BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
MELARIKAN DIRI


__ADS_3

Disebuah rumah mewah terlihat seorang gadis cantik sedang marah – marah kepada pembantunya.


Semua makanan yang ada diatas meja dia hempaskan sehingga jatuh ke lantai dan berserakan ke mana – mana.


“ Apa ini ?!!!!...kau ingin membunuhku ?!!!.....”, hardik Tasya dengan mata melotot.


Sudah beberapa hari ini Tasya selalu uring – uringan tak jelas. Apapun yang dilakukan oleh para pekerja di rumahnya selalu salah.


Hal ini disebabkan oleh Keenan yang terus menghindarinya beberapa hari terakhir ini tanpa alasan yang jelas.


Bahkan lelaki yang digadang – gadang akan menjadi suaminya itu telah memblokir nomornya dan mengunfollow semua akun media social yang diikutinya.


“ Dasar G****k !!!...nggak becus !!!...sia – sia aku membayar kalian tiap bulan jika pekerjaan kalian seperti ini !!!....”\, Tasya terus saja mengomel tanpa henti.


“ Maaf nona, saya salah…akan saya ganti semuanya dengan yang baru….”, ucap pembantu tersebut dengan suara bergetar menahan tangis.


Melihat majikannya kembali marah mendengar ucapannya, pembantu terebut hanya bisa terduduk dilantai dengan tubuh gemetar karena takut.


Plakkk....


Plakkkk....


Bughhhhh......


Bughhhhh......


Dia hanya bisa pasrah waktu majikannya itu menampar dan menendang tubuhnya dengan kasar berulang kali tanpa ampun..


“ Arghhh !!!...”


" Sialan kau Keenan !!!..."


" Lihat saja !!!..."


" Aku akan membuatmu berlutut memohon - mohon kepadaku !!!...."


Teriak Tasya penuh amarah.


Pembantunya tersebut segera menunduk ssangat dalam untuk menyembunyikan tangisannya waktu melihat Tasya melotot kepadanya.


" Bereskan semua !!!...dasar pemalas !!!....", teriak Tasya sambil menjambak rambut pembantunya hingga tersungkur kelantai.


Setelah puas melampiaskan kekesalan hatinya, Tasya pun hendak kembali masuk kedalam kamarnya untuk mendinginkan hati dan pikirannya.


Belum juga kaki Tasya melangkah pergi tiba – tiba ada suara seseorang yang menghentikannya.


“ Selamat Siang…dengan nona Tasya Baskoro. Kami dari kepolisian membawa surat perintah penangkapan untuk anda atas tuduhan pencemaran nama baik dan pengelapan dana perusahaan Wisnudharta Company. Silahkan anda ikut kami untuk memberikan keterangan yang diperlukan….”, ucap salah satu anggota polisi tersebut sambil menunjukkan surat tugas yang dibawanya.


Sementara anggota yang lainnya terlihat menatap pembantu rumah tangga yang masih terduduk dilantai tersebut dengan rasa iba.

__ADS_1


Mereka sama sekali tak menyangka jika dalam penangkapan salah satu model ternama Tasya Baskoro akan mendapati pemandangan memilukan seperti ini.


Selama ini Tasya dikenal publik sebagai model papan atas yang ramah dan baik hati. Bahkan dia tak segan - segan mengelontorkan dana besar untuk membantu para korban bencana alam dan orang tidak mampu.


Ternyata semua itu hanyalah topeng yang berisi kepalsuan dan sebuah pencitraan agar namanya baik dimata publik.


" Ternyata apa yang kita lihat di televisi tak semuanya benar....", batin salah satu petugas miris.


Salah satu petugas yang mengetahui gerak – gerik Tasya yang ingin kabur segera berlari dan mengunci pergerakannya sebelum gadis tersebut berhasil melarikan diri.


Kedua tangan Tasya segera dipasang borgol dibelakang punggungnya agar tidak bisa bergerak.


“ Lepaskan !!!...kalian tak bisa membawaku seperti ini !!!....”, teriak Tasya meronta – ronta.


" Akan kupanggil pengacaraku....semua tuduhan itu palsu. Ada orang yang sengaja ingin menjatuhkanku dengan melakukan fitnah keji seperti ini kepadaku....", Tasya terus berteriak penuh emosi.


“ Anda bisa didampingi pengacara pada saat memberikan keterangan nanti. Sekarang anda harus ikut kami kekantor polisi terlebih dahulu….”, ucap petugas tersebut sambil mendorong tubuh Tasya keluar dari rumah menuju mobil tahanan yang sudah menunggu di halaman depan.


Sebelum pergi, salah satu petugas menghampiri asisten rumah tangga yang terduduk dilantai tersebut dan membantunya untuk bangun.


“ Jika berkenan, anda bisa membuat laporan penganiayaan ini ke kantor polisi. Kami bersedia menjadi saksi atas perbuatan keji majikan anda jika diperlukan….”, ucap polisi tersebut sebelum beranjak pergi.


Begitu mobil tahanan yang membawa Tasya telah pergi dari kediaman Baskoro,  salah satu pembantu rumah tersebut segera membantu rekannya untuk mengobati memar diwajah dan beberapa bagian tubuh lainnya akibat pukulan dan tendangan yang dilakukan Tasya tadi.


Setelah menutup pintu gerbang, penjaga rumah Baskoro tersebut segera menghubungi majikannya untuk melaporkan perihal penangkapan yang terjadi pada ada anak majikannya itu.


“ Apa ?!!!...Tasya ditangkap polisi !!!.....”, teriak Baskoro terkejut.


Setelah mendengarkan laporan detail dari penjaga yang ada dirumahnya, Baskoro menutup teleponnya sambil menggeram rendah.


“ Keenan !!!.....lihat saja, aku akan balas perbuatanmu ini !!!....”, guman Baskoro penuh amarah.


Baskoro yang tak ingin ditangkap segera meninggalkan kantornya lewat pintu bagian belakang sambil mengendap - endap.


Untungnya pagi ini Baskoro memarkir mobilnya disamping kantor karena halaman parkiran didepan kantor sudah full.


Mobil yang dikendarai Baskoro berhenti sejenak waktu dia melihat ada mobil polisi berbelok masuk kehalaman kantornya.


Setelah melihat petugas masuk kedalam kantornya, Baskoro segera berjalan maju dan melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan kantor.


Keenan mengeram marah waktu mendapatkan kabar jika Baskoro berhasil melarikan diri waktu akan ditangkap petugas.


“ Licin juga si tua b****a itu !!!....”\, batin Keenan geram.


Setelah terdiam sejenak, Keenanpun terpikir satu tempat yang dulu pernah dia datangi bersama Tasya.


Tempat yang menurut Keenan cukup bagus untuk dijadikan sebagai tempat persembunyian karena letaknya yang jauh dari pemukiman dan berada dipinggiran kota.


Diapun segera memberitahukan kepada petugas alamat vila Baskoro yang ada diperkebunan teh tersebut.

__ADS_1


“ Terimakasih bapak Keenan atas informasinya. Kami akan memberikan kabar kembali jika sudah ada perkembangan dalam kasus ini….”, ucap petugas tersebut sebelum menutup teleponnya.


Sementara itu, Baskoro yang berhasil melarikan diri mulai menghubungi pengacara handal miliknya agar segera mengurus permasalahan yang menimpah dirinya dan putrinya tersebut.


Namun tampaknya langkah yang diambil Baskoro kali ini tak berjalan dengan mulus sesuai harapannya.


Para petugas yang berhasil menemukan persembunyian Baskoro segera mengepung tempat tersebut waktu melihat mobil lelaki itu ada didepan vila.


Baskoro yang tidak mengetahui jika vilanya sudah dikepung berjalan santai menuju mobilnya untuk keluar bertemu dengan rekan yang akan membantunya untuk membalas perbuatan Keenan kepadanya.


“ Angkat tangan !!!....”, teriak petugas begitu Baskoro hendak masuk kedalam mobil sambil menodongkan pistol.


Melihat jumlah petugas yang mengepungnya lumayan banyak, diapun segera mengeluarkan senjata api dari balik punggungnya.


Dorrrr…..dorrr….dorrr……


Baskoro berhasil menembak bahu petugas yang tadi menodongkan pistol kearahnya. Melihat rekannya terluka, anggota yang lainnya segera mengeluarkan pistol mereka dan mengarahkannya kemana Baskoro bergerak.


Baku tembak pun terjadi di dalam vila. Anak buah Baskoro yang ada dalam kediaman segera keluar dan menyerang petugas begitu melihat bosnya berada dalam bahaya.


Pada saat semua petugas sibuk menangani anak buah Baskoro, diam – diam lelaki tersebut kabur melalui jalan samping.


Setelah tiba dihalaman milik tetangganya, Baskoro segera naik motor bersama anak buahnya yang sudah menunggu disana.


Melihat buruannya kembali melarikan diri, para petugaspun mengejar motor yang membawa Baskoro kabur.


Polisi kembali kehilangna jejak waktu Baskoro masuk melalui jalan kampung yang sempit dimana mobil petugas tak bisa lewat.


" Sial !!!....",ucap salah satu polisi yang mengejar Baskoro geram waktu dia kembali kehilangan jejak buronannya.


Melihat mobil polisi yang mengejarnya berhenti, Baskoro sama sekali tak mengurangi kecepatannya.


Justru dia memerintahkan anak buahnya agar semakin mempercepat laju motor yang di naikinya.


Saat ini dia harus bertemu dengan rekannya tersebut ditempat yang sudah mereka sepakati. Rencananya, selain memberi mereka tugas untuk melenyapkan Keenan, Baskoro juga akan meminta perlindungan dari kejaran polisi.


Sebelum nyawa Keenan ada ditangannya, dia tak sudi untuk mendekam dibalik dinginnya jeruji penjara.


Sementara itu, didalam penjara Tasya terlihat duduk menangis di sudut ruangan. Pada awal masuk dia berteriak histeris minta agar petugas mengeluarkannya.


Tahanan senior yang berada disana merasa terganggun dengan ulah Tasya langsung menampar dengan keras.


Tasya yang keras kepala dan terus melawan akhirnya membuat napi senior tersebut hilang kesabaran dan menamparnya berulang kali hingga sudut bibirnya berdarah.


Merasa pipinya sakit dan membengkak, Tasya pun mulai terdiam dan menangis sesenggukan di sudut ruangan tak berani bersuara lagi.


Saat ini dia sangat berharap sang papa akan segera membawa pengacara untuknya dan membebaskannya dari tempat menyeramkan ini.


“ Papa…kamu dimana ?....Tasya sudah tak tahan lagi berada disini pa….”, batin Tasya menangis.

__ADS_1


Tasya belum mengetahui jika sang papa saat ini sudah menjadi buronan karena melawan dan melarikan diri waktu hendak ditangkap.


__ADS_2