BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
SEMAKIN DEKAT


__ADS_3

            Seperti biasa, jam enam pagi bik Sumi datang ke rumah Keenan untuk membantu membuatkan sarapan sebelum mencuci dan  bersih – bersih rumah.


             Menemani bik Sumi memasak, Rosalie tidak pernah sedikitpun mengendorkan senyumannya yang telah mereka sejak dirinya bangun tidur.


             Kebahagiaannya itu dipicu saat semalam tanpa sengaja dirinya mendengar suara merdu yang dihasilkan dari kegiatan malam putranya bersama sang menantu.


 “ Kuharap secepatnya cucuku bisa hadir didunia ini ”, guman Rosalie sambil tersenyum.


             Sedangkan bik Sumi yang secara tidak sengaja mengetahui bahwa majikannya tidak pernah tidur dalam kamar yang sama hanya menatap Rosalie dengan wajah sedih.


 “ Kasian nyonya besar…harapannya itu hanyalah mimpi belaka. Seandainya nyonya besar tahu keadaan yang sesungguhnya ”, batin Sumi sedih.


             Diapun segera melanjutkan kegiatan memasaknya. Setelah semua matang, Rosalie segera menatanya diatas meja makan.


 “ Mana Siska, cepat panggil suruh sarapan dulu sebelum berangkat ”, ucap Rosalie penuh perhatian.


“ Siska lagi kurang enak badan mi…ini aku ambilkan sarapan buat dia ”, ucap Keenan masih dengan senyum yang merekah diwajahnya.


 “ Ambil yang banyak…pasti dia kehabisan tenaga setelah semalam melayanimu tanpa henti ”, ucap Rosalie menggoda.


“ Aku bawa sarapan keatas dulu ya mi…”, ucap Keenan mengalihkan pembicaraan dan langsung kabur dari hadapan sang mami.


            Diapun segera bergegas naik keatas untuk menghindari pertanyaan dari sang mami. Sesampainya didalam kamar, dia melihat istrinya sudah duduk manis di sofa bersama laptopnya.


 “ Makan dulu yang…”, ucap Keenan lembut.


 “ Taruh saja disitu…”, ucap Siska cuek.


            Pandangan matanya masih fokus pada layar laptop yang ada dipangkuannya. Keenan yang melihat kelakuan istrinya hanya menghembuskan nafas pelan.


            Dengan sigap dia segera menyuapisang istri yang masih asyik dengan kegiatannya di depan laptop.


“ Aakkk….buka mulutnya yang…”, ucap Keenan sambil mengarahkan sendok didepan mulut Siska.


 “Taruh disitu saja, nanti aku makan…”, ucap Siska masih tetap fokus pada laptopnya.


 “ Ayo…aku suapi sambil kamu mengecek pekerjaan kamu ”, ucap Keenan tidak mau dibantah.


             Tidak ingin bertengkar pagi – pagi, dengan berat hati akhirnya Siska menuruti keinginan suaminya. Keenan yang melihat istrinya membuka mulutnya merasa sangat bahagia.


             Sambil menyuapi sang istri, Keenan juga memasukkan makanan kedalam mulutnya. Rosalie yang hendak melihat kondisi menantunya akhirnya mengurungkan niatnya untuk masuk saat melihat kemesraan anak dan menantunya.


             Dengan senyum geli dia menutup pintu kamar dengan pelan agar aktivitas anak dan menantunya tidak terganggu.

__ADS_1


             Sambil menyuapi istrinya, Keenan terus tersenyum mengingat pergulatan semalam. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Siska bisa seagresif itu diranjang.


            Meski dia tahu bahwa apa yang terjadi tadi malam adalah karena pengaruh obat, namun dirinya sangat bahagia.


            Terlebih lagi sikap istrinya pagi ini yang terlihat biasa saja, tidak marah ataupun menghindarinya seperti


ketakutannya selama ini.


 “ Kuharap secara perlahan dia bisa mencintaiku seperti dulu lagi…”, batin Keenan penuh harap.


             Setelah nasi dipiring habis, Keenan segera mengambilkan Siska air putih yang ada diatas meja. Dituangnya air yang ada dibotol kedalam gelas dan diberikannya kepada istrinya.


            Siska menerima air pemberian suaminya dan langsung meminumnya hingga habis. Kemudian dia segera menutup laptop yang ada dipangkuannya setelah melirik jam yang ada dipergelangan tangannya.


“ Aku harus berangkat sekarang ”, guman Siska pelan.


            Saat hendak beranjak, tiba – tiba rasa nyeri itu kembali hadir sehingga membuatnya diam mematung ditempat.


 “ Apa masih sakit…”, tanya Keenan khawatir.


 “ Aku gendong turun kebawah ya…”, ucap Keenan menawarkan bantuan.


“ Tidak…aku masih bisa jalan sendiri ”, ucap Siska menepis tangan suaminya.


           Dengan menahan sakit dia berusaha untuk jalan turun kebawah. Keenan yang sebenarnya kasian melihat istrinya kesakitan tidak bisa berbuat apa –apa mengingat istrinya itu cukup keras kepala.


 “ Siska berangkat dulu ya mi…”, ucap Siska sambil mencium punggung tangan Rosalie dan mengecup kedua pipinya.


“ Hati – hati di jalan ya sayang…”, ucap Rosalie lembut.


“ Aku juga berangkat sekarang mi…”, Keenan juga berpamitan dengan sang mami.


“ Hati – hati kalau nyetir, jangan ngebut…”, nasehat maminya.


“ Siap mi…”, ucap Keenan yang langsung membantu istrinya masuk kedalam mobil.


            Selepas anak dan menantunya pergi bekerja, Rosalie segera naik keatas menuju kamar Keenan. Diedarkannya pandangannya kesegala arah namun apa yang diinginkannya tidak ada.


            Kemudian dia segera berjalan kearah kamar mandi. Di dalam bak yang berisi baju kotor Rosalie melihat ada kain sprei disana, diambilnya sprei kotor tersebut dan seketika senyumnya merekah.


 “Akhir nya….”, ucap Rosalie gembira.


             Diapun segera mengambil foto noda darah yang ada diatas sprei yang digunakan oleh anak dan menantunya bercinta semalam.

__ADS_1


“ Sebentar lagi cucu kita akan segera hadir….”, tulis Rosalie dibawah foto yang dikirimkan ke ponsel suaminya.


            Puas dengan apa yang ditemukannya, Rosalie pun segera keluar dari kamar anaknya sambil tersenyum bahagia.


“ Semoga nanti malam kegiatan itu akan terulang kembali, mengingat banyaknya lingeri sexy yang sudah kusediakan. Dengan begitu peluang cucuku hadir kedunia semakin besar ”, ucapnya sambil tersenyum geli membayangkan kemesraan yang akan terjadi dengan pakaian laknat yang telah dia siapkan itu.


            Siska cukup lega meeting pagi ini berjalan dengan lancar. Semua yang sudah direncanakan hari ini berjalan dengan lancar sesuai dengan harapannya.


            Rasa nyeri yang mendera terkalahkan oleh kesibukannya menata proyeknya yang sempat berantakan akibat ulah Baskoro.


 “ Akhirya selesai juga ”, ucapnya sambil meregangkan seluruh tubuhnya yang tyerasa kaku akibat terlalu lama duduk menghadap laptop.


“ Sekarang waktunya pulang dan beristirahat ”, ucapnya kemudian dia segera mengirimkan pesan ke ponsel suaminya.


Tring….


             Keenan segera mengambil ponselnya dan tersenyum tipis membaca pesan dari istrinya. Berkas yang ada diatas mejanya segera dia rapikan dan bergegas pulang untuk menjemput istri tercinta.


             Beberapa karyawan yang berpapasan dengan Keenan lagi – lagi memasang wajah heran. Entah setan mana yang masuk kedalam tubuh sang bos hari ini sehingga menjadi orang yang cukup ramah dan murah senyum.


 “ Bukankah itu Keenan…”, guman seorang wanita cantik saat baru keluar dari lift.


             Wanita itu segera mengejar Keenan hingga sampai di halaman depan kantor namun Keenan sudah masuk kedalam mobilnya dan menghilang dari depan matanya.


“ Keenan….”, teriak wanita itu.


            Tapi nampaknya Keenan tidak mendengar teriakan itu dan tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


             Dia ingin segera tiba dikantor Siska secepatnya. Keenan tidak ingin istrinya menunggu terlalu lama mengingat kondisi istrinya yang tidak sepenuhnya fit tersebut.


             Siska yang mendapat kabar bahwa suaminya sudah dekat segera turun keloby. Saat hendak melangkah, tiba – tiba daerah kewanitaannya berkedut dan sedikit ngilu.


           Diambilnya satu tablet obat yang diberikan Keenan tadi sebelum berangkat dan diminumnya dengan segelas air putih.


“ Sial…ini semua karena obat itu….”, guman Siska geram.


             Dia curiga bahwa mami mertuanya telah sengaja memasukkan obat perangsang kedalam minuman atau makanan yang dia dan Keenan santap semalam.


             Dengan jalan tertatih, dia segera masuk kedalam lift. Untung saja Andrew sedang tidak ada ditempat dan selama dia turun tidak ada karyawannya yang berpapasan dengannya sehingga membuat Siska sedikit bernafas lega.


             Setelah mobil suaminya datang, sambil menahan rasa ngilu yang ada Siska segera masuk dan merebahkan diri di kursi dan langsung memejamkan mata agar tidak diajak berbicara oleh Keenan.


            Keenan yang melihat istrinya masuk dengan buru – buru dan langsung merebahkan diri dikursi sambil memejamkan mata menganggap bahwa istrinya tersebut kelelahan setelah bekerja.

__ADS_1


             Tanpa banyak bicara dia segera melajukan mobilnya agar bisa secepatnya sampai dirumah dan membiarkan istrinya beristirahat di rumah.


“ Kasian istriku…dia pasti sangat lelah ”, batin Keenan saat memandang wajah letih sang istri.


__ADS_2