
“ Engg….engg…”, Siska terus meracau dalam tidurnya.
Pelayan pribadinya yang baru saja masuk kedalam kamarnya terlihat sangat panik waktu sang nyonya tak kunjung membuka mata setelah beberapa kali coba dia bangunkan.
“ Nyonya…nyonya….tolong anda bangun….”, ucapnya sambil menguncang tubuh Siska beberapa kali.
Pelayan berusia paruh baya tersebut semakin bertambah cemas dan hampir menitikkan air mata melihat keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuh majikannya itu.
Diapun mencoba memercikan air ke wajah Siska seperti pesan yang diberikan oleh Alexander kepadanya begitu sang istri mengalami mimpi buruk.
Hingga air dalam gelas hampir habis namun sang nyonya tak kunjung juga membuka mata membuat pelayan tersebut mulai berdiri dan mengambil ponselnya guna menghubungi Alexander.
Baru saja dia memencet layar ponselnya tiba – tiba pintu kamar terbuka dan sosok bocah kecil tampan dengan wajah datar dan tatapan tajam masuk kedalam kamar.
“ Mommy kenapa ?....”, tanya Rafelio tajam.
Belum sempat pelayan tersebut berbicara, Rafelio sudah berlari menghampiri ranjang Siska sambil menguncang tubuh sang mommy beberapa kali agar wanita tersebut terbangun.
“ saya sudah mencoba segala cara untuk membangunkan nyonya, tapi nyonya tak kunjung membuka mata….”, ucap sang pelayan dengan wajah sedih.
“ Sudah berapa lama mommy seperti ini ?....”, Rafelio kembali bertanya dengan tajam tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari sang mommy.
“ Sekitar sepuluh menitan tuan….”, ucap pelayan tersebut dengan tubuh bergetar ketakutan.
Rafelio yang mendengar jika mommy mengalami mimpi buruk selama itu terlihat sangat cemas, takut hal buruk terjadi kepada wnaita yang telah melahirkannya itu.
“ Hubungi dady sekarang juga dan ceritakan semuanya !!!.....”, perintah Rafelio tajam.
Sementara sang pelayan menghubungi sang dady, Rafelio mengusap wajah dan leher sang mommy yang penuh keringat dengan handuk kecil bersih yang ada diatas nakas.
__ADS_1
“ Mommy…bangun mommy…jangan bikin Rafelio khawatir….”, ucap Rafelio sambil mengusap lembut wajah dan leher Siska dengan handuk bersih tersebut.
Sementara itu, Alexander yang baru saja mendapatkan kabar dari pelayan pribadi istrinya segera menghubungi psikiater yang selama ini merawat Siska agar segera datang ke rumahnya.
Meletakkan berkas yang sedang dibacanya, Alexander pun segera meninggalkan kantornya untuk pulang kerumah melihat kondisi sang istri dan menyuruh assistennya agar mengosongkan semua jadwalnya siang ini.
Siska bangun dari tidurnya tepat pada saat psikiaternya masuk kedalam kamar. Semua orang langsung meninggalkan ruangan begitu sang psikiater memerintahkan.
Didalam ruangan, sang psikiater langsung duduk ditepi ranjang sambil menatap Siska yang terlihat sedih dan ketakutan.
Dia terus mengenggam tangan Siska hingga wanita tersebut merasa tenang. Setelah tenang baru lah sang psikiater mencoba untuk berdialog dengannya.
Siska pun mencoba menceritakan semuanya kepada sang psikolog, mengenai semua ketakutan yang dirasakannya hingga mimpi – mimpi buruk yang seakan nyata baginya.
Sejak bertemu dengan Keenan, Siska terus mengalami mimpi buruk yang tiada henti dimana dari mimpi – mimpi tersebut dia kembali mendapatkan ingatannya yang telah lama hilang.
Semua masa lalunya yang kelam dan menyedihkan kembali hadir dan membuatnya sangat tertekan.
Siska mendengar semua saran yang diberikan oleh psikolognya dengan lapang dada sambil mengusap perut buncitnya dengan tangis haru.
“ Benar…aku tak boleh seperti ini agar bayi dalam kandunganku tidak ikut sedih dengan kondisi ibunya saat ini….”, batin Siska memberi semangat kepada dirinya.
Setelah Siska benar – benar tenang, sang psikolog pun segera keluar kamar, membiarkan wanita tersebut untuk bersitirahat.
“ Sebaiknya beri waktu nyonya untuk sendiri sementara waktu….”, ucap sang psikolog kepada semua orang yang telah menunggu didepan kamar.
Semua orang langsung bubar begitu mendengar hal tersebut. Sedangkan Alexander terlihat masuk ke ruang kerjanya bersama sang psikolog untuk mendengar kondisi terbaru sang istri
“ Jadi, ingatan istri saya sudah kembali seutuhnya….”, ucap Alexander datar.
__ADS_1
Meski kemungkinan tersebut sangatlah besar, tapi Alexander sama sekali tak menyangka jika akan datang secepat ini.
“ Tampaknya pertemuan nyonya dengan mantan suaminya menjadi pemicu ingatan tersebut kembali. Tapi, anda bisa sedikit tenang karena kondisi nyonya tak seburuk seperti prediksi yang ada. Saat ini, mungkin nyonya sedikit syok akan kenangan tersebut. Tapi, tampaknya beliau masih bisa mengontrol emosinya karena bayi yang ada dalam kandungannya menjadi penguat dirinya agar tak terpuruk…. ”, ucapnya menjelaskan.
Tanpa semua orang sadari, Rafelio mendengar semua pembicaraan keduanya karena pintu ruang kerja sang dady yang tak tertutup sempurna.
Tanpa kata, Rafelio segera pergi dengan kedua tangan terkepal dan wajah memerah penuh amarah.
“ Ternyata keputusanku sudah benar untuk tak memberi kesempatan pada lelaki tersebut untuk kembali mendekatiku dan mommy….”, batinnya penuh emosi.
Ya…sebelum pulang ke tanah air, Keenan kembali nekat menemui Rafelio disekolahnya meski bocah kecil tersebut sudah melarangnya pada pertemuan pertama hingga akhirnya dia kembali menelan kekecewaan yang sangat dalam.
Dalam pertemuan tersebut, bahkan Rafelio tak memberinya kesempatan Keenan untuk berbicara dan hanya memutuskan secara sepihak dengan nada ancaman agar Keenan menghilang dari kehidupanya dan sang mommy.
Meski terasa sangat menyakitkan, tapi Keenan menerima semua sikap Rafelio tersebut dengan lapang dada.
Untung saja kondisi buruk Siska tersebut tak berlangsung lama, berkat terapi yang diterimanya kondisi Siska perlahan mulai membaik dan lebih tenang lagi.
bahkan mimpi buruk yang beberapa malam terus menghantuinya perlahan mulai menghilang.
Selain berkonsultasi ke psikiataer, Siska dan Alexander juga mendiskusikan masalah kelahiran sang buah hati dengan dokter kandungannya.
Keduanya sepakat untuk melakukan operasi sesar dalam proses kelahiran sang buah hati demi meminimalisir hal buruk yang terjadi, terutama masalah psikologis Siska saat ini.
Untuk itu mereka akan melakukan operasi tersebut dua minggu lagi, dimana pada waktu tersebut janin dalam kandungan Siska sudah siap untuk dilahirkan.
Sekarang, keduanya mulai mempersiapkan semuanya yang berhubungan dengan kelahiran sang buah hati yang sangat dinantikannya tersebut.
Sementara itu, Keenan yang yang sudah berada ditanah air muali menyibukkan diri dengan aktivitas yang ada di perusahaannya.
__ADS_1
Meski hasil yang dia dapatkan dari pencariannya terhadap anak dan istrinya tak membuahkan hasil yang cukup baik, namun setidaknya dia mengetahui jika keduanya hidup bahagia dan dalam kondisi yang sehat.
Jika sang istri sudah bisa move on dan menjalani hidup dengan baik dan bahagia, maka Keenan pun juga akan berusaha untuk keluar dari mimpi buruknya ini dan memulai hidup barunya.