Boy For Rent

Boy For Rent
Kencan Pertama


__ADS_3

Langit mengajak Jeesany makan di rumah makan padang. Jeesany yang baru pertama kali memasuki rumah makan seperti itu pun sangat antusias.


"Apakah ini yang di manakan restoran padang?" tanya Jeesany sambil menatap menu makanan yang tersusun rapi di etalase.


"Iya, bisa di sebut reatoran juga," jawab Langit.


Langit menatap Jeesany yang bingung memilih menu makanan. "Kamu belum pernah makan di rumah makan seperti ini?"


"Belum, baru pertama kali," jawab Jeesany tersenyum lebar.


"Maaf," ucap Langit.


"Eh, tidak apa-apa," ucap Jeesany dengan cepat, seolah takut jika Langit tersinggung dengan jawabannya.


"Sepertinya semua menu makananya sangat enak," ucap Jeesany lalu segera memesan menu yang ia pilih. Begitu pula dengan Langit.


Langit menarik tangan Jeesany untuk duduk di salah satu meja yang kosong. Tidak berselang lama pesanan menu makan mereka sudah tersaji di atas meja. Keduanya kemudian mulai memakan makanan mereka dengan tenang.


*


*


"Ah, kenyang." Jeesany menepuk perutnya sendiri yang terasa penuh.


Langit tersenyum tipis saat melihat tingkah Jeesany. Kemudian ia mengajak kekasihnya itu masuk ke dalam mobilnya.


"Habis ini kita ke mana?" tanya Langit kepada Jeesany yang sudah duduk di sampingnya.


Jeesany menatap Langit dengan heran, "kamu mengajakku berkencan?" tanya Jeesany.


"Anggap saja begitu," jawab Langit dengan datar.

__ADS_1


"Ish! Dasar tidak romantis!" Jeesany mencebikkan bibirnya kesal.


Langit hanya tersenyum saja menanggapinya lalu mulai menjalankan mobilnya lagi.


"Ada film baru di bioskop," ucap Jeesany, melirik Langit yang terlihat fokus menyetir mobil.


Jeesany diam-diam memperhatikan Langit yang sangat tampan, kalem dan perhatian. Ia berpikir, tidak ada salahnya 'kan jika dirinya mulai menerima hubungan ini? Menerima Langit sebagai kekasihnya.


Langit mengangguk pelan, dan melajukan mobilnya menuju Mall terdekat.


*


*


Sesampainya di bioskop, Langit segera memesan tiket dan soft drink.


"Aku tidak ingin popcorn," ucap Jeesany saat Langit akan membeli popcorn.


"Kenapa?" tanya Langit.


Blush


Wajah Langit seketika merona karena mendengar gombalan receh kekasihnya. Langit tersenyum lebar lalu salah satu tangannya terangkat untuk mencubit pipi Jeesany dengan gemas.



Aduh, manise Pak Dogan😍


Jeesany ikut tersenyum malu saat melihat betapa tampannya kekasihnya itu jika sedang terseyum.


Namun senyuman Jeesany langsung lenyap saat mendengar beberapa gadis memuji ketampanan Langit.

__ADS_1


"Pakai kacamatmu lagi!" sewot Jeesany.


"Oh, baiklah." Langit menuruti kemauan kekasihnya yang terlihat sedang cemburu kepadanya.


Jeesany berjalan mendahului Langit menuju salah satu ruang teater.


"Jee!" seru Langit segera berlari kecil mengejar Jeesany yang sudah memasuki ruang teater.


"Kamu marah?" tanya Langit saat mereka sudah menemukan tempat duduk masing-masing sesuai dengan tiket yang mereka beli.


"Nggak!" jawab Jeesany, melengos.


"Aku suka kalau kamu cemburu seperti ini," ucap Langit tersenyum tipis.


Jeesany menoleh ke arah Langit, menatap pria tersebut dengan sengit.


"Jangan tebar pesona dengan senyumanmu itu!" sewot Jeesany kepada Langit yang tersenyum lembut kepadanya.


"Aku hanya tersenyum untukmu saja," jawab Langit lalu menggenggam tangan Jeesany. "Aku gugup karena ini adalah kencan pertamaku," ucap Langit dengan polosnya.


Jeesany menggigit bibir bawahnya, karena ia pun merasakan hal yang sama. Dirinya gugup dan jantungnya berdetak tidak karuan. Di tambah lagi Langit saat ini menggenggam tangannya dengan erat.


"Aku juga. Ini juga kencan pertamaku," jawab Jeesany pelan.


"Aku tahu, dan betapa beruntungnya aku, karena selalu menjadi pertama untukmu," ucap Langit lalu mengangkat dagu Jeesany dengan jari telunjuknya.


"Eh!" Jeesany terkejut saat bibirnya di kecup Langit dengan lembut.


***


Kok emak pengen banget berada di posisi Jeesany🤣🤣🤣

__ADS_1


Satu bab lagi nanti malam ya, Bestie💃💃


Jangan lupa dukungannya ya❤


__ADS_2