BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
HAMIL


__ADS_3

Hampir seluruh bagian dari kapal pesiar sudah Keenan dan Devian jelajahi, namun sosok yang dicari sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya.


Bahkan  bayangan istrinya sama sekali tak terlihat membuat lelaki itu sedikit frustasi karena mereka sudah seharian ini mencari tapi yang didapatkan adalah zonk.....


Melihat sahabatnya terlihat frustasi dengan muka kusut, Devian yang sudah kelelahan hanya bisa menatap Keenan dengan geram atas kekeras kepalaannya.


“ Ayo balik dan beristirahat. Masih ada hari esok sebelum kita mendarat…”, ucap Devian yang langsung menyeret sahabatnya itu menuju kamar mereka.


Keenan sedikit terkejut saat tangannya tiba - tiba saja ditarik Devian dengan kasar. Tapi karena dia sudah merasa lelah dan tidak memiliki tenaga, akhirnya diapun hanya bisa menurut tanpa bisa melakukan perlawanan apapun.


Hari ini, bukan hanya badannya saja yang lelah, namun juga hati dan pikirannya. Bayang – bayang wajah sang istri yang terlihat gembira saat menggandeng mesra tangan seorang laki – laki terus saja memenuhi pikirannya.


Api cemburu mulai berkobar dalam dirinya. Meski dirinya juga telah melakukan suatu kesalahan karena dengan bodohnya masuk kedalam jebakan yang dibuat oleh Tasya dan papanya.


Tapi, dia juga tak tahan melihat ada laki - laki lain yang membuat istrinya tersenyum ceria seperti itu. Tentu saja hal itu sangat menganggu Keenan..


“ Sial !!!...siapa sebenarnya laki – laki itu !!!...”, guman Keenan geram.


Devian dan Roy yang berada disebelahnya hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar sambil menggeleng – gelengkan kepala mereka, menatap iba kearah Keenan.


“ Apakah dia sengaja melakukan hal itu untuk membalasku ?...”, batin Keenan penasaran.


" Setelah Adrian, kini ada laki - laki lain yang bisa membuatnya tersenyum lebar seperti itu...tak bisa kubiarkan....", batin Keenan geram.


Berbagai macam spekulasi mulai bermunculan dikepalanya saat ini, meski Keenan sangat sadar jika dirinya lah yang sering membuat istrinya itu salah paham dan kecewa dengannya.


Tapi, dia tidak akan sanggup jika istrinya benar – benar membencinya dan mulai membuka hatinya pada orang lain.


Bagaimanapun Siska adalah cinta pertama dan cinta sejatinya yang tak akan mungkin dapat begitu saja dia tinggalkan.


“ Tidak !!!...bagaimanapun caranya, aku harus bisa mendapatkannya kembali…”, batin Keenan optimis.


Dia juga masih sangat yakin jika istrinya tersebut masih memiliki rasa cinta untuknya. Dan hal itulah yang harus terus dia perjuangkan sekarang.


Jika nanti pada saat mendarat dirinya masih belum bisa menemui sang istri, Keenan bertekad untuk pergi kerumah mertuanya terlebih dahulu.


Setidaknya, Frans dan Adelia harus mengetahui fakta yang sebenarnya dan berharap mertuanya tersebut mampu membuat istrinya bersedia untuk bertemu dengannya.

__ADS_1


Pada saat Keenan bergelut dengan semua hal yang ada dalam kepalanya, Siska kembali merasakan rasa mual yang sangat begitu menginjakkan kaki didalam kamar.


Hoekkk….hoekkk….


Dia segera berlari menuju wastafel dan kembali memuntahkan isi dalam perutnya, Alexander yang melihat hal tersebut segera bergegas  membantu Siska dengan mengurut lehernya dan memegangi rambut hitam panjangnya dengan wajah sangat cemas.


Dengan satu isyarat gerakan darinya, anak buah Alexander yang  berada didekatnya segera keluar untuk memanggil dokter agar bisa memeriksa kondisi Siska.


Siska yang sudah selesai mengeluarkan semua isi perutnya yang hanya berisi air itu terlihat sangat pucat sambil memegang tepi wastafel dengan erat, takut jatuh karena tubuhnya mulai terasa lemas.


Menyadari hal itu, Alexander segera mengangkat tubuh munggil Siska dan membaringkannya diatas ranjang. Siskapun segera mengolesi perut dan lehernya dengan minyak kayu putih yang diberikan Alexander kepadanya.


" Gimana ?...apa masih mual ?...", Alexander bertanya dengan wajah cemas.


" Sudah mendingan...", ucap Siska lemah.


Alexanderpun memberikan Siska segelas teh manis hangat untuk memberikan energi pada tubuh gadis itu. Siskapun menerima dan meminumnya sedikit.


" Terimakasih...", ucap Siska dan kembali membaringkan tubuhnya.


Tiba - tiba ada ketukan di pintu kamar, sedetik kemudian terlihat anak buah Alexander masuk dengan lelaki tua berjas putih setelah sang bos mengijinkan mereka untuk masuk kedalam kamar.


“ Mari…”, Alexanderpun mempersilahkan dokter tersebut menuju ranjang tempat dimana Siska berbaring dengan lemas.


Dokter tersebut tampak beberapa kali mengkerutkan keningnya cukup dalam, guna memastikan sesuatu yang baru saja ditangkapnya.


“ Kapan terakhir anda menstruasi ?...”, dokter bertanya dengan pandangan menyelidik.


“ Awal bulan kemar…”, ucapan Siska mengantung saat dirinya kembali mengingat kapan terakhir kali dia datang bulan.


“ Sial !!!...jadi benar aku hamil !!!...”, batin Siska tak senang.


Melihat ekpresi di wajah wanita yang ada dihadapannya, dokter yang memeriksanya terlihat menelan ludahnya dengan susah payah.


Dia sama sekali tak menyangka jika wanita yang menjadi pasangan Alexander tersebut sangatlah mengerikan.


" Apa aku salah ucap ?...", batin dokter tersebut takut.

__ADS_1


Tiba – tiba saja suhu dalam ruangan menurun drastis, Alexander yang menyadari hal tersebut buru – buru menginstruksikan kepada anak buahnya untuk segera membawa dokter tersebut keluar dan menebus obat yang telah diresepkan untuk Siska.


Melihat anak buah Alexander bergerak kearahnya, dokter tersebut tak menunggu waktu lama dirinya langsung bergegas undur diri dan langsung bernafas lega begitu sudah berada diluar ruangan.


Setelah kepergian sang dokter, Alexanderpun segera berjalan menuju keranjang Siska dan membelai kepalanya dengan lembut, berharap amarah yang terlihat bisa surut.


“ Kita akan memastikannya kembali saat sudah menepi… ”, ucap Alexander lembut.


“ Tapi aku tak menginginkannya !!!…semua planning yang sudah aku susun bisa hancur karena ini !!!…”, Siska berkata dengan penuh amarah.


Diapun memukul – mukul dada Alexander dengan keras, melampiaskan seluruh kekecewaan dan amarah yang hinggap dihatinya.


Alexander hanya diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari Siska. Dia membiarkan wanita itu melampiaskan seluruh kekesalan yang ada dalam hatinya, sebelum dirinya memeluknya dengan erat.


“ Sebelum kita mendarat, sebaiknya kamu pikir dengan matang. Ingin mempertahankannya ataupun tidak, aku akan selalu mendukung semua keputusan yang akan kamu buat…”, Alexander berkata dengan sangat lembut sambil memeluk Siska dengan erat.


“ Terimakasih …”, hanya itu yang bisa Siska ucapkan sambil menangis sesenggukan didekapan Alexander.


Meski dirinya sudah sempat membuka hati untuk suaminya, namun kekecewaan yang berhasil ditorehkan oleh Keenan membuat hati Siska kembali menutup.


Bayangan masa lalu pengkhianatan Tedy kembali hadir. Hal itu terasa sangat menyesakkkan hingga Siska merasa sedikit kesulitan bernafas.


Meski dia tahu jika sesuatu yang saat ini tumbuh dalam dirinya tidaklah berdosa, namun dirinya masih belum siap jika bayi tersebut hadir sekarang.


Dia takut jika nantinya tidak bisa menjadi orang tua yang baik bagi sang anak, mengingat dirinya bertekad untuk berpisah dengan Keenan.


Bukan hanya masalah tentang hubungan Keenan dan Tasya saja yang menganggu keharmonisan mereka, tapi juga tentang masa lalu keduanya.


Meski Siska sudah memaafkan keluarga Keenan akan masa lalu yang sudah terjadi, namun hal itu belum sepenuhnya bisa menyembuhkan luka yang sudah mereka torehkan dalam hatinya.


Siska terus saja berperang dalam hatinya dengan segala pemikiran yang ada dikepalanya. Karena terlalu lelah, tanpa sadar Siskapun tidur dalam pelukan Alexander.


Melihat wanita yang dipeluknya tidak ada pergerakan, Alxanderpun segera membaringkan tubuh Siska diatas ranjang sambil tersenyum tipis melihat wanitanya tertidur setelah lelah menangis.


Dengan lembut Alexander merapikan beberapa anak rambut Siska yang menutupi sebagian wajahnya dan membenahi selimut yang menutupi tubuh Siska sebelum beranjak keluar.


Dalam hati dia bertekad akan melakukan apapun agar bisa membuat Siska kembali tersenyum dan ceria. Jujur saja hati Alexander sangat sakit jika melihat wanitanya menangis seperti tadi.

__ADS_1


" Kurasa, aku haru segera membawanya pergi jauh dari sini agar rasa sakit yang dirasakannya bisa hilang...", batin Alexander bermonolong.


__ADS_2