BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
PENYERANGAN


__ADS_3

Baskoro yang berhasil melarikan diri segera menemui rekan kerjanya dahulu, Fandi di tempat yang telah mereka sepakati sebelumnya dan segera mendiskusikan rencana yang akan mereka jalankan sekarang.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Baskoro, Fandi meminta bayaran tiga kali lipat dari jumlah yang sudah dijanjikan kepadanya karena dia juga harus melindungi nyawa Baskoro selain melakukan pekerjaan yang telah diberikan kepadanya.


Target utama mereka adalah Siska, baru selanjutnya adalah Keenan dan keluarga Wisnudharta karena mereka telah membuat Baskoro dan putrinya menjadi seperti ini.


“ Ini sebagai uang muka. Sisanya aku bayar jika tugasmu telah selesai….”, ucap Baskoro sambil melemparkan segepok uang dalam amplop coklat yang tadi dibawahnya sebelum kabur kepada Fandi.


Fandi tersenyum lebar dan segera memasukkan uang yang ada dihadapannya tersebut kedalam saku dalam jaket kulitnya sambil menghisap rokok yang ada ditangannya dalam – dalam.


Diapun segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa Baskoro ke tempat yang telah disiapkannya, sementara dirinya akan lagsung menjalankan misi yang diberikan kepadanya.


Polisi terus melakukan pengejaran disekitar lokasi terakhir kali Baskoro terlihat. Bahkan mereka juga melakukan Sweeping dijalan untuk mencari keberadaan papa Tasya tersebut karena mereka sangat yakin jika Baskoro masih belum terlalu jauh.


Bahkan Keenan dan Devian juga membantu melakukan pencarian bersama anak buahnya agar lelaki tua yang sudah menghancurkan hidupnya itu segera tertangkap dan mendekam dibalik jeruji besi.


“ Menurutmu, bersembunyi dimana dia sekarang ?...”, tanya Devian penuh selidik.


“ Entahlah….sepertinya dia minta bantuan seseorang untuk menyembunyikannya. Tapi, aku tak tahu siapa itu….”, ucap Keenan sambil mencoba mengingat – ingat lagi rekan Baskoro yang bisa lelaki tua itu mintai pertolongan.


Tanpa membuang waktu, Fandi segera menjalankan rencananya begitu Baskoro sudah aman ditempat persembunyiannya.


Cukup lama Fandi dan anak buahnya mengintai didepan kediaman Fransisco, namun rumah tersebut tampak sepi dan lenggang seperti tak ada tanda – tanda kehidupan disana.


Hingga akhirnya dia mendapatkan informasi dari security perumahan tersebut jika seluruh keluarga Farnsisco sedang berlibur keluar negeri selama beberapa hari ini.


Hal itu tentu saja membuat Fandi merubah rencananya dan mulai fokus kepada Keenan dan keluarga Wisnudharta.


“ Ya sudah, ganti target sasaranmu. Dan pastikan semuanya berjalan dengan rapi dan lancar….”, ucap Baskoro dari balik telepon.


Meski dia tak bisa menyentuh Siska saat ini namun dirinya tak boleh lengah dan membiarkan Keenan bahagia begitu saja.


Lelaki itu harus membayar semua perbuatan yang dilakukannya hingga sang putri harus berada didalam jeruji penjara saat ini.


Fandi terlihat memutar otaknya cukup keras karena ternyata tidak mudah baginya untuk bisa masuk kedalam kediaman Wisnudharta yang dijaga ketat setelah mendapatkan kabar jika polisi gagal menangkap Baskoro hingga lelaki itu berhasil melarikan diri.


Saat ini orang tua Keenan fokus WD Group yang sudah mulai proses pembenahan setelah berhasil kebobolan dan mengalami kerugian yang cukup besar akibat ulah Baskoro dan Tasya.

__ADS_1


Selain membenahi masalah yang timbul diperusahaan, Bagus Aji juga fokus kepada pencarian sang menantu dan calon cucunya yang sengaja bersembunyi di luar negeri.


“ Bagaimana pi ?....apa sudah ada kabar dimana Siska berada ?....”,ucap Rosalie penuh harap.


“ Belum mi…tampaknya Alexander benar – benar menyembunyikan Siska dengan baik….”, ucap Bagus Aji sedih.


Padahal, waktu Fransisco dan Adelia pergi ke Italia untuk menjenguk Siska. Anak buah Bagus Aji sudah mengikutinya, tapi entah bagaimana mereka bisa kehilangan jejak dengan cepat.


Apalagi negara pizza tersebut adalah wilayah kekuasaan Alexander sehingga dia bisa dengan mudah mengecoh orang yang dikirim oleh mertua Siska tersebut.


“ Kita sekarang fokus pada perusahaan dulu. Mami jika tak ada kepentingan mendesak, usahakan untuk tetap tinggal dirumah saja karena kita tak tahu apa yang akan Baskoro lakukan. Sebelum dia berhasil ditangkap, papi tak bisa tidur dengan tenang….”, ucap Bagus Aji gelisah.


Dia sangat tahu bagaimana karakter dan sifat dari saudara tiri besannya itu. Dia tak akan diam begitu saja setelah Keenan menjebloskan anaknya kedalam penjara dan membuatnya menjadi buronan.


Baskoro itu licik dan licin seperti belut. Semua tindak tanduknya sulit untuk bisa diprediksi dengan tepat.


Untuk itu, dia harus secepatnya mulai menyetabilkan perusahaannya agar tidak sampai hancur.


Adrian yang melihat perusahaan suami sepupunya tersebut sedang dalam kesulitan berusaha untuk bersikap acuh.


Dia masih kesal dengan semua ulah Keenan kepada Siska hingga menyebabkan mental sepupunya itu kembali terguncang.


“ Aku harus bekerja lebih keras lagi agar tidak mengecewakan Siska….”, batin Adrian penuh tekad.


Diapun kembali bekerja lembur malam ini, menyelesaikan beberapa revisi dari klien yang harus diserahkannya besok pagi.


Sementara itu, Keenan dan Devian yang masih mencari keberadaan Baskoro dijalanan terlihat mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi waktu melihat ada seseorang yang sedari tadi menguntitnya.


“ Sial !!!...siapa mereka ?!!!...”, ucap Keenan kesal waktu melihat jika mobil yang mengejarnya sudah bertambah banyak.


“ Kurasa mereka adalah orang - orang milik Baskoro….”, ucap Devian sambil mencengkeram kuat pegangan mobil agar tubuhnya tidak terhempas waktu mobil Keenan tiba – tiba berbelok dengan cepat untuk menghindari orang yang sedang mengejarnya tersebut.


Aksi kejar - kejaran dijalan raya pun terjadi. Untung saja kondisi jalanan malam ini sedikit lenggang hingga tak menganggu jalan yang lain.


Dorrr….dorrr….dorrr….


Mobil dibelakangnya tiba - tiba saja menembakinya dari arah belakang. Untung saja Keenan gesit sehingga mobilnya bisa menghindar i tembakan dengan cepat.

__ADS_1


Kap atas bagian mobil segera dibuka dan Devian pun langsung bergerak naik sambil mengarahkan senjata laras panjang yang  berhasil dikeluarkannya dari bangku belakang mobil dan langsung menembakkan kepada musuh yang ada dibelakangnya.


Dorrrr….dorrrr….


Cittt….


Bruakkkk…..


Tembakan Devian mengenai dua ban mobil depan musuhnya hingga membuat mobil tersebut langsung oleng dan menabrak pagar pembatas pinggir jalan karena tak terkendali..


Melihat satu musuhnya telah tumbang, Devian pun terus melepaskan tembakan kearah mobil yang masih mengejarnya secara bertubi - tubi.


Terlihat dua mobil dibelakangnya berjalan zig zag untuk menghindari tembakan yang dilayangkan oleh Devian.


Cittt…..


Untung Keenan bisa langsung menguasai keadaan dan menginjak rem mobil tepat waktu salah satu ban mobilnya kena tembak musuh.


Devian yang menyadari bahaya yang akan datang segera melepaskan tembakan secara membabi buta kepada dua mobil yang mendatanginya.


Dorrr….dorrrr….dorrrr….


Tembakan Devian mengenai ban mobil musuh hingga oleng dan sedetik kemudian dia melepaskan tembakan bertubi – tubi kearah kap mobil yang sudah oleng tersebut hingga kap terbakar dan menabrak mobil rekannya yang ada disampingnya.


Duarrr…..


Ledakan pun terjadi tepat ketika mobil patroli polisi datang kelokasi kejadian dan langsung mengamankan para penjahat berpistol tersebut.


Selema perjalanan, Keenan mengirimkan titik lokasinya kepada rekan polisi yang sedang melakukan pengejaran terhadap Baskoro.


Dari titik yang dikirim oleh Keenan tersebut, polisi itu langsung menghubungi rekan – rekannya yang berada dekat dengan lokasi Keenan berada agar bisa segera menolongnya.


Untungnya polisi datang tepat waktu sehingga Keenan dan Devian selamat dari para penjahat yang ingin melukainya.


“ Brengsek !!!!...”, teriak Fandi geram.


Dia sama sekali tak menyangka jika Keenan bisa dengan mudah melumpuhkan anak buah yang dikirim untuk menyerangnya.

__ADS_1


Tampaknya dia terlalu meremehkan musuhnya kali ini. Dan sekarang dia bertekad akan memburu Keenan dengan sungguh – sungguh agar misinya bisa segera terselesaikan dan uang segera masuk kedalam kantongnya.


__ADS_2