Boy For Rent

Boy For Rent
Orang tua yang bijak sana


__ADS_3

Jingga tidak bisa berkata-kata saat mengetahui fakta jika Langit telah menghamili Jeesany yang notabennya adalah muridnya sendiri. Kini Jingga dan Bulan menatap nanar kepada Langit yang mengucapkan janji suci dengan Jeesany pada malam hari tepatnya di kediaman Sean.


Ya, Jingga dan Bulan di jemput oleh orang suruhan Sean pada malam hari itu.


"Lang, Ibu tidak menyangka jika kamu seperti ini," ucap Jingga kepada putranya yang kini sudah resmi menyandang status sebagai suami Jeesany.


"Bu, maafkan aku." Hanya itu saja yang di ucapkan oleh Langit karena lidahnya terasa kelu, serta perasaan sedih tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam dadanya saat melihat kesedihan dan kekecewaan di mata ibunya


"Ibu mau mukul atau mencaci kamu pun tidak akan merubah keadaan," jawab Jingga bijaksana. Meskipun dirinya merasa sedih dan kecewa kepada putranya akan tetapi, ia berusaha untuk melapakanhkan dadanya dan juga menerima keadaan ini.


"Bu ..." Nafas Langit tercekat di tenggorokan, saat ibunya meneteskan air mata.


Jeesany yang berada di samping Langit hanya tertunduk sedih, ia ingin menyapa dan meminta restu kepada wanita paruh baya yang sudah menjadi ibu mertuanya itu pun merasa takut, jika dirinya tidak di terima sebagai menantu.

__ADS_1


Jingga tersenyum tipis lalu pandangannya teralihkan pada Jeesany yang sejak tadi menundukkan kepala. "Siapa namamu?" tanya Jingga kepada Jeesany.


Jeesany mendongak lalu segera menjawab pertanyaan ibu mertuanya. "Jessany, Bu."


"Kamu terlihat cantik, dan lugu, maafkan anak ibu yang sudah membuatmu seperti ini," ucap Jingga kepada Jeesany dengan perasaan sedih.


"Tidak, Bu. Aku merasa baik-baik saja, karena aku mencintai Pak Dika," jawab Jeesany tersenyum tipis.


Sean dan Irene yang melihat interaksi Jeesany dan Jingga pun merasa lega karena tidak adegan jambak dan mencaci maki yang seperti mereka bayangkan sebelumnya. Ternyata Jingga adalah seorang ibu yang bijaksana.


"Terima kasih," ucap Jeesany bahagia dan kedua matanya pun sudah tidak mampu menahan air matanya lagi. Tidak menyangka jika dirinya di terima oleh keluarga Langit.


Jingga menatap kedua besannya sembari menangkupkan kedua tangannya di dada, "saya juga ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada Tuan dah Nyonya, karena saya tidak berhasil mendiidik anak saya dengan baik," ucap Jingga dengan perasaan bersalah yang luar biasa.

__ADS_1


Irene berjalan mendekati Jingga, kemudian ia menurunkan kedua tangan besannya itu yang masih menangkup di depan dada. "Seperti yang Anda katakan tadi bahwa semua keadaan ini sudah terjadi dan tidak bisa di kembalikan seperti sedia kala," ucap Irene sambil tersenyum tipis.


"Anda sangat bijaksana, Bu. Saya yakin jika Anda sudah mendidik Langit dengan sangat baik. Dan yang mereka lakukan adalah sebuah kekhilafan yang membawa mereka ke takdir ikatan suci," lanjut Irene kepada Jingga.


"Anda jauh lebih bijaksana lagi. Sekali lagi maafkan putraku. Semoga ke depannya kita semua dapat menjalin hubungan keluarga yang baik," jawab Jingga dan di aminkan oleh Irene.


"Sudahi drama malam ini. Langit dan Jeesany sudah resmi menikah. Ya, dengan terpakasa aku menerimanya menjadi menantuku!" ucap Sean dengan nada datar.


"Jangan memancing tanduk merah yang ada di atas kepalaku keluar!" desis Irene kepada suaminya.


"Ya, baiklah. Aku menerima dia apa adanya dan karena dia juga ayah dari calon cucuku," jawab Sean pada akhirnya.


*****

__ADS_1


Mohon maaf untuk pembaca setia emak yang cantik, bohay dan ganteng karena beberapa hari tidak update maksimal di karenakan emak lgi sibuk di dunia nyata. Dan insya allah besok akan mulai normal updata lagi.


So, happy reading. ❤❤


__ADS_2