
“Kenapa aku harus berdandan seperti ini?” tanya Jeesany kepada ayah dan ibunya saat dirinya di suruh berdandan dan memakai pakaian formal.
“Kita ada pertemuan keluarga,” jawab Sean kepada putrinya.
Irene memandang sebal suaminya sembari mendengus kesal.
“Pertemuan keluarga? Tumben,” ucap Jeesany.
Malam itu Jeesany terlihat sangat cantik sekali, gadis itu menggunakan dress berwarna putih gading lengan panjang dan di bawah lutut. Make-up yang menghiasi wajahnya pun terlihat natural membuat Jeesany yang sudah cantik bertambah sangat cantik. Begitu pula dengan rambutnya yang di tata dengan sedemikian rupa, Jeesany semakin terlihat menawan.
Menggunakan sepatu hak 5 cm dan memegang clucth bag berwarna senada dengan baju yang ia kenakan.
“Iya, ayo, kita harus cepat sampai di Kafe.” Sean berkata kepada anak dan istrinya, kemudian berjalan lebih dulu ke halaman rumah di mana mobilnya sudah terparkir di sana.
“Bunda, ini sebenarnya apa?” tanya Jeesany yang masih merasa bingung.
Irene hanya menaikkan kedua pundaknya sebagai jawaban, lalu meminta putrinya agar segera ke depan.
Irene, Jeesany dan Sean sudah di dalam mobil. Sean duduk di balik kemudi, Irene duduk di sampingnya, sedangkan Jeesany duduk di jok belakang. Sean menjalankan mobilnya menuju Kafe untuk pertemuan keluarganya.
“Nanti kamu jangan bikin malu! Bersikaplah dengan anggun.” Sean mengingatkan putrinya.
“Hem,” jawab Jeesany singkat, padat dan jelas.
__ADS_1
Irene merasa kecewa dengan suaminya karena masih berniat untuk melanjutkan perjodohan putrinya dengan pria asing.
*
*
“Lang, semuanya sudah siap?” tanya Supervisor Kafe Cinta milik Satria.
“Sudah, Pak,” jawab Langit yang di percaya untuk menyiapkan acara makan malam keluarga ternama di kota itu.
“Jangan sampai ada yang kurang sedikit pun, karena mereka adalah tamu penting,” ucap Supervisor-nya lagi. Langit mengangguk dan tersenyum tipis.
“Mereka sudah datang,” ucap salah satu pegawai sembari menunjuk mobil mewah yang sudah terparkir di depan Kafe tersebut.
“Bagaimana bisa keluarga Clark memilih Kafe kumuh seperti ini!” dumel wanita yang paruh baya yang masih terlihat cantik itu.
Supervisor menyenggol lengan Langit yang terlihat kesal saat mendengar dumelan wanita itu.
“Jangan di dengarkan, mereka hanyalah orang kaya yang tidak tahu cara berterima kasih pemberian nikmat Tuhan,” bisik Supervisor, Langit menganggukkan kepala pelan.
“Kita makan mengadakan pertemuan keluarga di sini?” tanya Jeesany saat ayahnya memarkirkan mobilnya di sebuah Kafe favorite-nya.
“Iya, Ayah sengaja memilih Kafe ini karena ini adalah tempat Favorite-mu,” jawab Sean sambil tersenyum dan menoleh ke belakang.
__ADS_1
“Terima kasih,” jawab Jeesany lalu segera turun dari mobilnya.
“Kamu tidak ingin turun?” tanya Sean kepada istrinya.
“Sumpah demi apa pun aku sangat membencimu!” desis Irene kepad suaminya.
GLEK
Sean menelan ludahnya dengan kasar saat melihat kemarahan istrinya.
BRAK!
Irene membanting pintu mobil dengan kasar, hingga membuat Sean berjingkat kaget. “Astaga! Sepertinya aku sudah membangunkan macan yang sedang tidur.” Sean mengusap dadanya berulang kali.
Jeesany dan keluarganya memasuki Kafe tersebut bersamaan. Mereka di sambut oleh beberapa pegawai Kafe tersebut.
DEG
Tatapan Jeesany dan Langit bertemu, jantung keduanya pun berdebar tidak karuan.
***
Langit yang gercep dong! 😭😭
__ADS_1
Emak mengiba kasih vote-nya dong❤