Bukan Pernikahan Kontrak

Bukan Pernikahan Kontrak
Membuat pernyataan


__ADS_3

Pagi ini Dira dan Gara sudah bertolak ke bandara untuk perjalanan pulang kembali ke Jakarta. Mereka berangkat pagi dari Bali karena nanti malam pamannya Gara akan memakai pesawat pribadi untuk perjalanan bisnis.


Selama di perjalanan Dira tak pernah jauh dari Gara. Wanita itu menempel bagaikan perangko pada suaminya.


"Mas, mau kemana?" Tanya Dira saat merasakan tangannya yang hendak di lepaskan Gara.


"Kamar mandi. Mau ikut?" Dira menggeleng lalu melepaskan tangan Gara.


"Jangan lama-lama," ucap Dira dengan wajah yang terlihat ketakutan di tinggal.


"Iya."


Gara menyempatkan mengelus kepala Dira sejenak sebelum akhirnya pergi.


Dira yang di tinggalkan seorang diri merasa cemas. Berbagai pikiran buruk mampir di pikirannya. Namun ingat akan pesan suaminya kala itu membuat Dira mencoba tenang.


Dira bahkan merapalkan doa-doa guna keselamatan mereka selama di perjalana.


"Kamu kenapa?"


Gara heran melihat Dira yang memejamkam mata dengan kedua tangan di satukan depan dada. Jangan lupakan bibirnya yang komat-kamit.


"Mas." Dira langsung memeluk Gara yang sudah duduk di sampingnya.


"Kenapa?"


"Gak papa."


"Takut." Dira mengangguk.


"Bawa tenang aja, anggap kamu santai di rumah."


Gara mendekap bahu Dira dan menyandarkan kepala istrinya di dadanya agar lebih nyaman. Benar saja, Dira tertidur tak lama setelah di pelukan Gara.


ย 


Di Jakarta, pagi hari.


Intan kembali menjadi tranding topik pencarian terpanas sebagai artis sensasi.


Bagaimana tak sensasi? Artis sekaligus model itu tadi malam baru saja mengeluarkan pernyataan kalau dirinya tidak bersalah atas berita yang menimpanya baru-baru ini.


Bahkan dalam postingan yang di unggah Intan di akun sosmednya. Wanita itu mangatakan jika apa yang menimpanya kala itu hanya sebuah ketidak sengajaan akibat perlakuan tidak sopan dari orang yang di marahinya.


Intan juga mengatakan pembelaan dirinya kalau ia tidak bersalah dan menumpahkan kesalahan pada wanita Resepsionis itu. Intan mengatakan kalau kedua wanita itu ingin pansos melalui dirinya.


Dan pagi ini pula, lagi-lagi Intan mendapatkan panggilan dari Wawan. Pria itu sangat pusing jika sudah satu artisnya yang ini membuat masalah.

__ADS_1


Baik di sosmed atas postingannya atau dengan sesama rekan di perusahaan.


"Apa maksud dari postinganmu ini?" Wawan membalik lapotopnya ke arah Intan dan Managernya.


"Tidak ada," sahutnya santai.


"Saya memintamu untuk meminta maaf secara terbuka di acara konferensi kemarin. Tapi kamu pergi menemui orang-orang itu. Ok, tidak masalah jika kamu ingin menyelesaikannya secara pribadi."


"Kita bisa membuat pernyataan kalau semuanya di selesaikan secara pribadi. Tapi apa yang kamu lakukan ini? Ini benar-benar mencoreng nama baik perusahaan." Marah Wawan.


"Selow aja kali. Lagian perusahaan memang harus berkoban, kan. Supaya nama baik artisnya gak jelek." Santai Intan.


"Apa kamu yakin akan hal itu?"


"Tentu saja."


"Bagaimana jika orang-orang itu tidak terima dengan apa yang kamu lakukan?"


"Mereka gak mungkin berani melakukan apapun sama aku." Pede Intan tersenyum bangga pada dirinya.


"Baik, anggaplah kamu benar. Sekarang kita buat pernyataan dan kamu harus menyetujuinya."


"Pernyataan apa lagi? Masalah itu udah selesai, gak usah di besar-besarkan." Malas Intan berucap ketus.


"Silahkan tulis pernyataan di atas kertas ini. Nyatakan jika ternjadi sesuatu dengan masalah potingan kamu itu atau masalah kamu semakin besar. Maka perusahaan tidak akan bertanggung jawab atas apapun yang berkaitan dengan itu."


Wawan menatap datar Intan yang masih santai seperti biasanya jika ada masalah. Memang dia orang yang santai jika merasa benar.


Tapi tindakan yang di anggapnya benar selalu saja banyak menimbulkan masalah.


"Cih, hanya pernyataan seperti itu saja masih harus di tulis? Kuno banget sih." Hina Intan.


"Segera buat pernyataan atau perusahaan tidak akan mencarikan pekerjaan untuk kamu." Ancam Wawan tak main-main.


Mendengar ancaman Wawan, tentu saja membuat Intan tak suka dan kesal.


"Biar Manager ku saja yang menulisnya. Nanti kuku cantikku rusak kalau memegang pena." Intan menatap kukunya yang baru saja di cat dan di hias.


"Agi! Hubungi pihak yang berkaitan dengan semua job artis. Katakan ...."


"Eh, eh, eh, mau apa kamu hah?" Panik Intan saat mendengar ucapan Wawan yang ternyata sangat serius dan tak main-main.


"Tulis!" Perintah Wawan tegas.


"Ck, tulis ya tulis. Apa susahnya sih tinggal nulis aja?"


Intan mulai menulis di atas kertas yang di berikan Wawan tadi. Tak lama kemudian ia menyerahkan kertas itu kembali pada Wawan.

__ADS_1


"Tuh! Lengkap lagi sama tanggal masalah-masalahnya, sama tanggal postingan aku juga ada. Aku jamin gak bakalan pernah hapus itu postingan." Yakinnya percaya diri.


Agi, Sekretaris Wawan. Mengambil kertas yang berisi pernyataan Intan dan membacanya untuk memastikan. Lalu menempelkan materai setelahnya.


"Tanda tangan di situ. Tulis nama kamu di bawah tanda tangannya," ucap Wawan.


"Ck, ribet banget sih! udah kayak perjanjian hidup mati aja pake tanda tangan segala." Kesal Intan menarik lagi kertas dari tangan Wawan lalu memberikan tanda tangan dan juga namanya.


"Tuh! Ambil tuh sana."


Intan melemparkan kertas yang baru di tanda tanganinya ke wajah Wawan. Pria itu mengetatkan rahangnya berusaha menahan amarah.


"Keluar!" Usirnya.


"Siapa juga yang mau lama-lama di ruangan jelek ini?" Sinis Intan berlalu dari hadapan Wawan seorang diri.


Sedangkan Managernya masih di sana karena ada hal yang ingin di sampaikannya.


"Pak, boleh saya mengajukan pergantian artis? Saya tidak sanggup lagi, Pak. Intan sangat sulit saya atur, malah dia yang semakin mau mengatur." Keluhnya.


"Bukannya kamu sudah bekerja sama dengannya selama beberapa bulan ini?" Tanya Wawan.


"Iya Pak, tapi selama kami bekerja sama. Dia yang mengatur saya, bahkan saya sering di marah-marah dan di teriakin sama sia. Padahal saya atasannya, tapi malah terlihat seperti pesuruh."


Manager Intan mengadukan semua perbuatan Intan padanya. Bagaiamana lagi? Wanita itu sudah tidak sanggup mengurus artis yang tabiatnya keras kepala tapi banyak maunya seperti Intan itu. Mana tidak bisa di atur lagi, batinnya.


"Ya sudah, kamu pergi lapor saja ke bagian terkait," ucap Wawan yang membuat perempuan di depannya tersenyum.


"Terimakasih, Pak. Saya permisi dulu." Wanita itu beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan Wawan.


"Apa kamu sudah rekam semua kejadian tadi?" Tanya Wawaan pada Agi, Sekretarisnya.


"Sudah, Pak. Bahkan perkataan Manager Intan sudah terekam juga."


"Bagus, untuk menghadapi ular kadut yang suka berkamuflase. Kita memang harus memiliki pegangan."


"Iya, Pak. Semuanya sudah kita amankan, jika nanti wanita itu melawan dan menuntut, kita bisa membela diri."


Wawan mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Agi.


Intan yang sudah masuk ke dalam lift hendak turun ke lantai bawah baru sadar kalau seorang diri.


"Kamana perempuan itu? Dasar Manager gak guna. Dia memang lebih cocok di jadikan pembantu dari pada Manager artis." Intan mencibir Managernya sendiri.


ย 


Agensi artis dan model dalam cerita ini cuma karangan author aja ya teman-teman๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚.

__ADS_1


Terimakasih sudah bersedia membaca๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2