BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
PERMINTAAN


__ADS_3

Sejak kedatangan keluarga Wisnudharta satu bulan yang lalu, banyak sekali perubahan yang dirasakan oleh Frans sekeluarga.


Meski sedikit terkejut dengan perubahan sikap Bagus terhadap dirinya, namun Frans berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya.


Selama bukan dia yang meminta bantuan, maka Frans merasa bahwa dirinya tidak perlu membalas budi atas semua hal yang telah Bagus lakukan untuknya, meski dia cukup berterimakasih akan hal itu.


Jika Frans bisa cuek, namun tidak dengan Adelia.


Dia sedikit merasa risih dengan sikap sok akrab yang ditunjukkan Rosalie pada dirinya.


Meski dirinya sudah sepenuhnya memaafkan, namun bekas luka yang ditinggalkan oleh keluarga Wisnudharta masih belum sepenuhnya hilang dalam hatinya.


Rosalie sekarang sudah menjadi donatur tetap di yayasan yang didirikannya.


Bahkan sumbangan yang diberikan oleh Rosalie terbilang cukup fantastis disetiap acara yang digelarnya.


Namun hal tersebut masih belum bisa sepenuhnya meluluhkan hati Adelia.


Dia masih ragu dengan sikap tulus yang ditunjukkan wanita itu kepadanya.


Hari itu, sebenarnya Adelia sudah merasa kondisi tubuhnya sedang tidak fit.


Tapi karena acara yang digelar tersebut cukup penting dan memerlukan kehadirannya, maka diapun memaksakan diri untuk hadir.


Saat sedang sibuk dengan kegiatan yang cukup padat hari itu, saat tiba dipanti jompo sebagai kunjungan terakhirnya, tiba - tiba Adelia pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.


Semua orang terlihat sangat panik saat melihat darah segar merembes dari kepala Adelia.


Rosalie yang juga berada dilokasi yang sama dengan Adelia segera menghubungi Siska dan Frans untuk mengabari keadaan Adelia.


Dengan wajah cemas Rosalie ikut masuk kedalam ambulan untuk menemani Adelia menuju rumah sakit.


Cukup lama Adelia berada didalam ruangan Unit Gawat Darurat untuk diperiksa.


Dokter yang merawat Adelia mengatakan bahwa kondisi wanita paruh baya itu dalam keadaan kritis dan harus ditangani dengan cepat.


Siska yang baru datang dengan asistennya segera menyelesaikan urusan administrasi dan semua hal yang diperlukan agar maminya bisa segera ditangani.


" Kamu yang sabar ya sayang...dan banyak berdoa....semoga mamimu bisa melewati semua ini ", ucap Rosalie menguatkan sambil memeluk Siska dengan erat.


Siskapun menangis sesengukan dalam dekapan Rosalie.


Keenan yang baru datang hanya bisa berdiri didepan Siska tanpa bisa berbuat apa - apa.


Hatinya terasa perih melihat gadis yang sangat dicintainya menangis seperti itu.


Ingin rasanya Keenan mengantikan posisi maminya untuk memeluk dan menenangkan Siska.


Namun hal itu tidaklah mungkin terjadi mengingat betapa bencinya gadis itu terhadapnya.


" Sekarang bukan saatnya...", batin Keenan sedih.


Setelah hampir dua jam menunggu, akhirnya ruang operasi terbuka.

__ADS_1


Dokter yang menangani Adelia mengatakan bahwa kepalanya mendapatkan dua puluh lima jahitan karena cukup dalam dan lebarnya luka yang ada.


Selain itu dokter juga mengatakan dari hasil pemeriksaan yang ada menyebutkan bahwa satu ginjalnya Adelia sudah tidak berfungsi lagi.


Sedangkan satu ginjalnya lagi hanya berfungsi sekitar dua puluh persen saja.


Untuk itu maka Adelia memerlukan donor ginjal secepatnya agar kondisinya tidak semakin buruk.


Jedarrr.....


Bagai tersambar petir disiang bolong, Siska sangat syok mendengar penjelasan dokter tersebut.


Dia sama sekali tidak menyangka kalau kodisi maminya bisa separah ini.


Selama ini Adelia terlihat baik - baik saja dan tidak pernah mengeluh sakit apapun kepada keluarganya.


Cuma beberapa bulan terakhir memang wajah maminya tersebut terlihat sedikit pucat.


Namun Adelia selalu beralasan kecapekan dan kurang beristirahat sehingga tekanan darahnya turun.


Mendengar penuturan Adelia, Frans dan Siska percaya begitu saja karena melihat padatnya jadwal kegiatan maminya akhir - akhir ini.


Dan memang Adelia memiliki riwayat tekanan darah rendah sejak masih muda, jadi hal tersebut dianggap biasa saja oleh mereka.


Siska merasa tubuhnya langsung terasa lemas tak bertenaga.


Untungnya Keenan berdiri disebelahnya, dengan sigap segera menangkap tubuh gadis itu saat hampir jatuh.


Dengan lemas dia mulai duduk disebelah putrinya dengan bantuan Adrian yang ikut menemaninya kerumah sakit.


Pikiran mereka saat ini benar - benar kosong mendengar semua penuturan dokter tersebut.


Setelah agak tenang dan mulai menguasai keadaan, Siska dan Frans segera menemui dokter yang merawat Adelia untuk menanyakan perihal donor ginjal yang dimaksudkan.


Frans, Siska, dan Adrian yang berusaha untuk mendonorkan ginjalnya pun harus menyerah karena ginjal mereka tidak cocok dengan tubuh Adelia.


Tidak putus asa, mereka terus berusaha untuk mencari orang yang bersedia untuk mendonorkan ginjalnya.


Tapi ternyata hal tersebut tidaklah mudah, tidak semua orang bisa cocok dengan ginjal Adelia.


Mendengar hal itu, Rosalie dan Keenan serta Andrew yang kebetulan berada disana mencoba untuk melakukan serangkaian test siapa tahu ginjal mereka cocok untuk Adelia.


Setelah diperiksa, ternyata ginjal Rosalie cocok dengan dengan Adelia.


Maka Rosaliepun merelakan satu ginjalnya untuk Adelia dengan syarat Siska harus dinikahkan dengan Keenan.


Mendengar persyaratan yang diajukan oleh Rosalie, Frans pun menolak dengan alasan dia tidak ingin putrinya menderita dengan menikahi orang yang tidak dia cintai.


Apalagi orang yang ingin dinikahkan tersebut adalah lelaki yang telah membuat putrinya terluka.


Frans lebih memilih untuk mencari orang lain yang bisa dibayar dengan uang sehingga dirinya tidak ada keterikatan yang dapat membebaninya.


Rosalie yang melihat teguhnya pendirian Frans akhirnya memutuskan untuk berbicara langsung dengan Siska

__ADS_1


Siska yang mengetahui hal itu segera mengiyakan permintaan Rosalie.


Semua dia lakukan agar nyawa maminya terselamatkan.


Kenan sangat bahagia mendengar bahwa Siska mau menikah dengannya meski terpaksa.


Dia bersumpah akan membuat gadis itu jatuh cinta lagi padanya.


" Yang terpenting sekarang adalah Siska menjadi istriku terlebih dahulu. Untuk masalah hati, perlahan aku akan mulai membuatnya jatuh cinta dengan membangkitkan kenangan indah yang pernah kita lalui bersama dulu ", batin Keenan bahagia.


Sementara itu, Frans dan Adrian terlihat sangat marah mendengar keputusan sepihak Siska.


" Kenapa kamu memutuskan sendiri tanpa berunding dengan papi " , ucap Frans mengertakkan giginya menahan amarah.


" Pernikahan itu bukan main - main Siska...


", ucap Adrian tidak kalah geram.


" Ini semua demi mami...", ucap Siska dengan mata berkaca - kaca.


" Aku tidak tega melihat mami terbaring seperti itu " , ucapnya sessenggukan.


" Tapi kita masih ada cara lain, bukan dengan mengorbankan diri seperti ini " , ucap Adrian sedih.


" Mami tidak bisa menunggu lebih lama lagi, dan Keenan bukan lah orang yang buruk. Aku yakin bisa mengatasinya " , ucap Siska berusaha tegar.


Mendengar keyakinan dalam ucapan putri semata wayangnya, Frans hanya bisa menarik nafas cukup dalam sambil memejamkan mata.


" Jika itu yang menurutmu baik, maka lakukanlah ", ucap Frans dengan berlinangan air mata.


Kemudian dia memeluk putrinya tersebut dengan erat.


Siska berusaha untuk menenangkan papinya dengan tetap terlihat tegar dihadapannya.


Nyuttt....nyutt....


Tiba - tiba hati Adrian terasa sakit mendengar keputusan sepupunya itu.


Bagaimanapun dia masih belum merelakan jika Siska harus bersanding dengan Keenan.


" Papi harus percaya sama Siska ya ", ucapnya memegang bahu papinya dengan erat untuk menguatkan.


" Kita tidak boleh lemahkita harus kuat...ini juga salah satu cara kita untuk menjadi lebih kuat agar kakek Baskoro tidak mudah untuk menghancurkan kita ", ucap Siska tajam.


Dirinya berusaha untuk mengingatkan papinya bahwa masih ada musuh yang harus diwaspadai.


Untuk itu dia mengambil langkah ini agar kondisi Adelia yang kritis tidak dimanfaatkan oleh pihak lain yang ingin menghancurkan keluarga mereka.


Frans dan Adrian yang sudah mulai mengerti alur pikiran Siska pun akhirnya menganggukan kepala dan menyetujui semuanya meski berat.


Siska yakin langkahnya tersebut tepat untuk saat ini.


Melihat kondisi keluarga dan perusahaan mereka yang masih belum stabil pasca serangan bertubi - tubi yang dilancarkan oleh Baskoro dalam satu bulan terakhir ini.

__ADS_1


__ADS_2