BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
PREMATUR


__ADS_3

Waktupun berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa kini kandungan Siska sudah memasuki usia tujuh bulan.


Dua bulan lagi dia akan bisa melihat bayi munggil yang selam tujuh bulan ini sudah dia perjuangkan untuk tetap bertahan didalam perut sekuat tenaga.


Alexander dengan setia terus berada disamping Siska, menemani saat – saat tersulit yang dilalui gadis tersebut sebagai penganti suaminya.


Meski Siska belum menerima perasaan Alexander, namun dia sangat bersyukur ada lelaki tersebut yang menemani hari – hari sulitnya itu.


“ Terimakasih Xander….karena kamu selalu ada disisiku selama ini….”, ucap Siska terisak.


“ Hey…janagn bersedih seperti itu. Kasihan babymu, dia pasti ikut sedih melihat mommy nya menangis seperti ini….”, ucap Alexander sambil mengusap air mata yang mengalir dipipi Siska dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Adelia dan Frans yang menyaksikkan pemandangan romantis seperti itu hati mereka merasa trenyuh. Jika saja Siska bersedia menerima Alexander, mungkin keduanya akan sangat bahagia.


Meski belum terlalu lama kenal, namun keduanya bisa merasakan jika Alexander tulus menyayangi Siska dan calon anak yang ada dalam perutnya itu.


Sementara itu didalam negeri, WD Group yang sudah jatuh membuat Keenan harus berjuang keras untuk membangunnya dari awal lagi.


Rosalie yang melihat anak semata wayangnya terus berkerja tak kenal waktu tersebut merasa sangat sedih.


Sebagai seorang ibu dia merasa gagal memainkan perannya hingga sang anak memiliki kondisi buruk seperti ini.


“ Jangan lelah untuk memberikan Keenan support agar dia bisa melalui masa – masa sulit ini dengan baik…. ”, ucap Bagus Aji menenangkan.


“ Ya…benar. Aku tak boleh lemah seperti ini agar Keenan juga tak merasa sedih….”, batin Rosalie kembali bersemangat.


Rosalie pun langsung menghapus airmatanya begitu mendengar nasehat dari suaminya itu dan kembali bersemangat.


“ Keenan tak sendirian…dia masih mempunyai orang tua dan sahabat yang menyayanginya….”, Rosalie terlihat berusaha untuk terus berpikiran positif agar tak kembali sedih.


Melihat istrinya sudah kembali tersenyum dan bersemangat, Bagus Aji merasa sangat bahagia.


Sebenarnya Bagus Aji sudah mengetahui dimana Siska berada dari salah satu teman lamanya yang tak sengaja bertemu beberapa waktu yang lalu.


Namun mendengar jika kondisi Siska sedang tidak baik dan ada Alexander disisi gadis tersebut membuat Bagus Aji memilih diam untuk sementara waktu.

__ADS_1


Karena tidak baik bagi Keenan jika sampai mengetahui hal itu. Bukan hanya akan menambah beban pikirannya, yang Bagus Aji takutkan adalah putranya tersebut akan bertindak implusif yang nantinya akan merugikan dirinya.


Keenan pasti akan langsung terbang ke Itali begitu mendengar jika mantan istri dan calon anaknya dalam kondisi buruk.


Alexander yang ada disisi Siska selama ini tentunya tak akan tinggal diam melihat Keenan kembali mendekat.


Diam menurut Bagus Aji adalah cara yang paling tepat dia lakukan saat ini. Meski begitu, dia akan tetap memantau terus perkembangan mantan menantu dan calon cucunya tersebut dari jauh.


“ Setidaknya hal ini yang bisa aku lakukan hingga Keenan siap untuk bertempur melawan Alexander…..”, batin Bagus Aji sedih.


Mungkin jika kondisi WD Group tak terpuruk seperti saat ini putranya itu akan mampu bersaing dengan Alexander untuk memperebutkan wanita yang sangat dicintainya dan calon anaknya.


Namun dengan kondisi yang saat ini, bukannya menang justru Keenan akan mati konyol ditangan Alexander.


Meski tak terlalu mengenal sosok lelaki yang ada disamping mantan menantunya itu, namun satu hal yang Bagus Aji ketahui jika posisi Alexander di dunia bawah tanah cukup tinggi.


Dan hal itu yang menjadi bahan pertimbangannya untuk tak main – main dengan lelaki yang melindungi mantan menantu dan calon cucunya tersebut saat ini.


Alexander yang tak bisa tidur terlihat sedang mempelajari beberapa berkas yang telah Adrian kirim siang tadi sambil sesekali melirik keatas ranjang, takut Siska terbangun dan membutuhkan bantuannya.


Alexander yang sedang fokus dengan berkas yang ada ditangannya tiba – tiba saja langsung mengalihkan atensinya begitu dia mendengar suara rintihan yang sangat pelan.


“ Sakit Xander….sakit…..”, Siska merintih kesakitan hingga keringat dingin mengucur deras ditubuhnya.


Alexander yang melihat Siska terus merintih sambil memegangi perutnya, secara spontan langsung mengendong tubuh Siska dan membawanya keluar.


“ Siapkan mobil sekarang juga !!!....”, perintah Alexander tegas.


Adelia yang kebetulan bangun untuk mengambil air minum langsung terkejut begitu Alexander turun sambil mengendong Siska yang terus saja merintih kesakitan.


“ Kenapa Siska ?....”, tanya Adelia panik.


“ Katanya perutnya sakit mi….aku akan segera membawa Siska kerumah sakit….”, ucap Alexander cemas.


“ Tunggu aku !!!....”, ucap Adelia yang segera pergi untuk membangunkan suaminya dan mengambil mantel untuk ikut serta kerumah sakit.

__ADS_1


Setelah meletakkan Siska dikursi menumpang, Alexander segera memacu mobilnya begitu Adelia dan Frans sudah masuk kedalam mobil.


Dalam perjalanan, Alexander segera menghubungi dokter yang selama ini menangani Siska dan menjelaskan semua hal yang wanitanya itu alami sekarang.


Begitu sampai di rumah sakit, Siska segera diberi pertolongan pertama begitu dari kedua kakinya keluar darah segar.


“ Putri anda harus dioperasi sekarang juga agar tidak membahayakan nyawa ibu dan bayinya….”, ucap dokter tersebut lugas.


“ Lakukan apapun yang menurut dokter baik asalkan putri dan cucu saya selamat….”, ucap Frans tegas.


Diapun segera mengisi semua kelengkapan berkas yang diperlukan agar Siska bisa segera dioperasi.


Begitu pintu ruang operasi tertutup, kaki Adelia langsung lemas seketika. Dia sangat takut jika putri dan cucunya tak berhasil diselamatkan melihat kondisi Siska yang begitu lemah ketika masuk kedalam ruang operasi tersebut.


“ Mami harus tenang…doakan Siska dan anaknya selamat agar kita bisa segera berkumpul bersama….” , ucap Frans menghibur.


Adeliapun segera memejamkan kedua matanya dengan kedua tangan berada didada, berdoa agar operasi tersebut berjalan dengan lancar sehingga anak dan cucunya selamat.


Sudah empat jam lamanya ruang operasi tertutup, membuat perasaan semua orang yang menunggu di depan ruang operasi tersebut cemas tak menentu.


Tiba – tiba suara tangis bayi terdengar begitu  nyaring seiring dengan terbukanya ruang operasi tersebut.


“ Selamat bapak….istri anda melahirkan seorang putra….”, ucap perawat tersebut sambil menunjukkan bayi munggil laki – laki yang saat ini sedang berada didalam ruang incubator dalam kondisi menangis kepada Alexander.


Semua orang tak bisa untuk menahan rasa bahagia dan haru yang tiba – tiba saja memenuhi meluap keluar.


Karena kondisi sang bayi tidak begitu bagus, perawat tersebut tak bisa membiarkan keluarga Siska melihat lama bayi laki – laki tersebut dan segera membawanya keruang bayi dengan perawatan khusus.


“ Bagaimana dengan anak saya dok ?....”, tanya Frans cemas.


“ Putri anda selamat. Anda bisa menjenguk putri anda setelah dia siuaman. Dan untuk babynya, karena lahir premature dan berat tubuhnya masih kurang jadi untuk sementara waktu akan mendapatkan penangganan lebih lanjut. Tapi anda tak perlu khawatir karena pada umumnya kondisi baby baik – baik saja….. ”, ucap dokter menjelaskan.


Ada perasaan lega dan cemas dalam waktu yang sama begitu semua orang mendengarkan penjelasan yang diberikan dokter tersebut.


“ Mami tenang saja, aku akan mengupayakan agar Siska dan bayinya mendapatkan pelayan terbaik dirumah sakit ini….”, ucap Alexander berusaha menenangkan perasaan Adelia.

__ADS_1


Mendengar ucapan Alexander, Adelia hanya tersenyum tipis. Diapun segera mengikuti kemana perawat membawa putrinya begitu brankar yang membawa tubuh Siska keluar dari ruang operasi.


Sementara Alexander berjalan menuju ruang dokter yang menangani operasi Siska tadi agar ibu dan bayinya benar – benar mendapatkan perawatan terbaik yang ada dirumah sakit ini.


__ADS_2