
Berita mengenai kegagalan serangan anak buah Fandi untuk bisa mencelakai Keenan telah sampai ditelingga Baskoro, membuat papa Tasya tersebut semakin kalut dibuatnya.
Bukan hanya gagal, anak buah Fandi juga berhasil ditangkap dan dimasukkan kedalam jeruji penjara oleh petugas kepolisian yang berhasil dihubungi Keenan waktu aksi penyerangan terjadi.
Bukti yang ada dilapangan membuat kawanan penjahat tersebut tak bisa mengelak dan hanya bisa pasrah waktu digelandang petugas kepolisian untuk naik mobil patroli.
Untung saja Fandi yang ikut dalam penyerangan tersebut berhasil meloloskan diri dan saat ini entah bersembunyi dimana.
Namun, berita tersebut tak membuat hati Baskoro tenang. Justru dia semakin kalut dan ketakutan akan nasib dirinya saat ini.
Apalagi tadi waktu dia mencoba menarik uangnya di bank, ternyata rekeningnya sudah diblokir.
Sehingga semua dananya tak bisa keluar dan tertahan disana, hal tersebut tentu saja menjadikan perasaanya campur aduk saat ini.
“ Tidak….tidak, aku tak boleh menyerah sekarang….”, batin Baskoro sambil menggeleng – gelengkan kepalanya berulang kali.
Dia sudah melangkah sejauh ini jadi tak mungkin baginya untuk mundur sekarang. Baskoro terdiam untuk sesaat, mencoba memikirkan semuanya dengan cermat.
Setiap langkah baru yang berhasil disusunnya dia amati dengan seksama dan secara terperinci.
Berusaha untuk tidak meninggalkan celah sedikitpun hingga membuat musuh – musuhnya bisa menusuknya secara perlahan dari belakang.
Tampaknya dia terlalu menganggap remeh Keenan dan seluruh keluarga Wisnudharta hingga mengurangi kewaspadaanya seperti sekarang.
Baskoro sama sekali tak menyangka jika Keenan dapat menemukan bukti mengenai kecurangan yang telah dilakukannya kepada WD Group.
Bukan hanya itu saja, Keenan juga memiliki video Tasya yang menjebak agar penerus Wisnudharta tersebut mau menikahinya.
Baskoro sama sekali tak tahu darimana Keenan mendapatkan semua bukti tersebut karena menurutnya dia sudah melakukan semuanya dengan bersih dan rapi seperti biasanya.
Ditambah lagi dengan menghilangnya Siska setelah mengungat cerai Keenan cukup membuat Baskoro pusing tujuh keliling karena hal itu berada diluar prediksinya.
Dia hanya mengharapkan keponakannya itu bertengkar hingga menceraikan suaminya, bukan malah kabur dan menghilang seperti ini.
Bukan hanya Siska yang menghilang, bahkan Fransisco dan istrinya sudah seminggu terakhir tak terlihat di rumah mewahnya.
Hal tersebut tentu saja menganggu rencana Baskoro karena dia tak bisa menggunakan keponakannya untuk menekan Keenan seperti sebelum – sebelumnya.
__ADS_1
Sedangkan Tasya yang saat ini masih mendekam dibalik jeruji besi sampai persidangan kasusnya digelar semakin bertambah liar.
Meski sudah mendapatkan peringatan keras dari para petugas, namun hal tersebut tampaknya tak membuat gadis itu merasa jera.
Bahkan pengacaranya terpaksa bolak – balik mengunjunginya ke sel tahanan hanya untuk mengurus masalah perkelahiannya dengan para narapidana yang lainnya didalam penjara.
“ Nona…anda tak bisa bertindak seperti ini terus jika ingin segera keluar dari dalam penjara….”, ucap Edo, pengacaranya mengeluh.
Edo merasa jika Tasya terus bersikap seperti ini maka bisa dipastikan kesempatannya untuk dibebaskan secara bersyarat akan hilang begitu saja.
Namun Tasya yang merasa jika dirinya sama sekali tak bersalah tapi harus mendekam dibalik jeruji besi merasa tak terima ditegur seperti itu oleh pengacaranya.
“ Ini semua karena kamu tak becus bekerja….”, ucap Tasya berapi – api.
“ Percuma saja papaku membayarmu mahal – mahal jika mengeluarkanku saja kau tak mampu….”, Tasya kembali berucap dengan ketus.
Edo yang sudah terbiasa dengan kelakuan Tasya hanya bisa menghela nafas dalam – dalam.
Jika bukan karena bayarannya yang mahal dan dia memiliki sedikit hutang budi kepada Baskoro, Edo tentunya enggan untuk mengurusi keluarga penuh masalah tersebut.
Brakkk…..
Melihat Edo langsung melenggang pergi begitu saja setelah menegurnya, Tasya yang tak terima langsung saja menendang kursi yang tadi didudukinya hingga menghantam tembok dengan keras.
Petugas yang mengantar Tasya kembali kedalam sel tahanannya hanya bisa menggelang – gelengkan kepalanya beberapa kali melihat gadis muda sarat emosi tersebut.
" Brengsekkk !!!...berapa lama lagi aku akan mendekam di tempat bau seperti ini !!!....”, guman Tasya penuh amarah.
Diapun mulai memukul - mukul tembok penjara hingga buku - buku tangannya berdarah. Namun luka itu tak sebanding dengan rasa sakit yang ada dalam hatinya saat ini.
Saat ini Tasya berada dalam sel sendirian agar tak kembali memancing keributan dengan tahanan yang lainnya karena emosinya yang labil itu.
Keenan yang mendapatkan kabar jika pihak kepolisian sudah mendapatkan titik terang keberadaan Baskoro terlihat sangat senang.
Dia berharap lelaki paruh baya yang telah menghancurkan hidupnya itu segera mendekam dibalik jeruji besi hingga membusuk disana.
Tak ingin targetnya kembali lolos, Keenan berinisiatif untuk ikut serta dalam operasi penangkapan tersebut.
__ADS_1
Hal ini dia lakukan untuk mengantisipasi pergerakan Baskoro yang kemungkinan besar masih bisa kembali meloloskan diri dari kepungan petugas.
Pada awalnya pihak kepolisian sedikit keberatan dengan permintaan Keenan tersebut yang bagi mereka kemungkinan bisa menganggu jalannya aksi penangkapan.
Namun setelah mendengar alasan Keenan yang sangat masuk akal akhirnya mereka mengijinkan dengan catatan lelaki itu tak boleh mengganggu jalannya operasi yang sedang berlangsung.
Tentu saja hal tersebut langsung disanggupi oleh Keenan yang langsung mengontak Devian agar mempersiapkan semuanya.
Kali ini Keenan tak akan pergi hanya berdua dengan Devian, tapi dia juga akan membawa serta beberapa anak buahnya untuk disebar di berbagai tempat disekitar wilayah yang diduga sebagai tempat persembunyian Baskoro.
Setelah semuanya siap, para petugas pun segera menuju lokasi tempat persembunyian Baskoro untuk menangkapnya.
Sesuai dengan prediksi yang ada, penangkapan kali ini juga tak bisa dibilang mudah karena Fandi memberikan penjagaan super ketat di lokasi tempat Baskoro bersembunyi.
Bahkan dalam rumah tersebut sudah ada terowongan bawah tanah yang bisa Baskoro gunakan untuk kabur pada saat berada dalam kondisi terdesak.
Tapi sayangnya, Keenan sudah mempersiapkan berbagai macam hal untuk mengantisipasi agar penangkapan Baskoro tak kembali menuai gagal.
Sehingga, sewaktu Baskoro ingin kabur melalui terowongan bawah tanah setelah kediaman yang dipergunakannya sebagai tempat persembunyian di kepung polisi anak buah Keenan sudah siap disana.
Baskoro tentu saja sangat terkejut waktu dia keluar dari terowongan ada sepucuk pistol yang langsung mengarah ke keningnya.
“ Keluar atau pistol ini menembus kepalamu !!!....”, ucap pria kekar tersebut beringas.
Baskoro yang hendak balik terpaksa keluar dari dalam terowongan dengan tubuh gemetar sambil menelan ludah yang terasa sangat sulit untuk dia telan.
Segera saja anak buah Keenan mengunci pergerakan Baskoro dari belakang dan memasangkan borgol di kedua tangan yang sudah berada dipunggungnya.
Keenan segera menghubungi para petugas begitu anak buahnya berhasil meringkus Baskoro yang hendak kabur melalui terowongan bawah tanah.
Kali ini pihak kepolisian mendapatkan banyak keuntungan. Selain berhasil menangkap Baskoro mereka juga menemukan temuan besar di kediaman yang digunakan papa Tasya tersebut bersembunyi.
Setidaknya ada lima kilogram narkoba berhasil diamankan dari dalam kediaman. Dan sekarang polisi akan memburu Fandi yang disinyalir sebagai gembong narkotika besar dikota tersebut.
Dari balik mobil patroli yang membawanya pergi, Baskoro terlihat menatap tajam Keenan yang berdiri tegak menyaksikkannya digelandang pergi menuju penjara.
" Awas saja kau Keenan !!!....aku akan membuatmu menyesal dan membayar lebih atas perbuatanmu kepadaku hari ini !!!.....", batin Baskoro geram.
__ADS_1