BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
MENGETAHUI FAKTA YANG ADA


__ADS_3

Rafelio yang tak sengaja mendengar percakapan antara sang dady dengan anak buahnya terlihat snagat marah dan kecewa.


Bocah kecil itu menatap nyalang ke depan dengan wajah memerah dan kedua tangan mungilnya terlihat mengepal dengan kuat menahan semua emosi yang bergejolak di jiwa.


“ Laki – laki itu ternyata mengabaikan peringatanku….”, batin Rafelio geram.


Bocah kecil itu pun bertekad kali ini dia benar – benar tak akan mengampuni lelaki itu jika sampai membuat mommy nya meneteskan air mata, meski lelaki itu adalah papa kandungnya sendiri.


Rafelio sebenarnya tak terlalu perduli akan masa lalu karena baginya masa depan dan keluarganya yang sekarang adalah seluruh kebahagiaannya.


Untuk itu, dia tak akan membiarkan siapapun mengusik kebahagiaan tersebut termasuk lelaki yang mengaku sebagai papa kandungnya itu.


Ekpresi Rafelio langsung berubah ceria begitu melihat sosok wanita cantik dengan perut membuncit datang menghampirinya.


“ Anak mommy masih belum tidur rupanya. Apa perlu mommy temani tidur malam ini?....”, ucap Siska sambil mengacak – acak rambut sang putra dengan gemas.


“ Tidak mommy…aku sudah besar dan bisa tidur sendiri…..”, ucap Rafelio menolak keras.


Siska yang melihat tingkah pola bocah kecil tersebut hanya terkekeh. Dia senang diusia Rafelio yang baru lima tahun itu dia bisa mandiri seperti sekarang.


Namun terkadang dia merindukan sosok bocah kecil yang bergelayut manja kepadanya seperti tingkah pola anak kecil normal seusianya.


“ Jadi, jagoan mommy ini sudah tumbuh dewasa sehingga tidak memerlukan mommy lagi….”, ucap Siska pura – pura sedih.


Rafelio yang melihat mommy nya mulai merajuk segera menghampiri dan memberi kecupan di kedua pipi wanita yang melahirkannya itu dengan penuh cinta.


“ Bukan begitu mommy…Rafelio sangat sayang sama mommy. Sekarang, mommy harus banyak istrirahat agar adek bayi bisa tumbuh dengan sehat hingga lahir kedunia nanti….”, ucap Rafelio sok bijak.

__ADS_1


Mendengar anak sulungnya menasehati seperti itu, membuat Siska yang pada awalnya ingin menggoda Rafelio akhirnya mengurungkan niatnya dan tersenyum bahagia.


“ Ternyata bukan hanya tingkah polanya saja yang sudah seperti orang dewasa, bahkan pemikirannya juga begitu….”, batin Siska bermonolog.


Siska cukup bahagia karena bocah kecilnya itu tak egois dan bisa memikirkan kondisi serta perasaan orang lain.


Hal itu baginya cukup penting karena sekarang banyak anak yang egois dan manja pada saat mereka hidup bergelimang harta seperti Rafelio.


Namun, Rafelio tidak seperti itu. Bahkan dia sangat perduli dengan pengasuh dan pengawal yang selama ini selalu bersamanya.


Sebagai orang tua hal tersebut tentunya membuat Siska bangga terhadap tingkah laku anak sulungnya itu.


Setelah mengantar Rafelio masuk kedalam kamarnya dan menyelimutinya serta mengucapkan selamat malam, Siskapun kembali kedalam kamarnya sendiri untuk beristirahat.


Alexander yang kembali kedalam kamar setelah semua pekerjaannya selesai dan mulai  merebahkan tubuhnya disamping sang istri sambil menatap lekat wanita yang sangat dicintainya itu.


Alexander terus membelai lembut rambut sang istri hingga tak terasa kedua matanya mulai berat dan diapun ikut terlelap menuju alam mimpi.


Keesokan paginya, sesuai dengan rencananya Keenanpun bergegas menuju perusahaan Alexander untuk meminta ijin agar bertemu dengan sang istri.


Alexander tak menyangka jika Keenan akan datang menemuinya untuk meminta ijin agar bisa bertemu dengan Siska setelah sebelumnya lelaki itu menemui Rafelio tanpa seijinnya.


“ Aku bukannya melarangmu untuk bertemu dengan Siska, hanya saja aku takut kamu nantinya kecewa jika sudah menemuinya….”, ucap Alexander datar.


“ Aku sangat tahu jika dia masih belum bisa memaafkanku. Tapi tak mengapa, aku sudah siap dengan segala macam konsekuesinya….”, ucap Keenan dengan wajah sedih.


Sebenarnya Alexander tak ingin Keenan mengetahui akan hal ini, tapi melihat betapa gigihnya Keenan meminta ijin kepadanya membuat hatinya akhirnya luluh juga.

__ADS_1


“ Siska menderita amnesia sewaktu mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan Rafelio. Dia sama sekali tidak bisa mengingat tentang masa lalunya hingga sekarang. Aku sudah berkonsultasi dengan dokter dan psikiater katanya ini adalah sistem pertahanan dirinya. Alam bawah sadarnya menekan semua ingatan masa lalu yang menyakitkan agar dirinya tak kembali terluka ….”, ucap Alexander menjelaskan.


Keenan sangat terkejut dengan penjelasan yang diberikan oleh Alexander kepadanya. Dia sama sekali tak menyangka jika akibat persalinan Siska mengalami hal seperti itu.


“ Tapi, jika kamu memang ingin menemuinya aku tak melarang. Asal kamu harus janji satu hal denganku, jangan pernah memaksanya mengingat suatu hal dimasa lalu karena itu akan membahayakan kehamilannya sekarang. Dan aku tak mau istri dan calon anak ku kenapa – kenapa setelah dia bertemu denganmu….. ”, ucap Alexander dengan nada penuh tekanan.


Mendengar nada ancaman dibalik perkataan Alexander, Keenan langsung terdiam. Cukup lama dia menimbang – nimbang, keputusan apa yang akan dia buat sekarang.


“ Bagaimana ?....”, tanya Alexander lagi.


“ Ini nomorku…hubungi aku jika kamu sudah membuat keputusan….”, ucap Alexander sambil memberikan kartu nama miliknya.


Setelah mengambil kartu nama milik Alexander, Keenanpun pamit undur diri. Masalah ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk diputuskan.


Dia tak mau bertindak gegabah dengan mengambil keputusan yang dapat membahayakan nyawanya.


Dilain sisi dia ingin bertemu langsung dengan Siska dan melihat langsung kondisi mantan istrinya tersebut dengan kedua mata kepala sendiri.


Namun disisi lain jika benar apa yang dikatakan oleh Alexander, Keenan takut setelah bertemu dengannya Siska akan mengingat masa lalunya dan itu pastinya akan mempengaruhi kehamilannya saat ini.


Mengingat jika Siska mengalami pendarahan hingga membuatnya hampir kehilangan nyawa setelah melahirkan Rafelio membuat Keenan lagi – lagi meruntuki kebodohan dirinya yang telah menyebabkan semua hal tersebut terjadi.


Untung saja Siska selamat meski dia harus kehilangan sebagia ingatannya. Jika tidak, bisa dipastikan Alexander dan kedua orang tua Siska pasti akan sangat membencinya karena dia adalah penyebab Siska mengalami depresi seperti itu.


“ Apakah Rafelio juga mengetahui hal ini?....”, batin Keenan bertanya – tanya.


Jika benar, maka tak salah jika putra semata wayangnya itu membencinya karena telah menyebabkan ibunya menderita dan dirinya hampir tak bisa melihat dunia karena proses melahirkan yang sangat beresiko tersebut.

__ADS_1


__ADS_2