BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
HAMA


__ADS_3

            Sejak kejadian memalukan semalam, pagi ini Siska berusaha untuk menghindar agar tidak bertemu dengan suami dan mertuanya.


            Untuk itu, pagi – pagi benar dia sudah berangkat kekantor menggunakan mobilnya sendiri dengan alasan mau meninjau proyeknya sebelum melakukan meeting dengan para investor.


            Rosalie yang mendengar bahwa semalam menantunya pingsan di kamar mandi hari ini berniat untuk membuatkan sup ayam special agar tubuh Siska bisa hangat.


            Maka dari itu mulai pagi sebelum bik Sumi datang dia sudah berkutat didalam dapur. Resep yang dibuat Rosalie adalah resep sup istimewa yang diwarisi dari nenek buyutnya.


            Untuk rasa….jagan ditanya lagi. Meski hanya sup ayam biasa tapi rasanya tidak kalah dengan masakan yang ada di restoran bintang lima.


 “ Mudah – mudahan Siska suka ”, guman Rosalie sambil menutup kembali panik yang digunakan untuk memasak.


             Bik Sumi yang baru datang tanpa sadar langsung melangkah kearah dapur saat mencium aroma masakan yang membuat perutnya langsung berbunyi, padahal sebelum berangkat dia sudah sarapan.


“ Nyonya besar…selamat pagi ”, sapa bik Sumi sopan.


 “ Biar saya saja yang menyelesaikan…”, ucap bik Sumi langsung meletakkan tasnya dan mengambil celemek yang bergantung di samping almari.


“ Tidak usah bik…biar aku sendiri yang memasaknya…lagian ini juga hampir selesai ”,ucap Rosalie ramah.


            Melihat nyonya besarnya begitu bersemangat membuatkann masakan untuk menantunya, bik Sumi tersenyum bahagia.


             Dia kemudian segera mengambil sapu dan kemocing untuk membersihkan rumah. Sementara itu Rosalie terlihat sudah menyelesaikan masakannya dan segera menatanya diatas meja makan bertepatan dengan Keenan turun dari kamarnya.



Pagi mi…masak apa kok baunya harum banget ”, ucap Keenan sambil mengecup pipi sang mami.


“ Siska bagaimana kondisinya…”, tanya sang mami saat melihat Keenan turun sendirian.


“ Mami nggak usah khawatir, Siska sudah sehat. Dia malah sudah pergi meninjau proyeknya pagi buta tadi ”, ucap Keenan sambil membuka tudung saji yang menutupi meja.

__ADS_1


“ Lho…kamu juga mau berangkat sekarang…”, tanya Rosalie sedikit kecewa saat melihat anaknya  sedang menenteng tas kerjanya.


“ Maaf mi…aku nggak bisa ikut sarapan bareng, pagi ini aku harus bertemu klien  ”, ucap Keenan sambil mengecup punggung tangan sang mami untuk berpamitan.


            Rosalie hanya bisa menatap punggung sang anak dengan wajah sedih. Bik Sumi yang melihat kesedihan diwajah Rosalie berusaha untuk menghiburnya dan membesarkan hatinya.


“ Saya bisa mengantar sup ini kekantor nyonya muda jika ibu berkenan ”, ucap bik Sumi  menawarkan diri.


“ Masukkan nasi dan sup serta lauk kedalam kotak, biar aku antar sendiri kekantor Siska. Siapkan juga buat anak ku  ”, ucapnya bersemangat saat mendengar ide dari bik Sumi.


            Dengan antusias Rosalie segera naik kedalam kamarnya mempersiapkan dirinya untuk pergi kekantor anak dan menantunya.


             Setelah rapi Rosalie segera membawa kotak bekal yang telah disiapkan bik Sumi diatas meja makan.


“ Aku akan pergi kekantor Siska dulu saja, kebetulan lokasinya dekat dengan rumah ”, guman Rosalie sambil menyuruh supirnya untuk melaju ke JRF Consultant


            Setelah sampai, saat di depan kantor menantunya dia bertemu dengan Andrew, asisten Siska yang kebetulan baru tiba.


“ Kebetulan ketemu kamu…Siska ada diatas kan….”, tanya Rosalie dengan mata berbinar.


            Cukup lama Rosalie menunggu, namun menantunya tidak kunjung datang. Siska yang mengetahui dari asistennya bahwa mami mertuanya ada dikantor memutuskan untuk tidak kembali dan langsung meninjau proyeknya yang lain.


“ Untung aku tadi menelpon Adrew sebelum sampai kantor ”, batinnya lega.


            Siska yang awalnya memiliki perasaan tidak enak segera menghubungi asistennya menanyakan apakah semuanya berjalan dengan lancar hari ini. Dari percakapan itulah dia meengetahui bahwa mertuanya sedang berada disana.


“ Maaf nyonya…sepertinya bu Siska langsung meninjau proyek yang ada di jalan Kapuas karena ada sesuatu hal yang penting yang harus ditangani disana dan tidak kembali kekantor ”, ucap Andrew menyampaiakan pesan bosnya.


“ Ok…’, ucap Rosalie singkat dan dia segera berlalu.


            Sekarang tujuannya adalah kantor Keenan, Rosalie berharap semoga anaknya ini tidak sibuk seperti sang menantu.

__ADS_1


            Sesampaianya di WD Group semua orang yang berpapasan dengan Rosalie menunjukkan sikap hormat terhadap komisaris perusahaan itu.


             Diapun langsung naik kelantai dua puluh dimana ruang kerja Keenan berada. Dino yang menyadari kehadiran Rosalie segera menunduk hormat.


“ Kenapa ada suara ribut – ribut didalam…”, tanya Rosalie penuh selidik.


“ Ada nona Tasya didalam nyonya…”, ucap Dino sambil menunduk.


“ Tasya…”, ucap Rosalie terkejut.


            Segera dia melangkahkan kakinya menuju ruang kerja sang anak. Disana terlihat Tasya yang berusaha untuk merayu Keenan tapi mendapat penolakan dari laki – laki itu.


“ Tasya…hentikan…”, teriak Rosalie geram.


            Tasya terlihat sangat kaget saat melihat Rosalie berada disana. Dengan sedikit malu dia mulai mengancingkan bajunya yang sudah sempat dia buka untuk mengoda Keenan.


“ Keenan sudah menikah…sebaiknya kamu tidak menganggunya lagi ”, ucap Rosalie tegas.


“ Tapi tante…akulah wanita yang dicintai Keenan…bukan Siska ”, ucapnya merajuk


“ Jangan terlalu percaya diri…aku sama sekali tidak pernah mencintaimu…”, ucap Keenan mencemooh.


 “ Kamu dengar kan…anak ku tidak mencintaimu. Sekarang cepat keluar sebelum aku bertindak kasar terhadapmu ”, ancam Rosalie.


            Sambil menghentak – hentakkan kakinya dengan kesal Tasyapun keluar dari ruangan Keenan sambil mengerutu.


“ Tunggu saya akan kuadukan ke papi apa yang telah kalian lakukan padaku ”, guman Tasya geram.


            Dino yang melihat Tasya keluar dari ruang kerja sang bos dengan muka ditekuk sambil mengomel diam – diam tersenyum bahagia.


            Entah kenapa sejak awal kedatangan Tasya tiga tahun yang lalu bersama sang bos dia sudah tidak senang dengan wanita sombong itu.

__ADS_1


            Baginya, meski cantik namun Tasya itu sama sekali tidak memiliki otak. Dia bisa seperti itu semua adalah karena papinya yang berkuasa.


             Dino sangat senang saat sang bos sudah mulai tidak menanggapi wanita angkuh itu meski wanita tidak tahu malu itu terus saja menganggu sang bosa seperti hama.


__ADS_2