
Devian yang mendengar seluruh cerita Keenan mulai berusaha untuk mengumpulkan point - point penting yang ada dalam cerita Keenan.
" Tampaknya semua ini sudah mereka rencanakan dengan sangat matang dan terperinci ", ucap Devian serius.
" Maksudmu tidak ada celah bagi kita untuk mendapatkan bukti ", tanya Keenan penuh selidik.
" Kurasa kita masih bisa mendapatkan bukti, tapi itu sangat sulit. Ditambah lagi, mereka bisa juga melaporkanmu atas tindakan perkosaan terhadap putrinya...", ucap Devian menambahkan.
" Apa maksudmu...jelas - jelas aku yang dijebak, kenapa justru aku yang bersalah...", ucap Keenan tak terima dengan perkataan sahabatnya itu.
" Tapi kamu yang datang sukarela ke rumahnya, dan itu bisa dijadikan bukti melalui cctv di rumahnya ", ucap Devian menjelaskan.
" Lagian kenapa kamu kesana sendiri tanpa pertimbangan yang matang...", ucapnya menyalahkan.
" Aku kemarin itu sedang kalut, Siska mendapatkan foto - foto mesraku dengan Tasya. Ditambah lagi ada bekas lipstik dibajuku yang membuatku tak bisa berkata apa - apa di depannya...", ucap Keenan mengeluh.
" Lalu kamu berpikir kerumah Tasya dan menyuruhnya untuk menjelaskan semuanya ke Siska begitu...", tanya Devian garang.
" Kamu itu bodoh apa sudah gila....mana mungkin gadis ular itu mau menuruti perkataanmu...", ucap Devian kesal dengan sikap sahabatnya itu.
" Kupikir aku bisa membujuknya jika datang kesana...", ucap Keena berusaha membela diri.
" Dan kenyataannya, kamu malah masuk kedalam jebakannya ", ucap Devian tersenyum sinis.
" Kurasa kali ini, Siska akan sangat sulit memaafkanmu...", ucap Devian sedih.
" Maka dari itu, aku harus secepatnya mengumpulkan bukti yang ada...", ucapnya antusias.
" Meski bukti sudah ada, aku tidak yakin kalau Siska masih mau bersamamu...", ucap Devian pesimis.
" Kenapa kamu membuatku down begini...", ucap Keenan murung.
" Aku bukan ingin mematahkan harapanmu, hanya saja itu akan sangat sulit...", ucap Devian lirih.
" Kamu tahu kan masalah yang membuat Siska membatalkan pernikahannya yang hanya kurang dari tiga hari itu...", ucap Devian mengingatkan.
__ADS_1
" Itu karena Siska memergoki tunangannya berselingkuh dengan mantan kekasihnya. Itu baru tunangan dia bisa merasa terkhianati seperti itu. Apalagi ini suaminya yang melakukannya...apa kamu bisa membayangkan bagaimana rasa sakit hati yang dialami istrimu saat ini...", ucap Devian menjelaskan.
" Itu lain...aku dijebak...sedangkan Teddy melakukannya dengan sadar..."\, ucap Keenan tak terimanjika dirinya disamakan dengan Teddy\, b******n yang telah mengkhianati Siska dulu.
" Siapapun yang menonton videomu pasti tidak akan mengira kalau kamu sebenarnya dijebak melihat ekspresimu yang begitu menikmati, bahkan kamu terus menerus menyebut nama Tasya dalam permainanmu...", ucap Devian tersenyum mengejek.
Mendengar hal tersebut Keenan semakin merasa tertekan dan frustasi. Apalagi saat membayangkan kalau video tersebut dipublikasikan, bisa jadi saham perusahaannya akan terjun bebas seketika.
Devian yang melihat sahabatnya tersebut stress berupaya untuk mencari cara agar semua peluang yang dapat menghancurkan sahabatnya tersebut bisa teratasi.
Semakin dipikir semakin membuat kepala Devian ikut pusing. Tampaknya Baskoro sudah memperkirakan dengan matang semua hal yang dia lakukan saat ini sehingga tidak terlihat sedikitpun celah untuk Keenan keluar dari permasalahn ini.
Sementara itu, Siska berusaha untuk fokus terhadap proyek yang sedang dikerjakannya. Maka dari itu dia untuk sementara waktu tinggal di apartemen milik Adrian agar Keenan tidak bisa menemuinya.
Bahkan untuk mengerjakan proyeknya dia memiliki lokasi lain, diluar kantornya yang sekarang. Siska tidak mau terpuruk kembali.
" Kali ini tidak akan kubiarkan siapapun membuatku terpuruk kembali...", batin Siska menyemangati dirinya sendiri.
Alexander yang sedang berada di London segera terbang kembali ketanah air saat mendengar apa yang terjadi dengan Siska.
" Alexander....", ucap Siska terkejut melihat laki - laki itu sudah berdiri didepannya.
" Kamu tidak apa - apa baby...", ucapnya sambil memeluk Siska erat.
Andrew yang melihat pemandangan tersebut segera keluar ruangan dan menutup pintu dengan rapat agar tidak ada karyawan yang melihat adegan tersebut.
" Bukannya kamu masih ada urusan di London...", tanya Siska heran.
" Kenapa kamu tidak menghubungiku baby...", ucap Alexander sambil mengelus pipi Siska dengan lembut.
" Aku tidak mau menganggu konsentrasimu disana karena aku tahu seberapa pentingnya urusan disana ", ucap Siska menjelaskan.
" Tidak ada yang lebih penting darimu baby...", ucap Alexander sambil memeluk kembali Siska dengan erat.
" Sekarang kamu mau aku melakukan apa...", bisik Alexander.
__ADS_1
" Saat ini aku hanya ingin fokus pada proyekku. Aku tidak mau ada siapapun yang mengangguku ", ucap Siska datar.
" Baik. Ucapanmu adalah perintah bagiku baby...", ucapnya sambil mengecup kening Siska sangat lama.
Seketika hati Siska terasa hangat dengan semua ucapan dan perhatian yang Alexander berikan kepadanya. Siskapun memeluk Alexander dengan sangat erat dan menghilangkan rasa lelah yang ada.
" Tinggalah di apartemenku, disana kau aman dan aku pastikan tidak akan ada yang menganggumu ", ucap Alexander sambil menyesap kopi pahit yang ada dihadapannya.
" Kukira kau akan menawariku tinggal dirumahmu...", ucap Siska dengan nada pura - pura kecewa.
" Untuk saat ini janga...itu tidak akan bagus buatmu...", ucap Alexander tenang.
Benar yang diucapkan Alexander, jika saat ini dia berada dirumahnya mungkin saja masalah yang timbul akan semakin rumit. Dan nantinya dia juga akan menjadi salah satu pihak yang disalahkan jika pernikahan ini berakhir.
" Baiklah...aku akan ikut semua yang sudah kamu rencanakan ", ucap Siska pasrah.
" Nice girl....kamu cukup fokus ke proyekmu saja. Sisanya biar aku yang urus ", ucap Alexander sambil mengacak rambut Siska dengan gemas.
Inilah yang membuat aku selalu merasa aman dan nyaman bersama Alexander. Dia selalu memanjakanku dan mengerti semua kebutuhanku tanpa aku katakan.
" Dia memang laki - laki yang bisa diandalkan...", batin Siska bahagia.
" Aku juga bisa menjadi penghangat ranjangmu baby...jika kamu menginginkannya ", bisik Alexander tiba - tiba membuat Siska langsung menghujaninya dengan cubitan dipinggangnya.
Adrian yang melihat kebersamaan antara sepupunya dengan Alexander merasa cemburu, tapi dia berusaha menekan rasa itu saat melihat senyum yang terbit di wajah Siska.
__ADS_1