Boy For Rent

Boy For Rent
Batal!


__ADS_3

Jeesany segera memutuskan tatapannya, saat ibunya menarik dirinya. Langit menatap punggung Jeesany yang semakin menjauh dari pandangannya.


Jeesany terkejut saat sampai di meja yang ada di hadapannya, di sana ada tiga orang yang tidak di kenalnya. Ia beralih menatap kedua orang tuanya seolah meminta penjelasan. Namun kedua orang tuanya terlihat acuh kepadanya.


“Selamat datang, Tuan dan Nyonya, putri Anda sangat cantik sekali,” sambut wanita paruh baya itu dengan sangat sopan dan santun.


“Terima kasih, Nyonya,” jawab Sean lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan ketiga orang itu. Begitu pula dengan Irene melakukan hal yang sama, tapi dengan terpaksa.


Mereka semua sudah duduk mengelilingi meja bundar yang di atasnya sudah ada berbagai macam hidangan makan malam.


“Kita makan malam dulu, ya, setelah itu kita bahas tentang perjodohan anak-anak kita,” ucap wanita paruh baya itu sambil tersenyum tipis.


“What!!” pekik Jeesany dengan keras, terkejut jika dirinya akan di jodohkan oleh kedua orang tuanya.


“Sany!” tegur Sean sambil melotot tajam.


Jeesany menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu menatap pria tampan yang sejak tadi menatapnya tanpa berkedip. “Apa lihat-lihat! Mau aku colok matanya!” geram Jeesany sembari mengangkat garpu yang ada di atas meja.


“Sany!!” Lagi-lagi Sean kesal dengan tingkah putrinya yang bar-bar.


Irene hanya tersenyum tipis saja melihat kekacauan itu.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, Tuan, saya malah suka dengan wanita yang bar-bar seperti putri Anda ini,” ucap Pria tampan yang bernama Josua.


“Cih!” Jeesany berdecih kesal sembari menatap sebal pria tersebut.


Makan malam akan di mulai. Jeesany dan Irene sama sekali tidak bersemangat untuk menyantap hidangan makan malam itu.


“Nyonya apakah hidangannya tidak enak?” tanya Mama Josua.


“Enak,” jawab Irene singkat.


Sean menyenggol tangan putrinya karena sejak tadi terlihat murung dan kesal. “Makan!” bisik Sean dengan kesal.


“Ck!” Jeesany berdecak kesal lalu segera memakan makan malamnya dengan sangat rakus.


“Uhuk ... uhuk ...” Jeesany tiba-tiba tersedak saat merasakan tenggorokannya tiba-tiba terasa gatal dan perih. Ia melepeh makanan yang sudah ada di dalam mulutnya.


“Astaga!!” pekik Kedua orang tua Josua, begidik jijik saat melihat tingkah Jeesany.


“Jeesany!!” geram Sean yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


“Maaf, tenggorokanku sakit,” ucap Jeesany segera beranjak meninggalkan meja tersebut menuju toilet.

__ADS_1


Sean meminta maaf atas kecerobohan putrinya, sedangkan Irene memperhatikan dengan detail makanan yang tersaji di atas meja itu.


“Apakah semua makanan ini mengandung ikan laut?” tanya Irene kepada suaminya.


“Entah, tapi aku rasa begitu,” jawab Sean.


“Apakah kamu tidak mengingat jika putrimu alergi ikan laut!! Ayah macam apa kamu ini!” geram Irene seraya beranjak dari duduknya.


“Sayang, tenangkan dirimu,” ucap Sean, sembari menatap tidak enak kepada keluarga Josua.


“Perjodohan ini batal!!!” ucap Irene dengan kesal.


“Hei! Aku juga setuju jika perjodohan ini batal, karena kami tidak suka dengan tingkah putri kalian yang sangat menjijikkan!” ucap Mama Josua dengan lantang.


“Siapa yang kalian sebut dengan menjijikkan!” umpat Sean, darahnya mendidih saat putrinya di hina oleh orang lain. Dan akhirnya perdebatan itu pun tidak terelakan lagi.


“Apa yang terjadi?” tanya para karyawan yang menyaksikan perdebatan itu dari kejauhan. Beruntung Kafe tersebut sudah di sewa jika tidak maka akan ada pengunjung lain yang menyaksikan.


Sedangkan Langit saat ini sedang mengikuti Jeesany menuju toilet wanita.


***

__ADS_1


Ayo, Pak Dogan, cepatan tolongin Jeesany😁


__ADS_2