Boy For Rent

Boy For Rent
Menerimanya apa adanya


__ADS_3

Selesai menonton di bioskop. Jeesany dan Langit kini sudah berada di basment gedung Mall tersebut, tepatnya berada di parkiran mobil Langit.


“Sudah hampir malam. Aku menjadi tidak enak dengan kedua orang tuamu karena sudah menculik anak gadisnya,” ucap Langit sambil membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.


“Tidak apa-apa. Mereka pasti mengerti,” jawab Jeesany sambil mendudukkan dirinya di jok mobil.


“Apakah aku harus menjelaskan kepada mereka?” tanya Langit yang kini sudah berada di balik kemudi.


“Tidak perlu,” jawab Jeesany menatap Langit yang juga tengah menatapnya.


“Jee,” panggil Langit, menatap Jeesany dengan dalam.


“Hem?” jawab Jeesany.


“Apakah kamu sudah bisa menerima hubungan ini?” Langit bertanya sembari menarik salah satu tangan Jeesany seraya menggenggamnya dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


Jeesany mengangguk sebagai jawaban.


Langit tersenyum saat melihat respons Jeesany. Kemudian ia membawa tangan kekasihnya itu, dan mencium punggung tangan tersebut dengan lembut.


“Terima kasih,” jawab Langit bahagia. Namun sejenak ia terdiam sesaat. “Sebelum hubungan kita semakin menjauh, aku ingin mengatakan satu hal kepadamu, tentang masa laluku,” lanjut Langit dengan dada yang berdegup dengan kencang, saat dirinya akan membuat sebuah pengakuan kepada Jeesany.


Jeesany memiringkan kepalanya, menatap Langit dengan dalam. Penasaran dengan masa lalu Langit.


“Apa?” tanya Jeesany.


Langit menarik nafas dengan dalam. Kemudian dengan penuh keberanian dan penuh kejujuran, ia menceritakan kisah hidupnya. Mulai dari ibunya sakit gagal ginjal sampai bertahun-tahun, hingga dirinya menjual diri kepada Tante girang demi membiayai pengobatan ibunya. Dan saat malam panas mereka terjadi di hotel beberapa waktu yang lalu, ia pun menceritakan semua dengan jujur kepada Jeesany tanpa ada yang ada di tutupi.


“Jee, kamu diam? Apakah kamu merasa jijik denganku atau kamu keberatan menjalani hubungan ini setelah tahu semua tentang diriku?” tanya Langit dengan perasaan yang sudah tidak karuan.


“Tidak keduanya,” jawab Jeesany dengan lirih, menatap Langit dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


“Kamu melakukan semua itu demi ibu kamu,” ucap Jeesany, menjeda ucapannya sejenak. “Mungkin jika aku berada di posisimu, aku akan melakukan hal yang sama,” lanjut Jeesany, menatap dalam Langit yang sudah ingin meneteskan air mata.


“Jee ...,” lirih Langit.


“Tidak apa-apa. Kamu adalah anak yang berbakti kepada orang tua, dan pria yang bertanggung jawab kepada keluarga,” ucap Jeesany lagi, lalu menggenggam tangan Langit dengan erat. Ia tidak menyangka di balik sosok yang tegas dan di takuti para mahasiswa di seluruh kampus, Langit mempunyai masa lalu yang kelam dan menyakitkan.


Langit tersenyum lalu menarik kekasihnya itu ke dalam pelukannya. “Terima kasih,” ucap Langit penuh haru.


Jeesany mengangguk di dalam pelukan pria tersebut. “Kamu adalah pria yang hebat dan kuat,” ucap Jeesany menepuk-nepuk punggung Langit yang terasa bergetar menandakan jika pria tersebut sedang menangis dalam diam.


“Aku mencintamu, Jee,” ucap Langit, semakin mengeratkan pelukannya.


Jeesany tersenyum lalu mengangguk, kemudian membalas pelukan Langit tidak kalah eratnya.


Langit melepaskan pelukannya, dan menatap Jeesany dengan lembut. Ia menundukkan kepalanya lalu melabuhkan ciuman lembut di bibir ranum yang sudah menjadi candunya itu.

__ADS_1


***


Senin ya, vote-nya jangan lupa❤❤


__ADS_2