
Disebuah gedung bertingkat, tepatnya dilantai dua puluh tujuh terlihat seorang lelaki gagah sedang berdiri menatap tajam keluar dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celananya.
Alexander yang mendapat laporan jika Keenan pergi dengan lunglai setelah bertemu dengan Rafelio membuat hatinya merasa bahagia.
“ Sesuai harapan, putraku bisa mengatasinya dengan mudah….”, batin Alexander tersenyum puas.
Sekarang yang menjadi pikiran Alexander adalah Siska, sang istri. Keenan pasti tak akan menyerah begitu saja setelah berhasil menemukan keduanya.
Jika tak berhasil dengan sang anak, Keenan pasti akan berusaha untuk menemui mantan istrinya itu.
Karena tak bisa menemuinya dirumah, maka Alexander sangat yakin jika Keenan akan berusaha untuk menemui Siska diluar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Alexander pun semakin memperketat penjagaan terhadap istrinya yang tengah hamil besar tersebut.
Setiap anak buahnya sudah mengantongi foto Keenan dan akan selalu siaga jika lelaki tersebut berusaha untuk mendekati istri majikannya tersebut.
Dua hari lamanya Keenan mengurung diri dan berusaha untuk melihat dengan jernih semua hal yang terjadi dalam hidupnya dari berbagai macam sisi.
Dia tak ingin nantinya pertemuannya dengan Siska akan berakhir buruk seperti pertemuannya dengan Rafelio tempo hari yang lalu.
Untuk itu, Keenan akan berusaha memahami perasaan Siska terhadap semua tindakan yang pernah dia dilakukan terhadap wanita tersebut selama ini.
Keenanpun berusaha untuk memposisikan dirinya di tempat wanita yang sangat dicintainya itu dan mulai membuka memori yang ada dikepalanya.
Ternyata hasil yang didapatkan Keenan sungguh mengejutkan. Dia sama sekali tak pernah membayangkan dampak dari setiap perbuatannya akan sebesar ini.
Semua perbuatan yang dilakukannya baik itu secara sadar atau tidak telah melukai persaan Siska begitu dalam.
Membayangkan rasa sakit hati yang dialami sang istri membuat dada Keenan terasa sangat sesak hingga kesulitan untuk bernafas.
“ Rasanya sangat sakit sekali......Jadi ini yang kamu rasakan selama ini….”, guman Keenan sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.
Dia baru menyadari jika kecerobohannya telah membuat hati wanita yang sangat dicintainya itu sakit begitu dalam.
__ADS_1
Pantas saja semua penjelasan dan bukti yang dia dapatkan tak mampu membuat Siska memaafkannya karena semua itu sudah terlambat.
Tindakan impusifnya tersebut telah menyakiti hati wanita yang sangat dicintainya itu terlalu dalam hingga akhirnya Siska memilih untuk meninggalkannya karena sudah merasa tak kuat menanggung semuanya.
Air mata Keenan tak terasa mulai mengalir dengan deras waktu membayangkan bagaimana mantan istrinya tersebut berjuang untuk bangkit dari rasa sakit yang dia torehkan dalam kondisi hamil.
Setelah merasa cukup tenang, Keenanpun menghubungi keluarganya yang sudah cemas karena selama dua hari lelaki tersebut menghilang dan ponselnya sama sekali tak bisa dihubungi.
Keenan tak menceritakan semuanya agar maminya tak terlalu khawatir kepadanya. Dia hanya mengatakan jika Rafelio masih belum bisa menerima kehadirannya.
Untuk itu dia berjanji kepada sang mami akan berjuang keras mencoba untuk bisa dekat dengan sang anak.
Sedangkan untuk Siska, Keenan bercerita jika kondisi mantan istrinya itu tak cukup baik untuk bertemu dengannya saat ini.
Rosalie dan Bagus Aji yang tak mengetahui jika sang putra membohongi mereka terus memberi Keenan semangat agar tak mudah untuk putus asa.
Mendengar support yang diberikan oleh kedua orang tuanya, semangat Keenan yang semula sempat redup mulai bangkit kembali.
Untuk saat ini dia akan berusaha mengamati Rafelio dari jauh tanpa berusaha mendekat sesuai keinginan bocah kecil tersebut.
Saat ini Keenan berusaha untuk menghindari hal – hal yang akan membuatnya dalam masalah.
Termasuk berkonfrontasi dengan Alexander yang sangat dia yakini memiliki pengaruh yang cukup kuat di kota ini.
Dua hari tidak keluar dari dalam penginapan membuat stock makanan yang Keenan miliki habis hingga mengharuskannya untuk keluar beli.
Setalah membersihkan dirinya didalam kamar mandi, Keenanpun segera berpakaian kasual dan langsung berjalan keluar untuk membeli stock bahan makanan di supermarket yang tidak jauh dari penginapan yang ditempatinya saat ini.
Karena posisinya tidak terlalu jauh, Keenanpun berjalan kaki menuju supermarket yang lumayan besar tersebut sambil menikmati suasana sore hari yang sejuk.
Setelah memasukkan beberapa bahan makanan yang diperlukan kedalam keranjang, Keenan yang hendak membayar barang belanjaannya tiba – tiba saja menghentikan langkah kakinya waktu dia melihat sosok yang tak asing berdiri memilih bahan makanan ditempat yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
“ Siska….”, guman Keenan dengan suara bergetar.
__ADS_1
Keenan yang menatap Siska dengan penuh kerinduan tak terasa air matanya menetes waktu melihat mantan istrinya tersebut mendorong troli belanjaan yang ada didepannya dengan wajah ceria.
Kaki Keenan pun otomatis melangkah maju mendekati wanita cantik yang sangat dirindukannya itu.
Belum juga Keenan sampai dihadapan Siska, tiba – tiba saja ada tubuh kekar menghadang langkahnya.
“ Maaf, permisi pak…anda menghalangi jalan saya….”, ucap Keenan sopan.
Namun lelaki bertubuh kekar tersebut terus saja menghalanginya untuk bisa melangkah maju, membuat Keenan mulai kehilangan kesabaran.
Lelaki tubuh kekar tersebut memberikan kode kepada rekannya yang lebih dekat dengan Siska untuk membawa istri majikannya tersebut pergi dari tempat itu secepatnya.
Meski emosinya sudah mulai tersulut, namun Keenan berusaha untuk tetap tenang dan tak menimbulkan masalah ditempat tersebut dengan kembali menegur lelaki yang ada dihadapannya dengan sopan.
“ Pemisi pak…. anda telah menghalangi jalan saya….”, ucap Keenan geram.
Sang pengawal segera memberi jalan waktu melihat majikannya sudah berada dalam antrian pembayaran di kasir.
Keenan melanjutkan langkahnya setelah lelaki bertubuh kekar tersebut pergi sambil menggerutu.
Keenan sangat kecewa waktu tak lagi mendapati Siska di depannya. Dengan wajah gelisah dia mulai menyusuri setiap area pusat perbelanjaan tersebut, berharap bisa melihat sosok yang sangat dirindukannya itu.
“ Itu dia….”, batin Keenan bahagia.
Keenanpun berusaha untuk masuk kedalam antrian kasir yang ada untuk bisa bertemu dengan mantan istrinya dan meninggalkan teroli belanjaannya di samping rak.
Namun, nasib baik tampaknya belum menghampiri Keenan. Begitu dia sudah berhasil keluar dari antrian, Siska telah pergi dengan mobil yang telah menunggunya didepan pusat perbelanjaan.
Meski kali ini Keenan gagal untuk berbicara dengan Siska, tapi melihat senyum ceria yang tadi sempat dilihatnya yang menandakan jika wanita yang dicintainya itu baik – baik saja membuat perasaannya menghangat.
“ Benar kata mami. Aku tak boleh menyerah selama masih ada kesempatan…..”, batin Keenan penuh percaya diri.
Diapun kembali memacu mobilnya menuju tempat dimana detektiv swasta yang sempat disewanya berada.
__ADS_1
Keenan ingin mendapatkan berbagai macam rutinitas harian Siska dan juga kantor Alexander.
“ Aku harus secepatnya bertemu dengan Alexander agar bisa bertemu dengan keduanya tanpa sembunyi – sembunyi seperti ini….”, guman Keenan penuh semangat.