Boy For Rent

Boy For Rent
Pesan singkat dari Pak Dogan


__ADS_3

Sean dan Irene menyambut Langit dengan senang hati, dan mempersilahkan dosen putrinya itu duduk di ruang tamu, dan di suguhi dengan berbagai makanan ringan dan juga teh hangat.


Kedua orang tua Jeesany terlihat mengobrol dengan hangat dengan Langit sedangkan Jeesany sendiri saat ini sedang berada di dalam kamar untuk membersihkan diri.


“Kalau begitu saya permisi, Pak, Bu,” ucap Langit setelah menyesap teh hangat yang di sajikan untuknya itu.


“Kenapa buru-buru sekali? Tidak menunggu Jeesany?” tanya Sean.


“Tidak, Pak. Kalau begitu saya permisi, karena di rumah sudah ada yang menunggu,” jawab Langit seraya beranjak dan bersalaman dengan kedua tua Jeesany.


“Sekali lagi kamu ucapkan terima kasih banyak karena sudah mengantarkan putri kami sampai rumah.” Irene dan Sean mengantarkan Langit sampai di halaman rumah.


“Kebetulan kami searah.” Bohong Langit.


“Anda sangat baik sekali, pasti istri Anda sangat bahagia mempunyai suami seperti Pak Dosen,” puji Irene.


Langit tersenyum tipis sembari membenarkan kaca matanya.


“Sayangnya saya belum menikah,” jawab Langit.


Irene menjadi merasa tidak enak hati lalu tertawa pelan. “Ha ha ha ha, kalau begitu kekasih Anda pasti sangat bahagia.”

__ADS_1


Sean segera menyenggol lengan istrinya agar berhenti berbicara.


“Maafkan istri saya, yang sudah banyak bicara omong kosong,” ucap Sean.


“Tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi,” pamit Langit sekali lagi seraya membungkukkan setengah badannya dengan sopan, setelah itu ia segera memasuki mobilnya.


Sean dan Irene menatap mobil Langit yang sudah keluar dari halaman rumah mereka. "Masih muda, tampan, baik lagi,” ucap Irene dan masih di dengar oleh Sean.


“Kamu memuji pria lain di depan suamimu sendiri?!” ucap Sean dengan kesal.


Irene tersenyum manis lalu menggandeng tangan suaminya dengan mesra. “Bukan begitu maksudku. Sepertinya pak dosen itu sangat cocok dengan putri kita,” ucap Irene seraya mengecupi lengan suaminya berulang kali, berusaha merayu suaminya.


“Dosen itu masih waras jadi tidak akan menerima putri kita yang bar-bar dan gesrek itu,” jawab Sean asal.


“Ayah tidak setuju!” Sean melepaskan tangannya yang di peluk Irene, kemudian berjalan menuju kamarnya.


“Ayah! Jangan marah!” seru Irene lalu segera mengikuti suaminya.


Tidak berselang lama, Jeesany keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu.


“Kok sepi?” gumam Jeesany memperhatikan ruang tamu yang kosong.

__ADS_1


“Huh, syukurlah dosen sialan itu sudah pulang.” Jeesany bernafas lega saat melihat mobil Langit sudah tidak ada di halaman rumahnya, jadi dirinya tidak perlu menghadapi Langit yang super menyebalkan itu.


Jeesany menutup pintu rumahnya, tidak lupa menguncinya, kemudian ia kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


*


*


Langit mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, bibirnya sejak tadi tersenyum tipis. Di depan sana lampu merah, Langit menghentikan laju kendaraannya, mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Ia mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana.


“Aku ingin melihat reaksinya setelah membaca pesanku ini,” ucap Langit setelah pesan yang ia ketik sudah terkirim.


Jeesany yang sedang memainkan ponselnya sambil merebahkan diri di atas tempat tidur, terkejut saat ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.


Ia membaca pesan tersebut dengan seksama dan tidak berselang lama dirinya mengumpat hingga membanting ponselnya di atas tempat tidur.


“Dasar Dosen sialan!”


***


Pesan apa yang di kiramkan Langit ya? Pinisirin🤣🤣

__ADS_1


Vote-nya keluarkan semuanya dong, bestie❤💃


__ADS_2