
Setelah mendapatkan nasehat dari Devian dan Roy, akhirnya Keenanpun pergi meninggalkan kediaman Fransisco dengan rasa sedih dan kecewa karena tidak berhasil meyakinkan sang istri agar kembali bersamanya.
Melihat sahabatnya seperti itu, Devian hanya bisa membesarkan hatinya dan menyuruh Keenan untuk mendinginkan kepalanya terlebih dahulu sambil mencari jalan keluar terbaik.
Setibanya dikediaman Devian, Roy pun pamit undur diri karena dia harus menyelesaikan sesuatu yang sangat penting karena menyangkut keselamatan hidupnya.
Sedangkan Devian, dia sudah melangkah menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat bagi sahabatnya itu sambil memikirkan sesuatu.
“ Apa sekarang waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya…”, batin Devian bimbang.
Sebenarnya Devian merasa sangat kasihan pada Keenan, tapi dirinya juga tak mau mematahkan harapan sahabatnya itu untuk bisa berkumpul bersama wanita yang sangat dicintainya.
Cukup lama Devian menimbang – nimbang hal tersebut sambil menatap wajah sahabatnya itu dengan nanar.
Setelah memantapkan hati, Devianpun mulai berjalan mendekat, meletakkan dua cangkir kopi yang dibawanya, dan langsung duduk disamping Keenan sambil menepuk bahu sahabatnya itu untuk menguatkannya.
Beberapakali Devian terlihat menarik nafas cukup dalam dan menghembuskannya secara berlahan sebelum dia bersuara.
“ Sebenarnya…ada sesuatu yang harus aku ceritakan kepadamu…”, ucap Devian bimbang.
Lamunan Keenan seketika buyar begitu mendengar suara Devian. Dengan tatapan tajam dia menoleh kesamping kiri dan menatap kedua mata sahabatnya itu dengan lekat
Melihat sahabatnya itu sedikit ragu – ragu, Keenanpun mulai merasa curiga dengan hal yang ingin Devian katakan kepadanya.
“ Soal apa ?...”, tanya Keenan sambil menyipitkan satu matanya.
Keenan semakin dibuat penasaran waktu Devian kembali terdiam sambil memainkan jemari tangannya dengan kepala menunduk.
__ADS_1
Setelah bungkam untuk sesaat, Devian yang kembali menarik nafas cukup dalam tersebut akhirnya mulai bersuara.
“ Ini soal Siska…”, Devian berkata dalam satu tarikan nafas.
Mendengar nama sang istri disebut oleh sahabatnya, Keenanpun langsung antusias. Dia bahkan menatap kearah Devian dengan penuh semangat.
“ Katakan !!!...”, ucap Keenan antusias.
Dirinya memang sangat antusias jika hal itu sudah menyangkut sang istri. Apalagi sekarang hubungan mereka tidak dalam kondisi baik – baik saja.
Jadi, dia sangat berharap jika apa yang akan dikatakan oleh Devian bisa membawa angin segar baginya.
Devian pun menceritakan semua yang diketahuinya dari Andrew tentang perasaan Siska selama ini. Rasa sakit, amarah dan kekecewaan yang sangat dalam kepada Keenan.
Rasa kecewa yang sudah lama disimpan tersebut akhirnya meletus pada saat Tasya kembali hadir dalam kehidupan sang suami.
Nyatanya hatinya terasa sangat sakit setiap kali melihat sang suami membiarkan Tasya berada disekelilingnya.
Mendengar semua penuturan sahabatnya itu, badan Keenan terasa sangat lemas. Sekarang dia merasa seluruh otot dalam tubuhnya hilang seketika hingga tubuhnya leleh seperti jelly.
Dia sama sekali tak mengira, jika perbuatan – perbuatan kecil yang baginya tak terlalu menganggu nyatanya mampu membuat wanita yang dicintainya itu kecewa dan sakit hati.
Bahkan Keenan tidak menyangka, meski Siska sudah memaafkan dirinya beserta keluarganya atas kejadian yang mereka alami dimasa lalu.
Namun pada kenyataannya, gadis itu ternyata masih menyimpan rasa sakit yang teramat dalam.
Dimana rasa sakit tersebut tidak akan bisa hilang dan terobati hanya dengan satu kata “ maaf ” darinya.
__ADS_1
Luka yang belum sembuh tersebut terus ditambahi dengan luka – luka baru yang diberikan olehnya.
Membuat Keenan sekarang merasa sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa bersama dengan wanita yang sangat dicintainya itu.
“ Lalu…aku harus bagaimana sekarang ?...”, tanya Keenan lemas.
Saat ini Keenan sudah tidak bisa berpikir jernih lagi karena tanpa dia sadari, dirinya telah melukai wanita yang sangat dicintainya itu cukup dalam.
“ Kamu harus meminta maaf kepada Siska dengan sungguh – sungguh. Namun, jika istrimu masih tidak bisa menerimanya. Mungkin melepaskannya adalah cara terbaik agar dia bisa mendapatkan kebahagiaan…”, ucap Devian dengan berat hati.
Meski terlihat sangat kejam, namun Devian juga tidak bisa munafik dengan mengatakan jika semuanya akan baik – baik saja.
Dia tidak ingin melukai Siska dan Keenan lebih dalam, jika hubungan ini terus dipaksakan. Sekarang, Devian hanya bisa pasrah kepada Tuhan tentang semua yang terbaik untuk sahabatnya.
Sementara itu dikediaman Fransisco, Siska yang baru saja kena pukulan Keenan terlihat sedang mengompres wajahnya dengan es sambil mengernyit, menahan rasa nyeri yang datang.
“ Ma…mungkin, untuk sementara waktu sebaiknya Siska tinggal di kediaman Alexander bersama Adrian agar Keenan tidak lagi menganggunya. Karena papa sangat yakin jika keluarga Wisnudharta sebentar lagi pasti akan kemari begitu mendengar Siska sudah berada disini…”, Frans terlihat berdiskusi dengan sang istri.
“ Tapi pa…Siska lagi hamil, mama nggak tega jika dia tinggal jauh dari kita…”, ucap Adelia cemas.
“ Nanti mama bisa sering – sering mengunjungi Siska disana. Lagian ada Adrian yang menjaganya, jadi mama jangan terlalu khawatir….”, Frans pun berusaha untuk menenangkan sang istri yang masih terlihat cemas dengan kondisi putri semata wayangnya itu.
Dalam hati kecilnya, Adelia merasa bersalah. Karena Rosalie mendonorkan ginjal kepadanya membuat Siska terpaksa menikah dengan Keenan.
Seseorang yang dimasa lalu sangat melukainya hingga hampir membuat mentalnya terganggu.
Saat ini, jika Siska sudah bertekad melepaskan Keenan, maka Adelia tidak akan menghalangi.
__ADS_1
Jika hal tersebut mampu membuat putrinya bahagia dan kembali ceria seperti biasanya. Yang bisa dilakukannya sebagai orang tua hanyalah mensupport dan selalu berada disamping putrinya.