
Adelia dan Rosalie yang sudah sadar ditempatkan dalam satu ruang inap yang sama agar tidak merepotkan bagi siapapun nantinya yang akan berjaga disana.
" Pi...dimana Keenan ? " , tanya Rosalie saat sudah sadar.
" Lagi keluar sebentar bersama Devian. Apa perlu papi panggilkan ? ", ucap Bagus lembut.
" Iya, ada yang ingin mami bicarakan dengannya " , ucapnya lemah.
Siska yang melihat Rosalie sudah sadar segera mmenghampirinya dan mengucapkan banyak terimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa maminya.
Begitu juga dengan Frans dan Adrian juga mengucapkan banyak terimaksih atas pengorbanan yang telah dilakukan oleh Rosalie.
" Aku lakukan semua ini adalah untuk kebahagiaan putra - putri kita. Siska mami harap kamu bisa memaafkan Keenan atas semua kejadian di masa lalu. Semua itu bukanlah kesalahannya, tapi karena keegoisan mami yang membuat kalian akhirnya terpisah ", ucap Rosalie sambil menangis.
" Tante jangan sedih ya, mari kita lupakan semua masa lalu yang ada agar hati tidak sakit kembali. Siska sudah memaaafkan semuanya, termasuk tante dan Keenan" , ucap Siska lembut sambil menghapus air mata Rosalie.
Mendengar perkataan Siska, Rosalie tersenyum bahagia.
Meski sekarang belum ada cinta dihati Siska, tapi dia yakin suatu saat rasa itu kembali tumbuh dihati calon menantunya itu.
Keenan yang baru saja datang bersama Devian segera menghampiri maminya yang terlihat sedang duduk bersandar di ranjangnya.
" Gimana kondisi mami...", tanya Keenan cemas.
" Mami tdak apa - apa. Mungkin masih lemas karena efek dari bius tadi " , ucap Rosalie tersenyum.
" Kalau gitu, Keenan pamit dulu ya mi...masih ada kerjaan yang harus Keenan selesaikan dikantor. Mami baik - baik ya disini ", pamit Keenan kemudian mencium kedua pipi maminya dengan penuh kasih sayang.
Kemudian Keenan berjalan ke samping untuk berpamitan ke mama mertuanya yang terbaring tidak jauh dari maminya.
" Mi, Keenan pamit dulu ya...", ucap Keenan sambil mencium punggung tangan Adelia.
" Hati - hati dijalan ", ucap Adelia tersenyum.
Kemudian dia berbalik dan memandang Siska dengan penuh makna.
Dengan langkah pasti dia berjalan menuju calon istrinya itu.
" Sayang, nitip mami ya " , ucap Keenan lembut sambil mengecup kening Siska dengan penuh rasa kasih sayang.
Siska yang sedikit terkejut dengan tindakan berani Keenan akhirnya berusaha untuk tersenyum karena Rosalie terus memperhatikannya dari tadi.
" Awas kamu Keenan...", batin Siska geram.
Devian yang melihat amarah dari dari sorot mata Siska sedikit bergidik ngeri.
Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Keenan akan melakukan hal itu.
" Gue suka gaya lu bro...", ucap Devian tersenyum lebar saat sudah diluar ruangan.
" Keenan dilawan...", ucapnya bahagia.
Kemudian merekapun tertawa bersama sepanjang lorong menuju tempat parkir mobil.
Melihat ekspresi Siska tadi akhirnya Keenan menyadari bahwa maminya adalah titik lemah gadis itu.
__ADS_1
" Akhirnya aku tahu apa yang bisa membuatmu sedikit jinak dihadapaanku ", guman Keenan licik.
Devian yang mendengar ucapan sahabatnya tersebut hanya bisa tertawa bahagia.
Semoga saja apa yang sudah menjadi rencana dari sahabatnya itu bisa berrjalan dengan lancar.
Setelah kondisi Rosalie dan Adelia sudah pulih, mereka mulai mempersiapkan pesta pernikahan buat Keenan dan Siska.
Semua hal diurus Rosalie, mulai dari gedung, makanan, hingga gaun pengantin.
Siska benar - benar angkat tangan dalam masalah ini.
Meski Keenan sempat kecewa dengan sikap calon istrinya itu namun dengan sabar Rosalie memberikan pengertian kepada putra semata wayangnya itu agar tidak marah terhadap Siska.
Akhirnya hari yang telah ditunggu - tunggu datang.
Pesta pernikahan berjalan dengan meriah karena yang menikah adalah anak tunggal dari dua keluarga yang cukup berpengaruh dinegara ini.
Semua tamu yang hadir pun bukan orang sembarangan.
Hanya orang - orang tertentu saja yang bisa hadir menyaksikkan kebahagiaan itu.
Meski bukan pesta yang tertutup, namun hanya beberapa media terpilih saja yang diijinkan untuk meliput bersatunya dua keluarga yang cukup berpengaruh itu.
Acara berjalan lancar dan sesuai harapan. Saat acara telah usai, Siska segera meninggalkan ruang pesta menuju kamar yang telah disiapkan sebagai kamar pengantin.
Sesampainya diruangan, Siska segera menghempaskan tubuh munggilnya diatas ranjangnya.
"Hufft....pesta pernikahan memang melelahkan " , ucapnya sambil beranjang dari ranjangnya.
Siska mulai melepas satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya dan menuju kamar mandi.
Diambilnya ponsel yang tergeletak diatas nakas.
" Baru sehari saja ditinggal mereka sudah buat kekacauan seperti ini ", guman Siska emosi saat melihat bahwa proyeknya di Malaysia bermasalah.
Dia segera menuju sofa dan mengambil laptop yang ada dalam tasnya, kemudian mulai bekerja.
Keenan yang telah berpesta bersama teman - temannya berusaha mencari sosok gadis cantik yang telah jadi istrinya tersebut.
Diedarkannya pandangan keseluruh ruangan, namun sosok yang dicarinya sama sekali tidak terlihat.
Setelah berkeliling dan menanyakan kebeberapa orang, tapi tidak membuahkan hasil maka dia segera beranjak masuk kedalam kekamarnya.
Seperti dugaannya, sosok yang sedari tadi dia cari ternyata sudah duduk asik disofa dengan laptopnya.
"Kenapa balik kamar nggak kasih tahu ", tanya Keenan geram.
" Aku lihat tadi kamu sedang asyik bersama teman temanmu, jadi aku tidak mau menganggu ", ucap Siska cuek tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
Keenan yang merasa dicuekin segera menghempaskan jasnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Hari ini cukup melelahkan, dia ingin segera mandi dan beristirahat.
Setelah mandi dia menuju tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul dua malam, tapi istrinya tidak ada tanda - tanda untuk beranjak dari laptopnya.
" Apa kamu tidak mau tidur ", ucap Keenan sambil menguap.
" Kamu tidur aja dulu " , jawab Siska datar, lagi - lagi dengan wajah masih menghadap kearah laptop
Keenan yang merasa dicuekin pun kesal dan segera pergi tidur.
Sedangkan Siska masih sibuk dengan laptopnya.
Dia harus segera menyelamatkan proyeknya tersebut sebelum kerugiannya semakin besar.
"Akhirnya selesai juga " , ucap Felicia lega.
Diapun mulai merengangakan kedua tangannya yang terasa kaku.
" Kalau mau tidur sekarang tanggung sebentar lagi pagi, lebih baik aku joging aja dulu, trus mandi, sarapan, baru tidur ", guman Siska pelan.
Kemudian diapun mulai berjalan menuju kopernya dan mengambil pakaian yang akan digunakannya untuk jogging pagi ini.
Setelah siap, dia bergegas keluar dari hotel. Cuaca pagi berselimut kabut tidak membuat gadis cantik tersebut berubah pikiran.
Justru baginya, hal ini bisa menyegarkan badan dan pikirannya yang terkuras habis oleh permasalahan yang dihadapinya.
" Hmmm....udara pagi memang segar ", ucap Siska sambil memejamkan mata untuk menghirup udara pagi dalam - dalam.
Selain jogging track, halaman belakang hotel ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang lainnya, seperti lapangan basket, lapangan tennis dan kolam renang, dan taman bermain yang cukup luas.
Disamping kanan kiri tumbuh beberapa pohon yang sudah mulai berbungga.
Jadi saat melewati jalan tersebut kita seperti sedang berada diluar negeri dan cukup bagus juga sebagai spot foto.
Hal tersebut tentu saja tidak disia - siakan oleh Siska yang langsung mengambil ponselnya dan mulai merekam beberapa gambar yang langsung dibagikan ke medsosnya.
Keenan yang baru bangun segera mencari keberadaan Siska disetiap sudut ruangan tapi tidak ditemukan.
“ Pergi kemana lagi dia " , ucap Keenan geram.
Kemarahan Keenan memuncak saat istrinya masuk kedalam kamar hanya dengan menggunakan hotpant jeans berwarna biru tua dengan singlet pres body warna hitam, rambut dikuncir ekor kuda, sepatu sport warna kuning menambah kesan sporty dan sexy.
“ Darimana kamu....pagi - pagi sudah ngelayap ", bentak Keenan geram.
“ Joging ", ucap Siska santai sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Merasa kembali dicuekin, Keenan hanya bisa mengepalkan tangan menahan amarahnya dan segera pergi keluar kamar dengan wajah kesal.
Tidak lama kemudian Siska keluar dari kamar mandi dan mulai berganti pakaian dengan leluasa karena suaminya sudah tidak ada di kamar.
Menggunakan dress selutut berwarna putih gading, dengan rambut terurai Siska turun ke restoran untuk sarapan.
Dibawah sudah berkumpul kedua orang tuanya, mertuanya, dan suaminya.
Wajah cantik alami tanpa polesan make up mampu menyihir siapa saja yang melihatnya.
Keenan merasa gerah dengan tatapan lapar para pria yang memandang istrinya tanpa berkedip.
__ADS_1
Dengan sigap diapun langsung melingkarkan tangan dipinggang sang istri yang sudah selesai mengambil makanan untuk segera duduk dikursi bersama yang lainnya.
Meski sedikit kesal dengan tingkah suaminya, namun agar kedua orang tuanya tidak khawatir maka diapun tersenyum dan berakting bahwa hubungannya dan Keenan baik - baik saja.