
Jeesany sudah dipindahkan ke ruang rawat begitu juga pula dengan bayinya yang berjenis kelamin laki-laki. Ruang rawat VIP dengan pelayanan terbaik di rumah sakit tersebut terlihat sangat ramai. Gelak tawa pun terdengar. Rona kebahagiaan bersinar di wajah mereka yang ada di sana.
Semua keluarga Clark berkumpul di sana tanpa terkecuali, mereka mengucapkan selamat serta membawa berbagai kado untuk kelahiran putra pertama Jeesany dan Langit.
Jingga dan Bulan tampak takjub saat melihat keluarga konglomerat itu berkumpul. Tapi, mereka baik hati dan tidak sombong. Mereka semua merangkul ibu dan anak itu agar tidak merasa minder.
"Kapan kau mempunyai bayi seperti ini?" tanya Jeje kepada putranya yang duduk di sebelahnya. Saat ini dia sedang memangku bayi mungil itu.
"Aku tidak akan menikah!" jawab Ricko dengan tegas.
"Ish! jawaban macam apa itu! Kau ingin menjadi seorang perjaka tua?" tanya Xander kepada putranya.
"Di zaman yang sudah canggih ini, jika ingin memiliki keturunan tidak perlu menikah. Aku tidak ingin direpotkan dengan segala urusan perempuan yang begitu menyebalkan." Ricko menjawab dengan tegas, dia saat ini tidak ingin berurusan dengan perempuan manapun. Dia ingin fokus pada karirnya.
"Kau sudah gila!" umpat Matteo sambil geleng-geleng kepala
__ADS_1
"Dia belum tahu rasanya masuk ke lubang belut!" sahut Ansel—ayah Matteo—langsung mendapatkan cubitan keras dari istrinya.
"Sakit!" Ansel memekik seraya mengusap pinggangnya.
"Makanya kalau bicara di saring dulu!!" omel Melisa pada suaminya.
"Kita buktikan saja, apakah pria angkuh dan sombong ini betah sendiri!" sahut Jojo sambil melirik saudara kembarnya.
"Iya! Kalian buktikan saja, dan kalian yang sebagai saksinya jika aku tidak akan menikah!" ucap Ricko meyakinkan.
"Di catatat malaikat! Mampus lo!" Jessany menyahut dari tempat tidur. Dia geleng-geleng kepala heran dengan pemikiran Ricko.
Jeje menimang-nimang cucunya dengan pelan, dan akhirnya bayi kecil itu kembali tenang.
"Lang, siapa nama anak kalian?" tanya Xander.
__ADS_1
"Angkasa Andromeda," jawan Langit sambil menatap istrinya.
"Wow! Namanya sangat keren," puji semua orang yang ada di sana.
"Semoga kelak dia menjadi pemimpin yang berwibawa, bijaksana dan juga rendah hati." Xander memberikan doa untuk cicit ke-empatnya itu. Lalu selanjutnya semua orang di sana pun turut memberikan doa yang terbaik untuk Baby Angksa.
Langit dan Jeesany saling pandang, kemudian saling melemparkan senyuman. Lalu Langit menarik salah satu tangan istrinya, dan menggegamnya dengan erat. Bibirnya terus melengkung, tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada istrinya yang sudah berjuang melahirkan buah hati untuk dirinya.
Jeesany menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Dia sangat bahagia dan juga terharu karena statusnya kini sudah menjadi seorang ibu.
Tidak ada yang tahu perjalanan hidup seseorang. Sama seperti Jessany yang dulunya sangat membenci Langit, tapi ternyata takdir membawa mereka untuk bersama menjadi pasangan suami istri.
Dan Baby Angkasa adalah sebagai bukti cinta mereka berdua.
...💐💐TAMAT💐💐...
__ADS_1
Akhirnya kisah ini berakhir dengan bahagia. Emak mengucapkan banyak terima kasih atas segala dukungan aspresiasi yang kalian berikan berupa like, komentar, vote, and gift yang sudah diberikan.
Semoga kalian sehat selalu, panjang umur, dan murah rezekinya, Amin. Tanpa kalian semua, Emak tidak akan sampai di titik saat ini. And, jangan lupa mampir ke karya emak yang lainnya. I Love you all ... I Love You So Much❤❤