
Setelah semua urusan di negeri Jiran beres dan memastikan bahwa semua virus telah dibasmi akhirnya mereka bertiga kembali ketanah air.
Sekembalinya ditanah air, Siska dan Adrian segera melakukan rivew ulang terhadap semua proyeknya yang masih berjalan.
Semua itu mereka lakukan agar tidak ada virus yang masih tersisa sehingga dapat membahayakan perusahaannya.
" Alexander...tumben telepon ? ", guman Siska heran saat melihat nama yang ada dilayar ponselnya itu.
" Haloo....tumben telepon ? ", ucap Siska santai.
" Are u okey honey...", tanya Alexander tiba - tiba.
" Aku baik baik saja " , ucap Felicia binggung atas pertanyaan yang ditujukan Alexander kepadanya.
" Ada apa ?" , tanya Siska penasaran mendengar suara Alexander yang terlihat sedikit panik.
" Syukurlah jika kamu baik - baik saja ", ucap Alexander lega dan terasa mengantung dipendengaran Siska.
" Malam ini apa kamu ada waktu, ayo kita bertemu ", ucap Siska tiba - tiba.
" Ok. Jam Sembilan malam di club " , ucapnya singkat.
" Ok. Sampai bertemu disana ", ucap Siska sambil menutup telepon dengan wajah binggung.
Keenan yang merasa hubungannya dengan sang istri semakin hangat malam ini berencana untuk mengajak makan malam bersama.
Sejak siang dia sudah membuat Devian sibuk untuk menyiapkan semua hal agar makan malam romantis yang dia rencanakan bisa berjalan dengan lancar.
Untuk itu dia pulang lebih sore dari hari biasanya.
Semua meeting yang sudah direncanakannya diundur besok pagi demi mempersiapkan dirinya untuk berkencan dengan sang istri.
Setelah membersihkan diri, Keenan segera turun dan duduk di ruang keluarga untuk menyambut kedatangan istrinya dan mengajaknya makan malam romantis bersamanya.
Namun hingga jarum jam menunjukkan pukul delapan malam istri yang ditunggu - tunggu belum juga nampak.
Pesan yang dikirimkannya mulai siang tadi juga belum terbaca membuat Keenan akhirnya berinisiatif untuk menghubungi istrinya.
Satu kali....dua kali...tiga kali....sambungan telepon terhubung tapi tidak terjawab membuat Keenan mulai cemas.
Diapun mulai menghubungi Andrew untuk menanyakan keberadaan sang istri.
Kepanikan di wajah Keenan semakin terlihat saat Andrew mengatakan bahwa bosnya sudah pulang dari kantor sejak sore tadi.
Berbagai pikiran buruk mulai membayangi, apalagi saat Keenan menghubungi Adelia dan Rosalie yang sama - sama tidak mengetahui keberadaan Siska.
__ADS_1
Siska memang tidak berpamitan mau pergi kemana, bahkan Adrian yang biasanya selalu diberitahunya kemana dia pergi kali ini juga sama.
Entah kenapa Siska merasa bahwa pertemuannya dengan Alexander kali ini harus dirahasiakan kepada semua orang.
Kata - kata ambigu yang dilontarkannya siang tadi membuatnya penasaran tentang apa yang didapatkan oleh lelaki misterius tersebut.
Sesampainya di club, Siska langsung disambut sendiri oleh Robert, tangan kanan Alexander.
Hal ini semakin meyakinkan Siska bahwa pertemuannya kali ini sangatlah penting dan berbahaya.
Robert segera mengantar Siska ketempat rahasia tuannya, salah satu ruangan yang berada dibawah tanah dan tertutup.
Tampaknya ruangan tersebut sangatlah penting melihat ketatnya penjagaan sepanjang jalan menuju ruangan.
Sesampainya diruangan yang cukup besar, dia melihat Alexander sedang duduk santai di sofa sambil menyesap wine ditangan kanannya.
" Akhirnya kamu datang juga...duduklah " , ucap Alexander tersenyum.
Dengan satu isyarat, Robert segera meninggalkan ruangan yang kini hanya menyisakan dirinya dan bos pemilik club tersebut.
" Bagaimana bulan madumu di negeri Jiran...apakah berjalan lancar ", tanyanya basa - basi.
" Seperti kataku, pernikahan ini hanya sebatas diatas kertas. Tidak ada bulan madu ", ucap Siska datar sambil mengambil sebutir anggur yang tersaji di meja dan memakannya dengan santai.
" Langsung ke intinya...tidak usah banyak basa - basi ", ucapnya Siska dengan sorot mata tajam.
" Apa ini...", tanya Siska sambil melirik amplop tersebut.
" Bukalah...maka kamu akan segera tahu " , ucapnya mempersilahkan.
Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi sejak siang tadi, Siska segera membuka amplop coklat tersebut dan mengeluarkan isinya.
Matanya melotot tidak percaya dengan fakta yang didapatkannya itu.
" Ini...", ucap Siska tidak percaya.
" Iya, itu Bagus Aji...mertuamu ", ucap Alexander santai.
" Jadi dialah yang menyebabkan pabrik tersebut hancur dan membuatku sebagai kambing hitam " , ucap Siska sangat terkejut.
" Dan....dia bekerja sama dengan kakek Baskoro ", ulangnya masih dengan tatapan tidak percaya.
" Yup....makanya aku sangat khawatir waktu Keenan tiba - tiba menyusulmu ke Malaysia ", ucap Alexander serius.
" Karena aku tahu bahwa Baskoro telah mengacak - acak proyekmu yang ada disana ", imbuhnya lagi.
__ADS_1
Semua kejadian yang telah Siska alami selama ini mulai terlihat jelas kembali dalam ingatannya.
Tentang bagaimana Bagus Aji yang menyalahkan keteledorannya saat bermain dengan Keenan kecil di ruangan yang berisi mesin operator pusat pabrik sehingga menyebabkan pabrik terbakar dan banyak nyawa melayang karena kejadian itu.
Seorang gadis kecil berusia lima tahun yang merupakan salah satu korban tersebut, karena fitnah yang dilakukan oleh Bagus Aji terpaksa harus mengalami terror dan makian dari keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian itu.
Dia sama sekali tidak menyangka bahwa semua itu merupakan settingan yang dibuat oleh mertuanya dan kakeknya Baskoro agar Frans terpuruk melihat kondisi putrinya yang mengenaskan tersebut.
Untungnya waktu itu Riana segera bergerak cepat dan membawa Siska beserta keluarganya keluar negeri sampai suasana disana benar - benar kondusif kembali.
Setelah peristiwa tersebut sudah bisa dilupakan dan keluarga Fransisco mulai bangkit kembali tiba - tiba keluarga Wisnudharta hadir kembali dalam kehidupan mereka membawa penyesalan dan permintaan maaf.
Bahkan Rosalie juga berkorban untuk mendonorkan ginjalnya agar pernikahannya dengan Keenan bisa terjadi.
" Apakah semua yang mereka lakukan ini hanyalah settingan semata ", ucap Siska yang mulai terlihat terpuruk karena mengingat kembali kenangan pahit yang dialaminya selama ini.
" Kurasa begitu, melihat data yang telah kudapatkan " ,ucap Alexander yakin.
Diapun mulai memeluk Siska dengan erat dan membiarkan gadis itu menangis, menumpahkan semua yang ada didalam hatinya.
" Aku tidak menyangka mereka bisa sejahat itu ", ucap Siska sesengukan.
" Jika mereka sangat membenci keluargaku, kenapa mereka menikahkan anaknya denganku " , tanya Siska dengan suara parau.
" Demi memperoleh keturunan ", ucap Alexander pelan.
" Keenan hanya mau menikah denganmu, maka dari itu mereka merendahkan dirinya dihadapan keluargamu demi lahirnya keturunan sehingga garis keluarga mereka tidak hilang begitu saja ", ucap Alexander menjelaskan.
" Aku tak menyangka mereka sepicik itu ", ucap Siska penuh amarah.
" Kamu tenang saja, aku akan membunuh mereka semua jika mereka berani menyakitimu lagi " , ucap Alexander dengan sorot mata tajam.
" Sebaiknya kamu mulai memperingatkan papimu untuk berhati - hati terhadap Bagus Aji karena dia sudah mulai masuk lebih dalam keperusahaan paimu. Dan kamu jangan sampai jatuh kedalam pesona Keenan " , ucap Alexander tegas.
" Terimakasih atas semua informasi yang kamu berikan" , ucap Siska yang merasa tubuhnya lemas seketika mendapatkan fakta baru didepannya.
Diapun segera bersandar di dada bidang Alexander sambil memeluknya dari arah samping.
Melihat gadisnya terlihat sangat terpukul, Alexander segera memeluk tubuh Siska dan mengusap - usap kepala gadis tersebut dengan lembut dan penuh kasih sayang untuk menenangkannya.
" Bolehkah aku menginap ditempatmu malam ini, aku tidak ingin pulang " , ucap Siska pelan.
" Tentu saja....kapanpun kamu ingin, kamu boleh tinggal disana " , ucap Alexander bahagia akhirnya gadis tersebut mau bergantung kepadanya.
Dikecupnya pucuk kepala Siska berulang kali dengan lembut dan penuh cinta.
__ADS_1
Dia berjanji bahwa tidak akan membiarkan siapapun menyakiti gadisnya, meskipun itu suaminya sendiri.