
Beberapa hari kemudian, Xander dan Jeje datang ke rumah Sean untuk meminta maaf kepada Jeesany dan Langit. Awalnya Jeesany tidak mau memaafkan akan tetapi Langit bisa meluluhkan hati istrinya agar memaafkan mereka.
Dua keluarga itu akhirnya berbaikan dan saling memaafkan. Semoga ke depannya tidak ada perseteruan lagi di antara mereka.
Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa kehamilan Jeesany sudah memasuki usia 9 bulan.
Langit dan Jeesany menikmati momen selama 9 bulan itu dengan penuh dengan suka cita. Ada berbagai hal yang mereka lewati selama ini 9 bulan ini. Dan hal yang paling menyedihkan sekaligus menegangkan adalah, ketika pihak kampus mengetahui jika Langit dan Jeesany sudah menikah. Tentu hal itu membuat gempar seluruh kampus, di tambah lagi saat mereka semua mengetahui jika Dosen dan murid itu MBA, yang menimbulkan subjektivitas bagi seluruh mahasiswa di kampus itu dan juga melanggar Kode Etik Langit sebagai seorang Dosen. Hingga pada akhirnya, Langit mengundurkan diri sebagai dosen setelah berdiskusi dengan keluarganya. Sebenarnya, Jeesany merasa keberatan, akan tetapi Langit sudah bulat dengan keputusannya, dari pada istrinya yang harus berhenti kuliah.
Langit mendapatkan tawaran pekerjaan dari Xander untuk mengelola perusahaan Warjah Grup bersama Aiden. Dan pria berkacamata itu meng-iyakan dari pada dirinya menjadi pengangguran.
“Sayang. Hari ini kamu ingin makan apa?” tanya Jeesany kepada suaminya.
__ADS_1
“Apa saja. Jangan banyak bergerak, aku sesak nafas melihat perutmu yang sudah membesar ini,” ucap Langit sambil mengelus perut istrinya dengan lembut. Jeesany dengan membantunya memakaikan kemeja ke badannya.
“Justru aku akan bosan jika berdiam diri,” jawab Jeesany, mengancingkan kemeja suaminya sebagai sentuhan terakhir. “Aku tidak menyangka kalau suamiku sekarang adalah seorang wakil CEO,” ucap Jeesany sambil memandang wajah suaminya yang terlihat cute dan sangat tampan.
“Ini berkat Opa Xander,” ucap Langit tersenyum tipis.
“Sebenarnya perusahaan itu dulu di dirikan oleh Daddy Aiden dan Ayah, tapi karena dulu Ayah dan Opa sempat berselisih, Ayah memutuskan hengkang dari perusahaan itu, dan memilih mandiri membangun sebuah bengkel dan mini market bersama Bunda,” jelas Jeesany kepada suaminya.
“Ya, beliau dulu juga adalah seorang casanova. Sekarang sudah tobat karena sudah menemukan pawangnya.” Jeesany tertawa geli, dia mengingat ayahnya yang sangat takut kepada bundanya.
Langit ikut tertawa mendengarnya. Kemudian ia menatap Jeesany yang tiba-tiba meringis sakit sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
“Sayang ada apa?” tanya Langit cemas, sambil memegangi kedua bahu istrinya.
“Sakit, perutku sakit!” Jeesany menjawab sambil meringis kesakitan. Kemudian Langit mendudukkan istrinya di tepian tempat tidur.
“Kamu di sini dulu. Aku akan memanggil bunda dan ayah.” Langit segera keluar kamar, tidak berselang lama dia masuk ke dalam kamar lagi di ikuti Irene dan Sean dari belakang.
“Ayah akan menyiapkan mobil!” Sean segera berlari keluar rumah untuk menyiapkan mobil yang akan di bawanya ke rumah sakit.
Sedangkan Irene menyiapkan semua pakaian bayi dan pakaian Jeesany yang akan di bawa ke rumah sakit.
“Sakit sekali!!!” Jeesany menggertakkan giginya saat rasa sakit itu datang kembali di sekitar perutnya.
__ADS_1
“Sudah siap semua, Lang.” Irene berkata sambil membawa dua tas keluar kamar. Sedangkan Langit menggendong istrinya ala bridal style menuju halaman rumah di mana mobil sudah siap di sana membawa mereka ke rumah sakit.