
Siska memasuki ruang kerjanya setelah selesai meeting bersama timnya. Banyak penawaran proyek baru yang masuk membuat istri Keenan tersebut sangat sibuk sekali.
Semua penawaran kerjasama yang masuk kedalam perusahaan harus dia teliti dengan seksama, mengingat ada beberapa proyek yang hampir membuat nama JRF Consultant hampir hancur.
Untuk itu dia lebih selektif dalam memilihi proyek baru yang akan dikerjakannya. Dia tidak mau reputasi JRF Consultant yang sudah dibangunnya dengan susah payah hancur begitu saja karena salah dalam memilih proyek.
Karena membutuhkan ketelitian yang lebih dalam tiap proposal yang masuk maka tentunya memakan waktu yang lebih lama dari biasanya.
Belum lagi banyaknya jumlah proposal yang masuk dan beberapa proyek baru yang berhasil didapatkannya membuat Siska dan tim akhirnya bekerja lembur.
Bahkan sering kali dia beserta anak buahnya harus tidur dikantor demi menyelesaiakan pekerjaan yang ada agar berjalan sesuai deadline yang telah dibuat.
Kesibukan Siska tersebut tentunya dimanfaatkan oleh Subroto dengan sebaik – baiknya dengan menggunakan Tasya untuk masuk kedalam celah tersebut.
Beberapa kali putrinya tersebut terlihat disamping Keenan. Meski sudah diusir dan tidak dihiraukan namun Tasya tetap menempel erat kepada Keenan.
Hal tersebut tentunya membuat Fani kalang kabut. Pasalnya dia juga tidak tahu bagaimana Tasya bisa tiba – tiba muncul disaat Keenan sedang berada di luar kantor.
Seperti siang itu, entah dari mana tiba – tiba Tasya sudah ada didalam restoran tempat Keenan bertemu dengan kliennya. Untung saja pertemuan tersebut sudah selesai, jika tidak maka bisa dipastikan akan sedikit kacau mengingat emosi Keenan akan buruk saat ada Tasya.
“ Kok sudah mau pulang sih…padahal aku baru saja datang ”, ucap Tasya sambil bergelayut manja di lengan Keenan.
Risih dengan sikap Tasya kepadanya, Keenanpun berusaha untuk melepaskan tangan gadis itu darinya tapi hasilnya sia – sia.
Tasya terus menempel seperti permen karet dilengan Keenan hingga membuatnya harus melakukan gerakan sedikit keras yang membuat Tasya akhirnya terjatuh ke tanah.
“ Awas kamu Keenan…aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu kali ini ”, ucap Tasya geram.
Diapun kemudian bangkit dengan rasa malu karena setelah terjatuh tadi Keenan membiarkannya berada ditanah dan pergi begitu saja. Dan mengabaikan semua teriakannya, membuat Tasya benar – benar menjadi tontonan di jalan.
“ Bagaimana…apa kamu sudah mendapatkan gambar yang bagus ”, ucap Tasya sambil merampas kamera yang dibawah anak buahnya dengan kasar.
__ADS_1
“ Bagus…dengan ini aku yakin Siska akan segera meninggalkanmu….”, ucapnya tersenyum licik.
“ Cetak dan kirim segera ke kantor JRF Consultant sekarang juga. Dan pastikan bahwa Siska yang menerimanya ”, perintah Tasya.
“ Baik nona..”, ucap anak buah Tasyah dan segera berlalu untuk menyelesaikan tugasnya.
“ Jika kamu tidak jadi milikku, maka tidak aka nada seorangpun yang bisa memilikimu ”, guman Tasya bahagia.
Kemudian diapun mulai tertawa dengan keras hingga membuat orang – orang yang melihatnya bergidik ngeri dan menyangka bahwa dirinya gila.
Namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh gadis itu.Baginya, satu persatu serangan akan mulai dia luncurkan demi memuluskan semua aksinya itu.
Sementara itu, Siska yang baru selesai meeting dengan timnya ingin beristirahat sebentar dikantornya. Baru saya tubuhnya hendak direbahkan diatas kursi kerjanya, pandangan matanya tertuju pada amplop coklat yang berada diatas mejanya.
“ Apa ini…”, batin Siska penasaran.
Diapun segera membuka amplop coklat terkejut. Melihat apa yang ada didalamnya, Siska tidak terlalu terkejut dan meletakkannya secara asal diatas meja kerjanya dengan sinis.
Diapun kembali mengingat pergulatan panasnya dengan sang suami yang terasa sangat menjijikkan baginya.
Diapun kemudian berusaha untuk memejamkan mata dan membuang semua hal negative yang dapat mempengaruhinya.Fokusnya sekarang adalah perusahaannya, tidak ada yang lain.
Sementara itu Keenan kembali dibuat pusing oleh Siska yang sedari tadi tidak mengangkat teleponnya ataupun merespon pesannya.
Bahkan Andrew yang biasanya selalu sigap jika dihubungi kini ikut menghilang ditelan bumi. Karena tidak ingin hubungannya kembali memburuk seperti terakhir kali, Keenan pun menyempatkan diri pergi kekantor sang istri.
Dilihatnya sang istri sedang sibuk meeting dengan tim nya maka dia memutuskan untuk menunggu di ruang kerja Siska sambil mengistirahatkan badannya.
Saat Keenan hendak menuju sofa, tiba – tiba pandangan matanya tertuju pada beberapa lembar foto yang berserakan diatas meja kerja istrinya.
Wajah Keenan tiba – tiba berubah menjadi merah dan rahangnya mengeras menahan amarah melihat beberapa lembar foto yang memperlihatkan kedekatannya dengan Tasya.
__ADS_1
“ Apa yang kamu cari…”, ucap Siska sinis saat melihat Keenan berusaha untuk meletakkan kembali foto – foto yang ada ditangannya.
“ Kamu percaya dengan semua ini…”, tanya Keenan tajam sambil mengangkat foto yang baru dilihatnya tadi.
“ Kalau kamu jadi aku, apa pendapatmu melihat ini…” ucap Siska sinis.
“ Aku hanya berteman dengannya, tidak lebih ”, ucap Keenan menjelaskan.
“ Teman…bisa sedekat ini ya ”, ucap Siska sambil menunjukkan kemeja putih Keenan yang terkena lipstick Tasya.
“ I…ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Tadi dia tiba – tiba memelukku, dan aku tidak tahu kalau ada bekas lipstick disini ”, ucap Keenan berusaha menjelaskan dengan panik.
“ Malam ini aku tidak pulang, banyak yang harus kuselesaikan hari ini ”, ucap Siska datar.
“ Sayang…ini tidak seperti yang kamu bayangkan…”, ucap Keenan berusaha menjelaskan sambil mengejar istrinya yang hendak keluar.
“ Aku tidak perduli ”, ucap Siska acuh.
“ Kalau kamu mau tinggal disini, silahkan…masih banyak pekerjaan yang menungguku ”, ucapnya lagi sambil masuk kembali kedalam ruang meeting.
“ Achhh….”, teriak Keenan frustasi.
“ Aku harus member perhitungan dengan Tasya sekarang ”, guman Keenan geram.
Diapun segera meninggalkan raung kerja istrinya untuk kerumah Tasya dengan penuh amarah. Keenan tidak akan rela pernikahannya hancur gara – gara ulah gadis ular tersebut.
Sementara itu, Siska yang melihat kepergian Keenan dari balik ruang meeting sedikit merasa kecewa karena suaminya itu tidak berusaha untuk membujuknya.
“ wake up Siska…apa yang kau harapkan dari dia…”, batin Siska berusaha menyadarkannya.
“ Benar…aku tidak boleh terbawa perasaan seperti pesan papi. Semangat Siska…”, batinnya menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1