
Jeesany membuka kedua matanya ketika matahari menerobos masuk dari celah ventilasi jendelanya. Ia tersenyum tipis saat pertama kali yang ia lihat adalah wajah tampan Langit.
Jeesany memandang wajah tampan Langit dengan lekat. "Di saat tidur seperti ini pun dia terlihat sangat tampan dan tenang," batin Jeesany, salah satu tangannya terulur untuk menyentuh hidung mancung pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Kamu mengganggu tidurku, Sayang," ucap Langit sambil menangkap tangan Jeesany lalu mengecupnya.
"Kamu sudah bangun?" Jeesany menatap Langit yang masih terpejam.
"Iya, kamu membangunkan aku dan juga tiger," jawab Langit sambil membuka kedua matanya, menatap istrinya dengan dalam.
"Tiger? Siapa?" tanya Jeesany dengan polosnya.
Langit tersenyum tipis lalu menuntun tangan Jeesany kesela pahanya.
Jeesany membulatkan kedua matanya saat telapak tangannya menyentuh gundukan keras di sela paha suaminya.
"Ish!!!" pekik Jeesany, segera menarik tangannya lalu mengusapkan telapak tangannya kepermukaan sprei, seolah dirinya geli dengan hal itu.
Langit tergelak saat melihat tingkah Jeesany. "Kamu merasa jijik? Bukankah kamu pernah melihatnya dan juga merasakannya?" Langit semakin menggoda Jeesany.
Wajah Jeesany merona saat mengingat malam panas mereka saat di hotel.
"Bahkan di sini sudah tumbuh benihku. Aku hebat 'kan sekali tembak langsung jadi," lanjut Langit dengan kenarsisannya, sembari mengusap perut Jeesany yany masih terlihat rata.
__ADS_1
Langit tersenyum manis hingga kedua lesung pipinya terlihat. Pria tampan dengan wajah kalem itu selalu membuat Jeesany ingin menjerit di dalam hati.
Aish! Jeesany merasa gemas dengan suaminya yang terlihat sangat tampan dan manis jika tersenyum seperti ini.
"Lama-lama aku diabetes karena setiap hari harus melihat senyuman manisnya," batin Jeesany.
"Kamu tidak ingin merasakannya lagi?" tanya Langit sembari memajukan wajahnya lalu mengecup bibir istrinya dengan sangat lembut. Hanya sebuah kecupan saja namun mampu menciptakan percikan api gairah di tubuh keduanya.
"Sudah siang, kita harus bersiap ke kampus." Jeesany mendorong dada bidang Langit, kemudian ia mendudukkan dirinya untuk menghindari serangan dari Langit. Ia belum siap untuk melakukan hubungan intim dengan Langit.
Langit sedikit kecewa dengan penolakan Jeesany, namun ia akan berusaha untuk bersabar dan mengerti perasaan istrinya.
"Baiklah, aku rasa saat di kampus nanti kita harus bersikap seperti dosen dan murid seperti biasanya," ucap Langit seraya mendudukkan dirinya, lalu mengecup pipi Jeesany dengan mesra.
"Apakah aku selama ini terlihat galak?" Langit menaikkan sebelah alisnya menatap istrinya dengan datar.
Jeesany segera beranjak dari tempat tidur. Entah kenapa sekarang dirinya merasa takut dengan tatapan datar Langit. "Aku akan segera mandi," ucap Jeesany gugup, segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Langit terkekeh pelan saat melihat Jeesany yang sangat menggemaskan di matanya.
*
*
__ADS_1
"Bagaimana ini?" tanya Irene kepada suaminya dengan resah.
"Mau bagaimana lagi," jawab Sean pasrah.
"Lakukan sesuatu dong!!!" omel Irene kepada suaminya. "Kamu bilang akan melindungi putrimu dan keluarga kita!" lanjut Irene, geram dengan tingkah suaminya.
Kabar pernikahan Jeesany dan Langit sudah sampai ke rumah utama Keluarga Clark. Entah siapa yang membocorkannya, yang pasti Sean merasa jika di rumahnya ada mata-mata.
"Apa salah satu Asisten rumah tangga di sini ada yang menjadi mata-mata Daddy?" tanya Sean kepada istrinya.
"Sepemikiran, tapi siapa ya?" Irene mengingat ke-tiga asisten rumah tangganya, tapi di antara mereka tidak ada yang mencurigakan.
"Kita pikirkan nanti. Sekarang kita pikirkan bagaimana caranya membuat Daddy tidak mempermasalahkan pernikahan Jeesany," jawab Sean.
"Itu tidak akan mungkin, karena Daddy akan marah jika mengetahui Jeesany hamil di luar nikah." Irene menjawab dengan lesu. Ia takut jika Jeesany dan Langit mendapatkan hukuman dari Xander Clark.
"Aku akan maju ke garda paling depan jika Daddy memarahi atau menghukum putri kita," ucap Sean dengan penuh keyakinan.
"Aku pegang kata-katamu, Ayah!" ucap Irene menatap sebal suaminya.
***
Jangan lupa dukungannya bestie-bestie cantik dan menawan, eakkk💃💃❤❤
__ADS_1