BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
TAKTIK


__ADS_3

Dengan kedatangan Baskoro kekantor ke JRF Consultant menyampaikan ancamannya secara langsung membuat Siska dan Adrian lebih waspada dari pada sebelumnya.


Adrian masih berpikir keras, apa yang mendasari pria tua b****a itu berani mengibarkan bendera perangnya secara langsung kepada mereka jika melihat secara kasat mata kondisi dan posisinya yang lemah itu.


" Kurasa aku harus segera menemui papi dan membicarakan kondisi ini " , batin Siska cemas.


Siskapun segera mengajak Adrian untuk pergi ke kantor JR Group sekarang juga sebelum terlambat.


" Ya...papi harus segera diberikan peringatan mengenai masalah ini ", ucap Siska sedikit geram melihat kakek tua itu sekarang sudah secara terang - terangan menyerang mereka.


Sesampainya di kantor JR Group, semua orang menunduk dan hormat saat Siska dan Adrian masuk kedalam kantor.


Tak butuh berapa lama, lift yang membawa mereka akhirnya sampai ke lantai duapuluh dimana ruang kerja Fransisco berada.


" Papi ada di dalam...", tanya Siska pada Belinda sekretaris Fransisco.


" Ada non....silahkan masuk ", ucap Belinda ramah.


Tak ingin membuang waktu lagi Siska dan Adrian langsung masuk kedalam ruang kerja Fransisco.


Dibalik meja kerjanya terlihat laki - laki paruh baya sedang meneliti beberapa berkas yang menumpuk disamping mejanya.


" Tumben kesini sayang....apa ada masalah ?", tanya Fransisco curiga saat melihat raut wajah putri semata wayang dan keponakannya yang tidak biasa itu.


" Ada hal penting yang ingin Siska bicarakan dengan papi ", ucap Siska serius dan langsung duduk disofa.


Fransisco yang sudah mempunyai perasaan tidak enak sejak putri dan keponakannya itu masuk kedalam ruangan segera duduk didepan Siska.


" Papi lihat ini...", ucap Siska sambil menyodorkan berkas - berkas yang didapatkannya dari Alexander.


Saat membaca terlihat raut keterkejutan diwajah Fransisco, namun sedetik kemudian ekspresi itu berubah menjadi senyuman sinis.


" Pantas saja dia begitu getol mendekatiku akhir - akhir ini. Jadi semua karena ini...", guman Fransisco sambil melihat beberapa data yang diberikan Siska kepadanya.


Adrian yang tidak tahu menahu mengenai data itu juga turut membacanya.


Sama seperti Fransisco dia cukup terkejut sebentar namun selanjutnya raut wajahnya berubah menjadi merah menahan amarah.


" Pantas saja sejak awal aku sangat curiga kenapa mereka baru minta maaf sekarang dan memaksa untuk secepatnya menikahi Siska ", batin Adrian geram.


" Lalu...langkah apa yang akan kamu ambil ", tanya Fransisco memandang tajam putrinya.


" Kita ikuti permainan mereka...saat mereka lengah, kita langsung menyerang balik " , ucap Siska tajam.


" Aku tidak menyangka kamu sudah menyiapkan bom waktu ditempat mereka ", ucap Fransisco tersenyum licik.


" Aku sebenarnya tidak ingin menghancurkannya seperti ini, tapi dia sendiri yang minta ", ucap Siska enteng.

__ADS_1


" Papi akan mendukung apapun keputusanmu...", ucap Fransisco tersenyum.


" Lalu...bagaimana dengan suamimu ", tanya Adrian penasaran.


Adrian sangat yakin bahwa Keenan tentunya juga terlibat dalam scenario besar yang disusun Baskoro ini.


" Aku belum terlalu yakin kalau dia terlibat, tapi aku juga sudah mempunyai langkah untuk mengantisipasinya ", ucap Siska santai.


" Syukur jika kamu sudah bisa mengantisipasinya. Aku takutnya kamu sudah terjebak perasaan dengannya ", ucap Adrian tidak senang.


" Tenang saja, dua kali terluka sudah cukup membuatku untuk lebih berhati - hati dan tidak terlalu menggunakan perasaan" , ucap Siska mencoba menenangkan kekhawatiran sepupunya.


Sebenarnya bukan hanya khawatir sepupunya itu akan terluka kembai, tapi Adrian juga cemburu karena selama berada dinegeri Jiran tempo hari Siska terlihat semakin mesra dengan sang suami.


Sementara itu, Keenan yang mendapat laporan dari anak buahnya mengenai maksud kedatangan Baskoro kekantor istrinya terlihat sedikit geram.


" Tidak akan kubiarkan dia melangkah lebih jauh dari ini...", guman Keenan geram.


Hal tersebut tentunya disampaikan kepada Bagus Aji agar berhati - hati karena dia yakin dalam waktu dekat Baskoro akan segera menemui papinya itu untuk mulai meminta dukungannya.


Dia tidak mau papinya sampai termakan hasutan Baskoro seperti tiga belas tahun yang lalu.


Keenan tidak mau hubungan keluarganya dengan Fransisco kembali bermasalah dengan hadirnya Baskoro kembali di tengah - tengah mereka.


" Lalu..apa yang ingin kamu lakukan padanya ", ucap Devian penasaran dengan rencana sahabatnya untuk menghancurkan Baskoro, mengingat pria tua itu sangat licin seperti belut.


" Baiklah jika kamu sudah punya rencana yang matang. Hubungi aku kapan saja kamu perlu aku untuk bertindak ", ucap Devian memberikan dukungan.


Malam harinya, sepulang kerja Siska melihat suaminya sedang sibuk menyiapkan makanan di meja makan.


Meja makan yang tidak terlalu besar berbentuk segi panjang tersebut disulap menjadi cantik dengan taplak meja berwarna hitam diatasnya dan terdapat hiasan bunga di sepanjang sisinya.


Tak lupa rangkaian bungan mawar putih didalam vas ditengan meja dengan lilin panjang berwarna putih disamping kanan dan kirinya.


Keenan yang menyadari kedatangan sang istri segera mematikan lampu di dapur sehingga ruangan terlihat sangat romantis.


Dengan senyum mengembang dibibirnya, Keenan menyambut Siska dengan hangat.


" Sebenarnya semalam aku menyiapkan makan malam romantis untukmu di luar, tapi karena kamu tidak pulang kerumah jadi aku mengantinya dengan hari ini " , ucap Keenan lembut.


Diapun segera membawa istrinya agar duduk di kursi yang telah disiapkannya.


Siska yang masih sedikit terkejut hanya diam dan menuruti apa keinginan Keenan.


Ditatapnya hidangan kesukaannya yang sudah tertata apik diatas meja.


Tampilan yang begitu menggiurkan membuatnya menelan ludah beberapa kali.

__ADS_1


Bahkan perutnyapun sudah mulai bernyanyi saat melihat hidangan yang ada didepannya.


Keenan yang menyadari hal tersebut langsung mengajak istrinya untuk segera menyantap hidangan yang telah disiapkannya.


Tanpa malu, Siskapun segera menyantap makanan kesukaannya itu hingga tak bersisa.


Karena kedatangan Baskoro cukup menguras energi dalam tubuhnya dan melupakan waktu makannya.


Keenan memandang istrinya dengan tatapan bahagia saat masakannya di lahap habis.


Diapun tak henti - hentinya terus menyungingkan senyum di bibirnya.


" Yang....besok mami ingin menginap dirumah kita, jadi kalau bisa malam ini barang - barang kamu pindahin kekamarku ya ", ujar Keenan memberi informasi.


" Kenapa mendadak sekali...", tanyaku curiga.


" Katanya kangen banget sama kamu ", ucapnya lagi.


" Ohhh...", ucapku singkat dengan wajah datar.


Setelah mendengar hal itu entah kenapa perasaanku jadi tidak enak, apa ini hanya kebetulan semata ataukan memang sudah diatur sedemikian rupa.


" Apakah maminya Keenan kesini adalah salah satu rencana kakek Baskoro " , batin Siska gelisah.


Keenan yang sedikit menangkap raut kegelisahan diwajah sang istri akhirnya mulai bersuara.


" Kenapa sayang....apa kamu tidak senang mami menginap disini ", tanya Keenan hati - hati.


" Aku cukup senang mami mau menginap disini, hanya saja aku jadi merasa tidak enak. Mami kesini pasti gara - gara kita terlalu sibuk sehingga tidak sempat menjenguk beliau " , ucap Siska dengan raut wajah dibuat sesedih mungkin.


Melihat raut sedih sang istri membuat Keenan langsung menghampiri istrinya dan mengenggam lembut kedua tangannya untuk mengusir kegundahan hatinya.


" sudah ya...jangan terlalu dipikirkan " , ucap Keenan lembut.


" Ya sudah...aku bereskan barangku sekarang takut besok pagi tidak sempat, mengingat aku ada meeting pagi ", ucapku masih dengan wajah sedih.


Keenan menyempatkan diri untuk mengusap lembut kepala sang istri sebelum Siska beranjak pergi.


" Aku harus mencari tahu apa tujuan maminya Keenan kesini secepatnya agar bisa menentukan langkah apa yang harus segera kuambil " , batin Siska sambil memindahkan beberapa barangnya untuk ditaruh di dalam kamar Keenan.


Sedangkan dirumah Wisnudharta, Rosalie sudah mempersiapkan semua amunisinya untuk menginap dirumah putra semata wayangnya.


" Aku harus membuat mereka melewati malam pertama secepatnya agar cucuku segera hadir didunia ini ", ucap Rosalie bahagia.


Diapun mulai memasukkan beberapa lingery seksi yang nantinya akan ditaruhnya dikamar mereka dan tidak lupa sebotol kecil obat yang sudah disiapkannya agar keturunan Wisnudharta segera hadir.


" Kuharap tindakan mami ini tidak berdampak buruk ", ucap Bagus Aji yang kurang setuju jika istrinya sampai harus memberi obat perangsang untuk anak dan menantunya.

__ADS_1


" Gerakan Keenan itu sangat lambat pi....jika mami tidak ikut bertindak, kapan keturunan Wisnudharta akan lahir ", ucap Rosalie ketus.


__ADS_2