BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
AMBISI RYU


__ADS_3

Sejak semalam Siska merasa jika perutnya terasa sangat tidak nyaman. Bahkan hingga hari ini rasa mual masih saja menganggunya.


Ini sudah kesekian kalinya dia berjalan menuju wastafel untuk memuntahkan semua isi yang ada dalam perutnya.


“ Kamu beneran tidak apa – apa aku tinggal sendiri, Baby…”,ucap Alexander dengan wajah cemas.


Alexander membantu Siska untuk berjalan menuju ranjang, membaringkan tubuhnya serta menyelimutinya.


“ Aku tidak apa – apa. Kamu selesaikan saja semua urusanmu…”, ucap Siska berusaha tersenyum.


Siska tidak mau kondisinya menghalangi Alexander untuk bertemu dengan klien pentingnya yang hanya bisa dia temui diatas kapal pesiar ini.


Meihat wajah wanita yang disayanginya sangat pucat, Alexander pun masih setia duduk disamping ranjang sambil mengusap peluh yang ada dikening Siska dengan lembut.


“ Malam sudah semakin larut, kamu cepat pergi dan cepat kembali…”, ucap Siska berusaha untuk tersenyum.


Melihat Siska terus saja mendesaknya untuk pergi akhirnya dengan berat hati Alxanderpun melangkah keluar.


Belum sampai sedetik Alexander keluar, dia tiba – tiba kembali dan langsung menuju ranjang tempat dimana Siska terbaring lemas.


“ Jika kamu perlu sesuatu kamu bisa bilang kepengawal yang berjaga di depan. Aku pergi dulu ya sayang…”, ucap Alexander sambil mengecup kedua pipi Siska dengan lembut.


Siska hanya bisa mengedipkan kedua matanya dengan cepat beberapa kali. Meski dia sering mendapat kejutan seperti itu, entah kenapa dirinya masih belum juga terbiasa.


Sementara itu, Alexander berjalan keluar dengan wajah cerah berseri waktu melihat reaksi Siska akan aksinya.


“ Kenapa dia bisa menggemaskan seperti itu…”, batinnya bahagia.


Siskapun segera membaringkan tubuhnya kembali setelah Alexander sudah tidak lagi menampakkan batang hidungnya.


Bukan hanya perutnya yang bermasalah, akhir – akhir ini Siska juga merasa jika dirinya lebih sensitive terhadap apapun lebih dari biasanya.


Dalam diam dia berusaha untuk mengingat makanan apa saja yang dia konsumsi terakhir kali sebelum hal ini terjadi.

__ADS_1


Saat sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri, tanpa sengaja dia melihat kalender yang ada di atas nakas.


“ Tunggu !!!...Ini !!!…tidak mungkinkan….”, ucapnya sambil terkejut.


Dia terus saja memegang kalender duduk tersebut sambil berusaha untuk mengingat kapan dia terakhir kali datang bulan.


Waktu sudah ingat, Siska langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sedangkan kedua bola matannya terlihat membulat sempurna.


“ Tidak …tidak…aku pasti hanya kelelahan saja….”, ucap Siska sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.


Dia berusaha untuk menghilangkan apa yang ada dalam pikirannya saat ini, meski hatinya kuat mengatakan jika fakta tersebut kemungkinan besar terjadi mengingat dirinya waktu itu berhubungan dengan sang suami tanpa mengunakan pengaman.


“ Aku harus mengeceknya ke dokter begitu kapal ini mendarat…”, guman Siska memutuskan.


Tidak ingin terlalu banyak berpikir, Siska pun berusaha untuk memejamkan kedua matanya dan menghilangkan kegundahan yang ada dalam hatinya, meski hanya untuk sesaat.


Namun berulang kali dia mencoba, perasaan tidak nyaman tersebut terus saja menderanya, membuat Siska menjadi uring – uringan tak jelas.


“ Huffft….sepertinya aku harus mencari udara segar sekarang…”, ucapnya sambil mengipasi wajahnya dengan salah satu tangannya.


Tak berapa lama, Siskapun sudah siap hendak keluar. Sesuai dengan isnstruksi Alexander, Siska keluar ditemani dua bodyguard yang menjaganya dari arah belakang.


“ Ahhh…segarnya….”, ucap Siska sambil tersenyum lebar.


Diapun merentangkan kedua tangannya sambil menutup mata,  membiarkan angin laut membelai lembut seluruh tubuhnya.


Sinar rembulan yang tepat mengenai wajahnya membuat kecantikan Siska terpancar jelas malam ini.


Rambut hitamnya yang dia biarkan tergerai tampak berkibar – kibar dengan indah diaminkan oleh angin laut yang berhembus menerpanya.


Tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat seorang pria jangkung dengan mata sipit mengawasi semua pergerakan Siska dari tadi sambil tersenyum.


“ Siska…wujud aslinya lebih cantik dan mempesona dari foto yang kudapat…”, guman laki – laki tersebut sambil menyesap wine yang ada ditangannya.

__ADS_1


Dia memainkan gelas wine yang ada ditangannya sambil memandang wajah cantik wanita yang selama ini mengusik hatinya.


“ Sungguh malam yang sempurna…”, gumannya lagi.


Pandangan lelaki itu terus saja mengunci wanita cantik yang ada dihadapannya. Ingin rasanya malam ini juga dia memeluk erat wanita cantik itu dalam ranjangnya jika tidak ingat siapa yang datang menemani gadis itu disini.


Ya…Ryu sangat paham jika dia tidak bisa dengan sembarang menyentuh sesuatu yang sudah di klaim menjadi milik Alexander.


Jika masih waras dan sayang nyawa, tidak ada satupun orang yang berani untuk memprovokasi lelaki tersebut, termasuk Ryu yang sudah tergila – gila dengan Siska sejak tanpa sengaja melihat foto gadis itu dikediaaman Tasya.


Kedekatan Ryu dengan Tasya selain karena pekerjaan dan kepiawaian gadis itu membuat dirinya senang dengan *** ekstrim yang lihai dimainkannya adalah agar dia bisa dekat dengan Siska.


Entah sejak kapan gadis itu bercokol dikepalanya dan membuatnya berambisi untuk memilikinya.


Awalnya dengan hancurnya rumah tang Siska dan Keenan, Ryu berpikir dia bisa segera mendapatkan wanita itu.


Tapi siapa yang sangka jika Siska malah jatuh kedalam pelukan Alexander, yang tidak diketahui banyak orang jika keduanya memiliki hubungan yang intens sejak lama.


*“ Oh…d*n !!!...”, Ryu memaki dalam hati saat ada sesuatu dalam dirinya yang mulai bangun.


Diapun segera menghubungi Tasya agar bisa kembali menidurkan singa jantannya yang sudah tegak berdiri hanya dengan melihat siluet tubuh Siska yang sangat menggoda.


Saat Ryu pergi, dia sempat berpapasan dengan Alexander yang berjalan menuju tempat Siska berada. Dirinya sangat bersyukur Alexander tidak memergoki dirinya yang sedari tadi menatap kagum terhadap wanitanya.


Melihat wajag Siska terlihat kembali pucat, Alxanderpun segera melepaskan jasnya dan berjalan menuju tempat Siska berdiri.


“ Ayo masuk…angin malam tidak bagus buat tubuhmu…”, ucap Alexander sambil menyelimuti tubuh Siska dengan jas hitam yang dipakainya.


Melihat Alexander sudah menjemputnya, Siskapun meraih tangan lelaki itu dan mengandengnya dengan mesra.


Mereka berjalan sambil sesekali bersenda gurau. Siapapun yang memandangnya pasti akan memiliki pemahaman jika keduanya adalah sepasang kekasih yang sangat serasi.


Sementara itu di salah satu kamar, Ryu yang tergoda dengan Siska melampiaskan hasratnya dengan Tasya.

__ADS_1


Sambil memejamkan kedua matanya, Ryu membayangkan jika wanita yang memuaskannya saat ini adalah Siska.


Tasya yang tidak sadar jika obyek kepuasan Ryu adalah bayangan wajah sepupunya terus saja bergerak liar diatas pria yang selalu membantunya keluar dari kesulitan tersebut.


__ADS_2