
Kepergian Siska membuat dunia Keenan seakan runtuh, apalagi waktu mengetahui jika sang istri pergi bersama calon buah hati mereka yang masih ada dalam kandungan.
Setelah pulang dari bandara, Keenan terus mengurung diri dalam kamarnya. Devian beberapa kali mengetuk pintu dan mencoba mengajaknya berbicara, tapi sahabatnya itu sama sekali tak merespon.
Meski dia tahu jika sang sahabat tak mungkin melakukan hal buruk namun hati Devian tetap tak tenang.
Karena binggung harus berbuat apa akhirnya Devian menghubungi Rosalie. Siapa tahu jika mamanya datang sahabatnya itu mau membukakan pintu kamar dan berbagi kesedihan.
Didalam kamar, Keenan terbaring lemas diatas ranjang. Seakan tubuhnya tidak mempunyai tenaga sedikitpun setelah ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.
Meski sering bertengkar hebat dengan sang istri, tapi Keenan tak pernah merasa setakut dan sesedih seperti saat ini.
Dia memiliki firasat jika istrinya tersebut tak akan pernah kembali lagi ke sisinya, untuk selamanya.
“ Kenapa kamu tega meninggalkanku…aku benar – benar membutuhkanmu sayang….”, Keenan terus saja mengetik pesan untuk sang istri meski tanda tak terkirim muncul disana.
Siska sudah memblokir nomor suaminya sehingga laki – laki tersebut tak akan bisa menghubunginya lagi.
Dia ingin benar – benar menenangkan diri demi kesehatan janin dan psikisnya. Jadi, untuk itu Siska harus menghindari semua hal yang bisa membuat emosinya kembali tidak stabil.
“ Apa !!!...aku akan punya cucu !!!!.....”, teriak Rosalie terkejut.
Bagus Aji yang sedang mengecek pekerjaan melalui ponselnya sampai berjingkat terkejut mendengar teriakan sang istri yang cukup lantang tersebut.
Setelah terlihat terkejut dan bahagia, sedetik kemudian dia melihat raut wajahistrinya berubah kurung hingga kedua matanya mulai berkaca - kaca.
“ Ada apa ma ?....”, tanya Bagus Aji cemas begitu melihat istrinya mulai meneteskan air mata.
“ Cucuku pa….cucuku….dia sudah pergi….”, ucap Rosalie sambil terisak.
Bagus Aji semakin binggung dengan ucapan sang istri yang sedikit tak jelas karena bicara sambil menangis.
“ Cucu…cucu siapa ?....”, ucap Bagus Aji binggung.
Dia hanya satu orang anak yaitu Keenan dan saat ini rumah tangga anaknya tersebut lagi bermasalah dan masih belum memiliki anak.
Lalu, siapa yang disebut cucu oleh istrinya itu. Ditengah kebinggungan, Bagus Aji langsung meraih tubuh sang istri dan mendekapnya dengan erat agar nisa mencurahkan semua kesediahan hatinya meski dia tak tahu itu apa.
Air mata Rosalie turun semakin deras waktu Bagus Aji memeluknya. Dia bisa merasakan bagaimana perasaan Keenan saat ini.
Setelah sedikit tenang barulah Rosalie menceritakan semua yang dikatakan Devian kepadanya tadi.
__ADS_1
“ Ya ampun…Keenan pa…Keenan…kita harus segera kerumahnya sekarang….”, ucap Rosalie panik.
Diapun segera menarik tangan suaminya dan bergegas menuju rumah Keenan karena takut anaknya tersebut melakukan hal – hal buruk setelah kepergian istri dan calon anak yang ada dalam kandungannya.
Sepanjang perjalanan, Rosalie terus menangis tanpa henti sambil meratapi nasib sang putra membuat Bagus Aji yang semula tenang menjadi ikut gelisah.
Begitu tiba di rumah Keenan, Rosalie segera naik kekamar sang putra. Beberapa kali dia mengetuk pintu dan memanggil nama anaknya, tapi dari dalam sama sekali tak ada respon membuat tubuhnya langsung lemas seketika.
Air matanyapun kembali mnegalir dengan derasnya, membuat Devian yang berada disamping Rosalie sedikit panik untuk menenangkan mama sahabatnya itu.
Bagus Aji yang baru saja datang segera membuka pintu kamar Keenan dengan kunci cadangan yang baru saja diambilnya dibawah.
Begitu masuk, Rosalie melihat putranya terbaring diatas ranjang masih dengan pakaian lengkap dan sepatu yang masih terpakai di kakinya dengan wajah kusut.
Rosalie mencoba berbicara tapi sama sekali tak dihiraukan oleh Keenan. Bahkan panggilan sang papa juga tak dia sahuti.
Rosalie berderai air mata melihat anak semata wayangnya terbaring seperti mayat hidup. Seolah jiwa Keenan sudah tak ada di tubuhnya saat ini.
“ Sudah sejak kapan dia seperti ini ?....”, tanya Rosalie sambil menitikkan air mata.
“ Sejak pulang dari bandara siang tadi dia sudah seperti ini, tante….”, ucap Devian dengan wajah sedih.
Melihat anaknya hanya diam terbaring dengan satu lengan menutup matanya, Bagus Ajipun menghela nafas pelan.
Bagus Ajipun segera merangkul bahu istrinya dan mengajaknya keluar dari dalam kamar agar Keenan bisa beristirahat.
Rosalie beberapa kali menengok kebelakang dengan sedih sebelum akhirnya pintu kamar Keenan di tutup oleh suaminya.
Semua orang mulai berjalan turun dan membiarkan Keenan untuk merenung seorang diri agar bisa kembali menata hati dan pikirannya.
Begitu pintu tertutup, tak terasa air mata mulai menetes di pipi Keenan. Dia merasa hatinya sangat perih dan sakit saat ini.
“ Sayang…kenapa kamu tega meninggalkanku seperti ini….”, ucap Keenan meracau sedih.
Air matanya semakin deras mengalir waktu mengingat kembali ucapan Devian jika Siska saat ini sedang hamil dua bulan sekarang
Seharusnya Keenan sekarang sedang bersukacita menyambut hadirnya sang buah hati yang sudah sangat dinantikannya.
Tapi takdir seakan mempermainkannya. Badai datang silih berganti dalam rumah tangga yang dibinanya.
Kali ini badai yang datang sangatlah besar hingga akhirnya memisahkannya dengan orang yang sangat dicintainya.
__ADS_1
Dengan langkah gontai, Keenanpun berjalan menuju kamar mandi. Dinginnya air Shower dia harap bisa menjernihkan hati dan pikirannya saat ini.
Cukup lama dia terdiam dibawah guyuran air shower yang dingin hingga kulitnya perlahan mulai keriput karena kedinginan.
Tak ingin berbuat hal yang konyol, Keenanpun segera mematikan shower dan memakai handuk mandi, bergegas keluar untuk berganti pakaian.
Didalam walk in closet, air matanya kembali mengalir dengan derasnya waktu melihat deretan baju Siska yang tergantung rapi di almari.
Ingatan kemesraan dimasa lalu hadir dalam ruangan tersebut, membuat Keenan langsung terduduk lemas dilantai.
Sambil menyembunyikan wajah diantara kedua pahanya, Keenan menangis meraung – raung seperti anak kecil.
Ini pertama kali dirinya Keenan merasakan hatinya sangat sakit sehingga dia tak bisa lagi untuk menahannya.
Tangisannya semakin lama semakin keras, dia tak perduli jika ada yang mendengar suara tangisan yang memilukan tersebut asal hatinya merasa lega.
Rosalie dan Devian yang berada dibawah segera naik begitu mendengar teriakan disela – sela suara tangisan yang terdengar.
Cukup lama keduanya hanya mampu berdiri didepan pintu kamar Keenan tanpa berani untuk masuk kedalam dan melihat kondisi disana.
Hati Rosalie terasa teriris – iris, sangat sakit. Ini pertama kalinya Rosalie melihat putranya meneteskan air mata.
Sejak kecil Keenan pantang untuk menangis karena menganggap jika cowok itu harus kuat dan tak boleh cenggeng.
Dulu waktu Keenan kecil terjatuh, matanya hanya berkaca – kaca dan selalu bilang kalau dirinya kuat jadi tak akan pernah menangis.
Hari ini melihat Keenan menangis, Rosalie merasa jika hati putranya tersebut pasti sangatlah sakit hingga tak kuat lagi untuk menahannya.
Sementara itu, didalam pesawat Siska beberapa kali terlihat mengelus perutnya yang tiba – tiba terasa mati rasa.
“ Arghhh….”, teriak Siska lirih ketika bagian bawah perutnya terasa sakit.
Dengan sigap, Alexanderpun segera memanggil dokter pribadi yang khusus dibawanya ikut serta dalam perjalanan kali ini.
Meski dokter di rumah sakit mengatakan jika kondisi Siska dan janinnya baik – baik saja untuk bepergian jauh, tapi, Alexander tak ingin mengambil resiko.
Setelah diperiksa dan diberi obat akhirnya Siska bisa tertidur. Dengan penuh perhatian, Alexanderpun menyelimuti tubuh Siska sambil mengusap lembut kepalanya.
Ketika Siska merasa tak nyaman dalam tidurnya, Alexander segera mengelus perutnya dengan lembut sambil berkata “ Jangan bandel ya sayang…kasian mama tak bisa istirahat….”.
Setelah mendapat usapan lembut tersebut, Siska biasanya langsung tenang. Meski anak dalam kandungan Siska bukanlah darah dagingnya, entah kenapa Alexander sudah sangat menyayanginya.
__ADS_1
Dia berjanji akan menjaga keduanya dan tak akan pernah membiarkan gadis yang dicintainya itu kembali meneteskan air mata.