BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
TERLAMBAT


__ADS_3

Tidak ingin hidupanya semakin bertambah kacau, Keenanpun segera menyewa pengacara handal untuk membantunya menjebloskan Baskoro dan Tasya kedalam penjara.


Hari itu juga Keenan segera melaporkan Baskoro dan Tasya ke kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik, pemerasan dan penggelapan dana perusahaan dengan membawa bukti – bukti yang telah berhasil didapatkannya.


Meski dia masih belum bisa meyakinkan istri dan keluarganya, namun setidaknya dia harus menyingkirkan Baskoro dan Tasya agar tidak menghancurkan perusahaan dan hidupnya lagi.


“ Lalu, langkah apa selanjutnya yang akan kamu ambil ?....”, tanya Devian penasaran begitu keduanya keluar dari kantor kepolisian setelah memberikan laporan.


“ Sementara biarkan dulu. Mungkin memang benar jika Siska memerlukan waktu untuk mencerna semuanya. Setidaknya aku sudah berusaha untuk memberikan bukti jika semua kulakukan bukan sepenuhnya atas kesalahanku….”, ucap Keenan lesu.


Sementara itu, dikediaman Alexander, Siska mulai sibuk mempersiapkan keberangkatannya keluar negeri.


Setelah mendengarkan saran Adrian, Siska memutuskan untuk tinggal diluar negeri sementara waktu hingga dia melahirkan dan memberikan semua proyeknya agar ditangani oleh sepupunya itu.


Adrian terlihat lega waktu Siska dengan lapang dada menerima semua saran yang diberikannya tanpa banyak bantahan.


Saat ini yang Siska pikirkan adalah keselamatan bayinya dan kestabilan kondisi tubuh serta pikirannya.


Jika dia tetap berada disini dan semakin stress maka hal itu akan dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam perutnya.


Meski dia bermasalah dengan suaminya, tapi anak yang sedang dikandungnya ini tidak bersalah.


Maka dari itu Siska pun batal untuk menggugurkannya dan memilih untuk merawat bayi tersebut seorang diri.


Semua orang terlihat memberikan semangat dan dukungan terhadap keputusan yang diambil oleh Siska saat ini.


*“ Mami bangga kamu bisa berpikir dewasa seperti it*u….”, ucap Adelia terharu.


Dia sangat menyadari jika keputusan besar yang diambil oleh Siska bukanlah hal kecil, tapi dia juga tak ingin putrinya tersebut nantinya akan menyesal jika mengambil keputusan untuk mengaborsi janin yang ada dalam kandungannya.


“ Ingatlah, kamu tak sendiri. Masih ada papi, mami, Adrian dan Alexander disisimu. Kami semua akan selalu ada untukmu sayang….”, ucap Adelia dengan kedua mata berkaca – kaca.


Ibu dan anak tersebut berpelukan sambil menangis, Fransisco yang berada diantara mereka hanya bisa berkaca – kaca tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun.


Dalam kesempatan tersebut Alexander dan Adrian dengan senang hati  menawarkan diri untuk menjadi ayah angkat bagi calon bayi yang ada dalam perut Siska agar nantinya bayi tersebut tidak sampai kehilangan sosok seorang ayah dalam pertumbuhannya.


Setelah semua berkas untuk perceraiannya sudah diberikan, Siska pun memeriksakan kandungannya di rumah sakit sebelum dia berangkat ke luar negeri.


Hal tersebut digunakan untuk memastikan jika janinnya saat ini sanggup dan aman untuk bepergian jauh.


Rencananya, Siska akan menetap di kawasan perkebunan anggur di Italia. Selain suasanya yang asri, masyarakat disekitarnya pun terbilang sangat ramah disana.


Karena Alexander ada keperluan dan Adrian juga sibuk dengan proyek baru yang ada maka dari itu hari ini Siska pergi ke rumah sakit ditemani sang mami.


Siska merasa sangat lega waktu mengetahui jika kondisi kandungannya sudah lebih kuat jika dibandingkan dengan sebelumnya.

__ADS_1


Kesehatannya pun perlahan sudah mulai membaik. Hanya saja dokter menyarankan agar dia langsung memeriksakan kandungannya begitu tiba di Italia sebagai langkah antisipasi.


Keduanya segera pulang begitu mobil yang menjemput mereka sudah datang. Tak sengaja Roy yang kebetulan sedang menjenguk temannya di rumah sakit melihat Siska.


“ Itu seperti istri Keenan, sakit apa dia ?….”, batin Roy penasaran.


Meski Roy belum pernah bertemu dengan Siska secara langsung namun dia pernah melihat foto istri Keenan tersebut diponselnya waktu mereka sedang berlayar dalam kapal pesiar beberapa waktu yang lalu.


Untuk menuntaskan rasa penasaran dalam hati diapun segera bertanya kepada perawat yang tadi mendorong Siska dengan kursi roda.


Roy terbelalak waktu mendengar jika Siksa sedang hamil muda dan kondisinya sedang tidak baik – baik saja.


“ Kurasa Keenan belum mengetahui semua ini….”, guman Roy sambil mengeluarkan ponsel yang ada dalam sakunya dan mencoba menghubungi Keenan.


Tiga kali dia mencoba untuk menghubungi Keenan, tapi penerus Wisnudharta tersebut sama sekali tak mengangkatnya.


Akhirnya Roy pun berinisiatif untuk menghubungi Devian. Dia berharap temannya tersebut mengangkat teleponnya sebelum terlambat.


Karena menurut keterangan suster tersebut, selain memeriksakan kandungannya Siska juga meminta surat rekomendasi untuk bepergian keluar negeri yang diperkirakan akan dilakukannya hari ini juga.


Drtttt…..


“ Roy ?....”, guman Devian sambil menautkan kedua alisnya heran.


“ Apa Keenan bersamamu ?....”, tanya Roy langsung.


“ Tadi sih sama aku, tapi sekarang dia sudah balik kekantornya. Ada apa ?....”, tanya Devian mulai curiga.


Roypun mulai menceritakan semua informasi yang didapatkannya siang ini waktu sekilas melihat Siska bdrada dirumah sakit.


Devian tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya waktu mengetahui jika Siska sedang hamil dua bulan dan sekarang akan pergi keluar negeri.


“ Kosongkan jadwalku hari ini….”, perintah Devian tegas.


Mira, sekretarisnya segera mencancel semua jadwal Devian hari ini begitu melihat laki – laki tersebut sudah menghilang dibalik lift.


“ Angkat Keen….angkat….”, ucap Devian kesal.


Diapun segera menghubungi Fani, sekretaris Keenan untuk menanyakan keberadaan penerus Wisnudharta tersebut.


Tak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, Devian segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara sambil mencoba terus menghubungi Keenan selama dalam perjalanan.


Dia ingin mengecek langsung semua jadwal penerbangan keluar negeri hari ini sambil menebak – nebak kira – kira kemana Siska akan pergi.


Keenan yang baru saja selesai meeting segera mengecek ponselnya yang ketinggalan dimeja begitu Fani menyampaikan pesan dari Devian agar segera menghubunginya.

__ADS_1


Kedua alis Keenan menukik kebawah dengan sempurna waktu melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Devian.


Dia juga melihat ada tiga panggilan tak terjawab dari Roy sebelum Devian menghubunginya.


“ Apa ada masalah serius ?.....”, batin Keenan penasaran.


Diapun segera menghubungi sahabatnya itu untuk memastikan semuanya. Wajah Keenan langsung menegang dan sedetik kemudian dia bergegas keluar dari dalam kantor sambil berlari.


“ Tidak…tidak…kamu tak bisa kabur dengan anakku sebelum menjelaskan semuanya….”, batin Keenan sedih dan kecewa.


Keenan mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan. Rencana kepergian Siska saja sudah membuatnya gila.


Ditambah lagi Devian menginformasikan jika Siska saat ini sedang mengandung anaknya dan usia kandungannya sudah mencapai dua bulan.


Keenan terus memencet klakson mobilnya agar mobil yang ada didepannya segera minggir tanpa berupaya untuk mengurangi laju kecepatan mobilnya.


Umpatan dan segala macam sumpah serapah yang diberikan para pengendara mobil yang berhasil dilewatinya tak dihiraukan oleh Keenan.


Saat ini dalam pikirannya hanya ada istri dan calon bayi yang ada dalam kandungan Siska sebagai point utama.


“ Brengsek !!!...ini semua gara – gara Tasya dan Baskoro sialan itu !!!...kali ini akan kupastikan mereka akan membusuk dalam penjara selamanya !!!....”, umpat Keenan penuh amarah.


Beberapakali dia terlihat memukul setir mobilnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar karena frustasi.


Begitu tiba dibandara, dia segera berlari mencari keberadaan Devian dan mengecek pemberangkatan keluar negeri.


“ Bagaimana….sudah ketemu ?....”, tanya Keenan cemas.


Devian hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah kusut. Melihat hal tersebut, Keenan pun mengacak – acak rambutnya frustasi.


Dia kemudian teringat jika Alexander tidak akan mungkin mengambil resiko dengan membawa Siska pergi menggunakan pesawat komersil.


Devian segera ikut berlari waktu melihat sahabatnya menuju bagian informasi untuk menanyakan apakah hari ini ada jet pribadi yang tinggal landas.


Awalnya Keenan dan Devian sedikit kesulitan mendapatkan informasi dari petugas yang terus bungkam.


Tapi setelah Keenan mengeluarkan budget yang lumayan besar akhirnya dia mendapatkan informasi jika jet pribadi tersebut sudah lepas landas sepuluh menit yang laku dengan tujuan ke Italia, kampung halaman  Alexander.


“ Sial !!!....”, umpat Keenan penuh emosi.


Diapun segera menghubungi beberapa koleganya di Italia dan meminta bantuan mereka untuk mencari keberadaan sang istri.


Sementara dirinya harus menyelesaikan kasus Tasya dan Baskoro sampai tuntas agar dua b******n tersebut tak lagi mengusiknya.


Setelah semua urusan didalam negeri beres dan terselesaikan, Keenanpun bertekad untuk terbang ke Italia  menyusul sang istri dan anak yang ada dikandungan Siska.

__ADS_1


__ADS_2