BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
RENCANA ROSALIE


__ADS_3

        Akhirnya, hari ini Rosalie sampai dirumah yang ditinggali oleh anak dan menantunya. Rumah munggil berlantai dua yang asri.


        Setelah puas melihat - lihat halaman rumah yang sejuk dipandang mata dia segera masuk kedalam rumah dan langsung minta diantar kedalam kamar yang ditermpati oleh Keenan dan Siska.


 “ Waktunya beraksi…”, batin Rosalie tersenyum puas.


            sesampainya didalam kamar, Rosalie segera menuju walk in closet yang berada dikamar putranya sambil melihat baju – baju Felicia yang tergantung rapi disana.


“ Kenapa tidak ada baju tidur sexy disini…semua hanya piyama biasa…untung aku sudah beli banyak kemarin  ”, guman Rosalie tersenyum lebar.


             Segera diambilnya semua piyama yang ada didalam almari dan diganti dengan lingeri sexy yang telah dibawanya.


 “ Dengan ini aku yakin malam pertama mereka akan berlangsung panas ”, guman Rosalie sambil tersenyum geli.


            Dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi malam nanti antara anak dan menantunya. Pergulatan panjang yang ada dibayangannya membuatnya tersenyum lebar.


            Sambil tersenyum geli, Rosalie segera turun untuk menyiapkan makan malam untuk anak dan menantunya dengan memasak makanan kesukaanmereka.


             Sambil menunggu anak dan menantunya pulang, Rosalie menghabiskan waktu dengan menonton acara yang ada ditelevisi.


             Bunyi suara mobil yang memasuki halaman rumah membuat Rosalie beranjak dari tempat duduknya.Saat dilihatnya mobil Keenan yang terparkir didepan, Rosalie segera membukakan pintu.


            Disambutnya anak dan menantunya yang baru pulang dari kantor dengan wajah ceria. Karena hari ini mertuanya pulang, maka Siska sengaja tidak membawa mobil kekantor untuk menunjukkan kemesraan mereka.


“ Akhirnya….kalian pulang juga…”, ucap Rosalie memeluk anak dan menantunya secara bergantian dengan erat.


“ Mami kangen banget sama kamu nak….”, ucap Rosalie sambil mengusap rambut Siska dengan lembut.


“ Kami kekamar dulu ya mi.... sudah gerah nih…mau mandi dulu ”, ucap Keenantersenyum dan langsung menarik pinggang istrinya dengan lembut.


         Siska yang sempat terkejut dengan tindakan istrinya tidak bisa protes karena ada mertuanya disana. Dengan sangat terpaksa diapun mengikuti sandiwara suaminya.


            Rosalie tersenyum melihat kemesraan anak dan menantunya. Setelah memastikan tidak ada yang melihat, Rosalie segera memasukkan obat yang sudah disiapkannya ke dalam makanan yang tersaji di atas meja untuk menambah malam panas anak dan menantunya.


“ Semoga dengan ini calon cucuku akan segera hadir ”, ucap Rosalie tersenyum bahagia membayangkan bahwa cucunya akan segera lahir.


            Siska dan Keenan yang baru selesai membersihkan diri dan berganti pakaian segera tirun untuk makan malam bersama Rosalie.


            Mereka makan dengan lahap semua masakan yang dibuat oleh Rosalie. Sedangkan Rosalie sendiri memakan makanan yang beda agar tidak ikut terkena obat yang dicampurkannya.


“ Habiskan semuanya…ini mami masak dengan penuh cinta lho…”, ucap Rosalie tersenyum bahagia.


             Tidak ingin berlama – lama di meja makan, Siska segera menghabiskan makanannya dan undur diri karena ada beberapa dokumen yang harus dia siapkan buat meeting besok pagi.


            Begitu juga dengan Keenan yang juga undur diri setelah berbincang sebentar dengan sang mami. Rosalie yang mulai merasa ngantuk akhirnya juga masuk kedalam kamar tamu untuk beristirahat.


“ Kenapa dengan tubuhku…rasanya sangat tidak nyaman sama sekali ”, batin Siska cemas.

__ADS_1


            Diapun berusaha untuk mengalihkannrasa tidak nyamannya dengan dokumen yang sudah dibawanya dari kantor.


            Sekuat tenaga dia berusaha untuk fokus dengan layar laptop yang ada didepannya, tapi tubuhnya yang semakin panas dan tidak nyaman membuatnya tidak bisa berkonsentrasi.


            Ternyata bukan hanya Siska yang merasa tidak nyaman, Keenan pun juga demikian. Semakin lama tubuhnya terasa semakin panas hingga dia harus membuka beberapa kancing bajunya agar udara dingin yang keluar dari pendingin ruangan terasa ditubuhnya.


            Siska yang merasa kepanasan segera melangkah ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya dengan air shower yang dingin.


               Saat hendak beranjak masuk kedalam kamar mandi tiba - tiba kakinya terpeleset lantai yang sedikit licin dan jatuh kedalam pelukan Keenan yang kebetulan sedang berdiri untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam tas nya yang tergeletak diatas nakas.


            Saat menyentuh tubuh suaminya, Siska merasakan rasa nyaman sehingga tanpa sadar dia sudah menempelkan pipinya ke dada suaminya yang sedkit terbuka.


            Keenan yang matanya sudah berkabut karena efek obat yang diberikan oleh maminya mulai membelai lembut rambut Siska yang masih nyaman menempelkan pipi di dadanya.


            Tangan Keenan mulai bergerak  turun keleher dan merabanya dengan gerakan sensual. Hal tersebut tentu saja spontan membuat Siska terkejut, tapi dia tidak menolak semua sentuhan yang diberikan Keenan kepadanya.


            Melihat istrinya diam saja dan tidak berontak, Keenan mulai meraba tubuh istrinya yang sudah lama ingin dijamahnya.


            Siska hanya mengeliat manja atas perlakuan suaminya sambil mengingit bagian bawah bibirnya agar tidak mengeluarkan suara.


            Namun gerakan tangan Keenan yang lembut membuat Siska tidak bisa menahannya. Suara desahan akhirnya lolos dari mulut munggilnya dan membuat Keenan lebih bersemangat untuk menjamah setiap inci tubuh istrinya yang berada dalam dekapannya.


            Saat Siska mengadahkan pandangannya,


tatapan matanya bertemu dengan mata Keenan. Cukup lama mereka saling pandang


dengan penuh nafsu.


               Tidak ingin menyia - nyiakan pemandangan indah didepannya, Keenan segera mengecup bibir munggil Siska.


                Siska memejamkan kedua matanya saat bibir suaminya mulai menyatu dengan bibirnya. Sentuhan yang cukup dalam serta l*****n lembut yang diberikan oleh Keenan membuat Siska terbuai.


             Dengan perlahan namun pasti\, Keenan mulai menelusuri bibir munggil Siska dengan h*****n lembut. Beberapa kali gigitan kecil dibuat oleh Keenan agar istrinya itu mau membuka mulutnya.


            Saat mulut Siska terbuka, Keenan langsung mengabsen setiap inci bagian dalam mulut istrinya dengan permainan lidahnya.


            Siska yang terbawa suasana ditunjang efek obat yang mulai bereaksi membuatnya segera membalas c****n panas suaminya.


            C****n panas mereka terus berlanjut hingga tak terasa semua pakaian yang mereka kenakan sudah berada di lantai.


             Suara desahan Siska yang sexy membuat nafsu Keenan semakin membara. Di kecupinya setiap inci tubuh istrinya dengan lembut sambil memberikan jejak kepemilikan disana hingga pergulatan panaspun terjadi.


             Rosalie yang terbangun karena haus tidak sengaja mendengar suara yang tidak terlalu asing baginya.


Dengan perlahan dia mulai mendekat dan berdiri dibalik pintu kamar anaknya sambil tersenyum bahagia saat mendengar suara desahan dari dalam kamar.


             Kedua insane yang baru pertamakali merasakan surga dunia ditambah dengan adanya obat yang diberikan oleh Rosalie membuat mereka melakukan kegiatan panas tersebut berulang – ulang.

__ADS_1


            Kegiatan panas tersebut berlangsung berkali – kali hingga menjelang pagi. Entah berapa kali mereka berdua melakukan pelepasan.


            Setelah seluruh tenaga mereka telah terkuras bagus, barulah mereka mengakhiri semuanya dan langsung terlelap.


             Pagi harinya, Siska yang terkejut mendengar suara alarm dari ponselnya segera bangun dari tempat tidur. Perlahan dia membuka matanya yang terasa sangat berat.


            Namun wajahnya langsung pucat pasi saat mendapati dirinya tertidur disamping Keenan tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya.


             Sambil mengerjapkan kedua matanya dia mulai mengingat seluruh peristiwa yang terjadi tadi malam. Dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar Siska mulai mengingat setiap peristiwa yang dialaminya.


             Dengan perlahan dia mulai turun dari ranjang agar suaminya tidak terbangun. Tapi belum sempat melangkah, Siska merasa selangkangannya terasa  sakit dan daerah kewanitaannya terasa sangat ngilu.


             Keenan yang baru bangun dari tidurnya segera berdiri untuk membantu istrinya yang terlihat sangat kesakitan dengan mata terpejam.


 “ Hey…apa yang kamu lakukan…”, ucap Siska terkejut saat Keenan mengendongnya.


“ Tentu saja membantumu kekamar mandi ”, ucap Keenan santai.


“ Turunkan aku…aku bisa sendiri ”, ucap Siska marah sambil memukul dada suaminya


itu berulang kali.


 “ Tenanglah…jika tidak maka…”, ucap Keenan sambil mulai mendekatkan wajahnya


kearah Siska.


            Siska yang sadar akan tindakan suaminya segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. diapun melotot kearah suaminya itu agar tidak bertindak lebih jauh.


            Keenan yang melihat reaksi istrinya hanya tersenyum. Senyum penuh kemenangan karena semalam akhirnya dia bisa memiliki Siska sepenuhnya.


             Karena rasa sakit yang dirasakannya, membuat Siska hanya bisa pasrah saat suaminya itu mulai memandikannya.


             Dengan lembut, Keenan membersihkan tubuh istrinya. Dia tersenyum sendiri saat melihat banyaknya tanda kepemilikan yang dibuatnya hampir memenuhi seluruh tubuh istrinya.


            Setelah selesai, dia kembali mengendong istrinya yang sudah terbalut kimono mandi dan membawanya keluar dari kamar mandi.


            Dengan perlahan dia menurunkan istrinya di atas kursi didalam walk in closet untuk berganti pakaian.        Meski terasa sangat nyeri, Siska mencoba untuk berdiri dan berpakaian.


             Keenan yang baru datang dengan segelas air putih dan obat pereda nyeri sedikit kasian melihat kondisi sang istri akibat keganasannya semalam.


“ Minum ini dulu yang…agar nyerinya berkurang ”, ucap Keenan lembut sambil memberikan tablet pereda nyeri yang dibawanya.


             Dengan cepat Siska segera meminum obat yang berada di atas telapak tangan suaminya. Masih


dengan wajah kesakitan Siska mencoba berdiri.


             Namun belum sepenuhnya berdiri tiba – tiba badannya terasa melayang. Ternyata Keenan sudah mengendongnya dan membaringkannya diatas ranjang.

__ADS_1


“ Istirahat dulu….setelah berpakaian aku akan mengambilkan sarapan buatmu ”, ucap


Keenan sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.


__ADS_2