BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
JEBAKAN PART 1


__ADS_3

Malam itu Tasya menikmati segelas anggur sambil mendengarkan musik klasic di teras balkon kamarnya. Wajah cantiknya tidak berhenti tersenyum membayangkan pertengkaran hebat yang  terjadi antara sepupunya dengan Keenan karena ulahnya.


Senyumnya semakin merekah lebar saat sebuah mobil mewah memasuki halaman rumahnya dan sedetik kemudian seorang lelaki tampan dan sexy yang selalu ada dalam pikirannya keluar dari mobil tersebut dengan terburu - buru.


" Akhirnya yang ditunggu - tunggu datang juga...", guman Tasya tersenyum bahagia.


Sesuai prediksi Tasya, setelah bertengkar dengan Siska, Keenan pasti akan datang kerumahnya untuk membuat perhitungan dengannya atas semua hal yang dilakukannya.


Tapi kali ini tampaknya Keenan terlalu gegabah dalam bertindak tanpa memikirkan efek yang nantinya akan ditimbulkan oleh tindakannya itu.


Karena sudah tersulut emosi, Keenan yang sudah dikuasai oleh amarah dan rasa takut akan kehilangan wanita yang dicintainya membuat keputusan yang bakal akan dia sesali nantinya.


Melakukan tindakan tanpa perhitungan seperti saat ini  justru membawa Keenan masuk kedalam perangkap yang telah dibuat oleh Tasya.


dok dok dok.....dok dok dok.....dok dok  dok....


Keenan mengedor [pintu rumah Tasya dengan keras berkali - kali. Tapi tidak ada sahutan dari dalam membuat emosi Keenan semakin meledak.


Saat Keenan hendrak mendobrak, tiba - tiba pintu terbuka, namun beberapa langkah Keenan masuk kedalam rumah tiba - tiba ada benda keras yang menghantam kepala bagian belakang hingga membuatnya pingsan.


" Bawa dia kekamar...", perintah Tasya saat melihat tubuh Keenan sudah tergeletak di lantai.


Para pengawalpun segera menyeret Keenan untuk memasuki kamar Tasya. Didalam kamar Tasya perlahan mulai melucuti pakaian Keenan hingga tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya.

__ADS_1


Selanjutnya dia mulai menyuntikkan obat kedalam tubuh Keenan. Saat tersadar Keenan merasa tubuhnya sangat panas dan tidak nyaman.


Di depannya terlihat sosok  wanita dalam keadaan tanpa busana dengan posisi yang cukup menantang membuat jiwa laki - lakinya bangkit.


Keenan yang sudah berada dibawah pengaruh obat tentunya tidak bisa mengendalikan semua yang dirasakannya saat ini.


Seperti seorang singa buas yang kelaparan disodorkan seekor kelinci gemuk, maka tanpa pikir panjang Keenan langsung menerkam Tasya seperti hewan buas yang kelaparan.


Tasya begitu menikmati semua perbuatan yang Keenan lakukan terhadapnya. Pergulatan panaspun terjadi sangat lama hingga keduanya terkulai lemas akibat kelelahan.


Pegawai Tasya segera mengirimkan rekaman tersebut ke ponsel Siska setelah keduanya terlelap karena kelelahan.


Siska yang masih bekerja lembur bersama timnya terlihat cukup marah dan kecewa melihat rekaman yang dikirim kepadanya.


Inggin rasanya dia segera mengakhiri hubungan yang membuatnya kembali terluka untuk kesekian kalinya itu. Semua orang yang mendapatkan kiriman video tersebut terlihat sangat kecewa dan marah.Terutama Fransisco yang segera menghubungi  Adrian agar menjaga Siska malam ini.


Fransisco tidak ingin trauma putrinya tersebut kambuh lagi disaat perusahaannya sedang dalam tahap yang penting seperti ini.


" Dasar b******n kau Baskoro..."\, umpat Fransisco penuh amarah.


Adrian yang mendapat kabar dari omnya segera mencari Siska di dalam ruang meeting, tapi tidak ada. Begitu juga dengan ruang kerjanya. Dalam keadaan panik Adrian pun mulai teringat kebiasaan Siska jika sedang bersedih. Maka dia segera berlari ke arah rooftop kantor.


Benar saja, sepupunya itu sedang berada disana, berdiri terdiam sambil memandang bintang - bintang diatas langit. Seakan ikut merasakan kesedihan Siska, perlahan Adrianpun memeluk wanita yang terlihat rapuh tersebut dari belakang agar tenang.

__ADS_1


" Menangislah jika kamu ingin menangis...keluarkan saja semuanya agar ringan ", bisik Adrian sedih.


" Kenapa....kenapa semua orang selalu ingin menyakitiku....apa salahku...apa salahku Adrian...", ucap Siska sambil berderai air mata.


Adrian hanya terdiam mendengar semua curahan hati sepupunya itu. Dia biarkan Siska mengeluarkan semua yang menganjal dihatinya agar merasa tenang.


Hatinya terasa tercabik - cabik, pedih melihat wanita yang disayanginya tersebut kembali tersakiti. Jika memang diijinkan, ingin rasanya saat ini juga Adrian membawa Siska pergi jauh agar tidak ada seorang pun yang bisa menyakitinya.


Setelah puas melampiaskan seluruh kekecewaannya, Siska yang terlihat sangat lemas dipapah Adrian turun. Didalam ruang kerjanya, dia biarkan wanita yang sangat disayanginya itu merebahkan diri diatas sofa.


" Istirahatlah sebentar, anak - anak biar aku yang urus ", ucap Adrian sambil mengecup kening Siska dengan lembut.


Adrianpun kemudian menyelimuti Siska dengan jasnya dan membelai rambutnya dengan lembut hingga kedua mata sepupunya itu terpejam.


Saat Siska sudah terlelap, berlahan Adrian bangkit dari duduknya dan mulai memantau tim yang sedang bekerja lembur hari ini.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2