil dan mengunci semua pintu mobilnya itu, mengerjai Jeesany agar tidak bisa masuk ke dalam.
“Risya!!!” teriak Jeesany sembari mengetuk kaca mobil dan berusaha untuk membuka pintu mobil tersebut.
__ADS_1
“Bye, Sany!” Risya melambaikan tangannya lalu menancap gas mobilnya, meninggalkan Jeesany yang terus mengumpatinya.
“Dasar sialan!! Gue sumpahin lo di cium Pak Tarno!!!” geram Jeesany sembari mengentakkan kedua kakinya dengan kesal.
Langit tersenyum melihat tingkah Jeesany.
“Butuh tumpangan?” tanya Langit sembari memperhatikan sekitarnya.
Tempat parkir tersebut terbilang sepi pada sore hari itu.
“Nggak!” ketus Jeesany, sembari mengerucut sebal segera beranjak dari sana menjauhi Langit.
“Jika masih di area kampus kamu adalah muridku, jadi jika kamu tidak menurut maka nilaimu akan kupangkas habis!” ancam Langit dengan santainya, sembari menatap punggung Jeesany yang terlihat naik turun, bertanda jika gadis tersebut sedang menahan emosi.
Langit tersenyum tipis lalu kemudian membukakan pintu mobil untuk Jeesany. Langit pun segera masuk ke dalam mobil, mendudukkan diri di balik kemudia.
“Bagaimana kelasmu hari ini?” tanya Langit, sekedar basa-basi, sambil menatap muka Jeesany yang terlihat lucu jika sedang merajuk seperti itu.
“Sangat menyenangkan. Di tambah lagi dosen killer fakultas teknik sangat menyebalkan, membuat kami para muridnya rasanya ingin mencekik leher dosen itu!” jawab Jeesany dengan kesal.
__ADS_1
“Wah, kalian punya keberanian sekali ingin mencekik dosen kalian itu. Jika begitu lakukanlah,” jawab Langit sembari membuka kancing kerahnya dan menyodorkan lehernya kepada Jeesany.
Tangan Jeesany sudah terangkat, dan ingin mencekik leher itu akan tetapi dirinya mengurungkannya.
“Menjauhlah!” Jeesany mendorong pundak Langit ketika pria itu semakin mencondongkan setengah badannya ke arah dirinya.
Langit tersenyum tipis lalu membenarkan posisi duduknya, mulai menyalakan mesin mobilnya tidak berselang lama dirinya menekan pedal gas mobilnya, melaju dengan kecepatan sedang.
“Kamu lapar? Mau makan?” tanya Langit menoleh sesaat ke arah kekasihnya.
“Iya, mau makan, tapi makan orang!” jawab Jeesany dengan ketus.
“Wohh, aku ikhlas kalau kamu makan, kita cari hotel, yuk!” ajak Langit sambil tertawa pelan.
“Astaga, ternyata pak dosen ini bisa narsis juga ya?” cibir Jeesany melotot horor.
“Hanya denganmu saja!” jawab Langit lalu berdehem dan kembali memasang wajah datar.
***
__ADS_1
Hayooo, jangan pada mesam-mesem bacanya🤣🤣🤣
Gemesh sama mereka berdua🤣