
Selama Siska dan Adrian menyelesaikan semua permasalahan dinegeri Jiran maka selama itu pula Keenan berada disana.
Menemani istri tercinta bekerja sekaligus liburan berdua yang selama ini tidak bisa mereka lakukan.
Meski Adrian selalu berada ditengah - tengah mereka, namun Keenan tidak menganggap kehadiran sepupu istrinya itu.
Baginya hanya ada dirinya dan Siska, Adrian hanyalah dianggap patung saat mereka sedang berduaan.
" Lama - lama suamimu itu bikin aku eneg....", keluh Adrian suatu hari pada Siska.
Siska yang mendengar keluhan sepupunya tersebut hanya bisa tertawa.
Dirinya juga tidak bisa berbuat apa - apa mengenai Keenan yang selalu menempel seperti lem kepadanya.
" Anggap aja angin lalu, jika terlalu kamu anggap serius bisa bikin sakit hati " , ucap Siska sambil tertawa.
" Bucin sih bucin.....Tapi nggak segitunya kali ", ucap Adrian sewot.
" Sudahlah....ada banyak hal penting yang harus kita pikirkan dari pada dia " , ucap Siska mulai serius.
Memang benar, masalah Baskoro lebih penting untuk dipikirkan sekarang.
Sebelum dia terus menerus menyebar virus diseluruh proyek yang dikerjakannya, Siska lebih memilih untuk membasminya terlebih dulu.
" Jangan biarkan mereka berkembang ", ucap Adrian mantap.
" Yeah....waktunya bersih - bersih ", ucap Siska bersemangat untuk mulai menyaring karyawannya yang berpotensi sebagi virus.
" Bersih - bersih apa sayang....", ucap Keenan yang sudah memeluk dari belakang tubuh sang istri sambil mengecup pipinya dengan mesra.
" Cih....penganggu sudah datang ", cibir Adrian kesal.
" Makanya....cepat cari istri biar ada yang bisa dipeluk kaya gini " , ucap Keenan sambil tersenyum licik ke arah Adrian.
" Dasar tak tahu diri...", ucap Adrian sebal.
" Dasar jombloh akut...", Keenan balas mengejek.
" Sudah....sudah....", ucap Siska melerai.
Jika tidak dilerai, maka bisa dipastikan bahwa adu mulut tersebut akan berlanjut sampai malam.
Siska yang awalnya risih dan menolak semua perlakuan mesra Keenan, lama - kelamaan akhirnya mulai terbiasa dengan sikap mesra suaminya tersebut yang kadang tidak tahu tempat itu.
Tapi sebagai pasangan baru yang kembali bersama setelah terpisah sekian lama, ada setitik perasaan rindu akan kebersamaan yang sempat terjalin dahulu kala.
Meski hal itu sudah ditahan Siska agar tidak muncul kepermukaan, namun dengan kegigihan Keenan untuk terus mengetuknya akhirnya rasa itu kembali muncul.
Keenan sangat bersyukur telah mengambil keputusan untuk menyusul istrinya kesini.
__ADS_1
Karena sekarang hubungannya dengan Siska sudah semakin membaik.
Meski sikap istrinya tersebut masih jutek, tapi Siska sudah tidak sedingin sebelumnya.
Bahkan dia menerima semua perhatian dan kemesraan yang dia berikan padanya.
Jika Keenan sekarang lagi berbahagia, namun tidak bagi sekretarisnya yang berada ditanah air.
Fani dibuat kelimpungan pasca kepergian bosnya ke negeri Jiran tersebut.
Banyak pertemuan penting yang sudah disepakati akhirnya harus ditunda kelain waktu.
Untuk beberapa klien yang tidak bisa diundur jadwal pertemuannya, Fani terpaksa harus meminta tolong kepada Bagus Aji untuk mengantikan Keenan.
Bagus Aji yang sudah sibuk dengan urusan perusahaannya sendiri terpaksa harus meluangkan waktu untuk mengurusi perusahaan anaknya juga selama ditinggal pergi.
Semua itu dilakukan oleh Bagus agar Keenan bisa sekalian berbulan madu bersama istrinya disana.
Dia dan istrinya sangat berharap, sepulangnya Keenan beserta sang istri dari negeri Jiran mereka akan mendapatkan kabar baik dengan hadirnya seorang cucu penerus keluarga mereka di rahim Siska.
Keenan yang sangat tahu keinginan kedua orang tuanya tidak bisa membantah namun dia sendiri juga tidak mau terlalu gegabah dalam bertindak.
Hubungan baik yang sudah terjalin sekarang tidak mau dia nodai dengan sesuatu yang nantinya akan membuat mereka jauh kembali.
" Aku harus melakukannya secara perlahan namun pasti ", batin Keenan selepas mengangkat telepon dari sang mami.
" Kemana....", tanya Keenan antusias.
" Kemana aja....puter - puter kota juga nggak apa - apa, buat nyegerin otak " , ucap Siska sambil mengeringkan rambutnya.
" Tapi hanya berdua saja ya....aku tidak mau kalau Adrian ikut " , ucap Keenan merajuk.
Keenanpun segera membantu istrinya untuk mengeringkan rambutnya dengan bantuan hairdryer dan sisir.
Siska yang melihat senyum manis yang tidak pernah luntur dari wajah tampan suaminya itu dan perhatian lembut yang setiap hari diberikan Keenan kepadanya, membuat hati Siska menghangat.
"Akankah ini bertahan selamanya...ataukah hanya sementara ", batin Siska menatap lembut suaminya dari pantulan cermin yang ada di depannya.
" Tapi....aku belum siap jika harus sakit lagi ", batinnya nanar.
Melihat perubahan ekspresi istrinya, Keenan segera jongkok di depan Siska dan mengelus lembut kedua pipi istrinya dengan telapak tangannya.
" Ada apa...?", tanya Keenan cemas.
" Tidak ada apa - apa. Ayo kita bersiap ", ucap Siska segera berdiri dan membalikkan tubuhnya agar air mata yang jatuh tidak terlihat oleh suaminya.
Namun hal tersebut terlambat, Keenan yang mengetahui istrinya menangis langsung memeluknya dari belakang.
" Maaf ya jika aku selalu membuatmu sedih " , bisik Keenan lembut.
__ADS_1
Diapun segera mengecup pucuk kepala istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Melihat istrinya semakin terisak, Keenan segera membalikkan tubuh Siska dan memeluknya dengan erat.
" Kamu boleh memakiku.....boleh memukulku....jika itu bisa membuat hatimu sedikit tenang ", ucap Keenan sedih.
" Tidak....aku tidak akan melakukan itu " , cicit Siska dengan suara parau.
" Aku juga nggak tahu kenapa rasa sakit ini masih terasa....padahal sudah lama berlalu " , ucapnya kembali terisak.
" Menagislah....tumpahkanlah semuanya agar kamu merasa tenang ", ucap Keenan sambil menepuk pelang punggung sang istri agar tenang.
Sikap lembut Keenan yang menenangkan Siska seperti seorang ayah yang menenangkan anaknya membuat tangisnya mereda.
Setelah istrinya tenang, Keenan segera menghapus sisa airmata yang masih menetes dipipi lembut itu.
Perlahan dia mulai mendekatkan wajahnya hingga nafas hangat keduanya saling menerpa kulit wajah masing - masing.
Pandangan mata Keenan mengarah pada bibir merah yang sexy tersebut.
Siska yang mengerti akan gelagat suaminya hanya diam saja, menikmati moment tersebut.
Melihat tidak ada pergerakan dari sang istri, Keenan segera mengecup bibir munggil yang selama ini telah mengodanya.
Satu kecupan....dua kecupan....tiga kecupan...tidak ada penolakan, maka Keenan segera m*****t bibir merah itu dengan rakusnya.
Siska yang sudah pasrah akhirnya mengikuti permainan sang suami.
Cukup lama mereka saling merasa dan bertukar saliva.
Bahkan c****n tersebut semakin lama semakin panas hingga keduanya kehabisan nafas.
Tok.... tok.... tok.....
Tok....tok...tok.....
Tok.... tok... tok....
" S**t.....siapa yang datang menganggu ", batin Keenan geram.
Saat dirinya hendak menjutkan aksinya, tiba tiba Siska mendorong tubuh Keenan secara perlahan.
" Nanti kita lanjutin lagi....", ucap Siska tersenyum dan segera beralih untuk membukakan pintu.
" Wow....tampaknya aku mengagalkan suatu moment ini ", batin Adrian menyeringai lebar saat melihat wajah kesal Keenan.
" Dasar penganggu...", batin Keenan geram.
Adrian pun segera duduk disofa bersama dengan Siska dengan senyum penuh kemenangan melihat wajah marah Keenan.
__ADS_1